rekan-rekan relawan sebangsa se-tanah air, kembali saya ingatkan, terkadang 
apresiasi yg kita berikan terhadap sesuatu itu selalu diluar apa yang kita 
ketahui, dan situlah diperlukan , konfirmasi data dan informasi serta 
konfirmasi.
saya bingung, sebuah aktivitas kemanusiaan dengan subjektifitas pribadi tanpa 
mengkonfirmasikan, mnjadi sebuah opini yang sesat dan menyesatkan. kepada 
saudara Arief, buktikan terlebih dahulu, apa yang anda kemukakan, caranya:
1. Konfirmasikan, penilaian anda dengan Bulan Sabit Merah Mesir, krn anda 
menjudge BSM Mesir bahwa mereka membiarkan nama BSM Mesir dicatut BSMI untuk 
memasuki Gaza.
 
2. Apakah anda sudah mengkonfirmasikan juga Dengan Bulan Sabit Merah Indonesia 
thdp 'BSMI mngaku2 sbg BSM Mesir" (berita di Kompas dpt di verifikasi kpd PPK 
Depkes RI, MerC dan BSMI, Wartawan TVone, relawan Muhammadiyah yg semuanya 
datang langsung ke Rafah-Gaza Palestina.
 
3.Apakah anda mengetahui seluk beluk hingga detail sebuah konsep 'RS Lapangan' 
karena selama ini tidak ada yg mengelontorkan RS Lapangan secara terbuka kpd 
publik selain Bulan Sabit Merah Indonesia hingga Departemen Kesehatan sekalipun 
belajar kepada BSMI (info dr Humas BSMI dan Depkes), tanpa dukungan Perhimpunan 
nasional sekalipun BSMI dapat membuka RS Lapangan bukan ‘Posko Kesehatan’ yang 
selama ini dikenal. Disitulah kemandirian Dana/anggaran yang merrupakan inovasi 
atas sebuah lembaga kemanusiaan untuk membuka/mendirikan RS Lapangan. BSMI 
berpengalaman membuka RS Lapangan di beberapa negara.
 
4. Jangan membuat provokasi, bahkan dalam aktivitas kemanusiaan yang memecah 
belah rekan-rekan anggota milis karena persoalan lambang, yayasan atau 
perhimpunan sah/ilegal, toh semuanya kemanusiaan. Dengan gaya bahasa anda, anda 
adalah yang tidak mendukung aksi kemanusiaan yang digalang BSMI, anda memujinya 
tapi memprovokasi secara halus, terdapat sentimen kelembagaan yg dimiliki BSMI 
lalu dipertentangkan dgn PMI.padahal yang menggunakan bulan sabit merah bukan 
hanya BSMI ada MerC juga yg saya ketahui.
 
5. yang saya ketahui BSMI berbentuk PERHIMPUNAN juga memiliki Yayasan, anda 
bisa mengkonfirmasikannya (jika mau) atau lihat dokumennya di 
http://profiles.friendster.com/80521469 . yang terbaik adalah berkiprah nyata 
di lapangan, untuk masyarakat, bangsa dan Negara.
 
6. apakah anda tau bagaimana memasuki Gaza secara detail, kenapa anda tidak 
konfirmasikan kpd BSMI, BSM Mesir, atau Israel sekalipun yang menjaga 
perbatasan Rafah-Gaza Palestina sana, caranya: anda Tanya langsung kpd orangnya 
langsung bukan  berdasarkan opini semata. Krn yg lebih tau dan spesifiik adalah 
relawan lapangan disana. Saya meragukan anda adalah relawan logistik yang 
kompeten  dan mungkin anda tidak pernah ke luar negeri dalam sebuah aksi 
kemanusiaan dalam sebuah kondisi zona konflik internasional
 
7. Baik PMI maupun BSMI saya yakin membawa misi kemanusiaan, dengan sama-sama 
memegang prinsip Kenetralan, sungguh ironi mempertentangkan keduanya selalu 
tidak netral, sedangkan kita hanya bisa menjadi penonton melihat mereka beraksi 
dalam misi kemanusiaan dalam dan luar negeri. 
 
Dalam sebuah aksi kemanusiaan, tidak ada namanya Persaingan apalagi Kompetisi, 
Terimakasih kepada aksi MerC, aksi BSMI dan rencana pelibatan PMI di 
Gaza-Palestina.  juga dukungan penggalangan dana kalian semua.

--- Pada Sen, 26/1/09, Arief Ilmiawan <[email protected]> menulis:

Dari: Arief Ilmiawan <[email protected]>
Topik: Bls: [indofirstaid.org]: BSMI Kembali Kirim Relawan Medis Ke Gaza "Luar 
Biasa"
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 26 Januari, 2009, 10:07 PM











Alhamdulillah,
 
Salut dan Selamat atas usaha saudaraku di yayasan BSMI Indonesia yang bisa 
masuk jalur GAza dan kini akan mendirikan RS lapangan di GAZA secara 
Mandiri.....
 
Kami sebagai umat muslim yang solider terhadap Gaza, Palestina sangat berterima 
kasih terhadap upaya yayasan BSMI yang sanggup mendirikan RS Lapangan di Jalur 
Gaza sehingga masyarakat Palestina korban konflik bisa terbantu.
 
Ada beberapa hal yang sangat saya Apresiasi sebagai Pribadi dan insan pelaku 
dalam operasi Kemanusaiaan yang telah hampir 13 Th melaksanakannya. Terbukti 
bahwa atas kehendak Allah yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin ( mungkin ini 
Kun fayakun ALLAH ) para pembaca budiman bisa mencermati hal ini:
1. Suatu usaha yang luar biasa dimana masuk ke Palestina saja susah apalagi ke 
Gaza dimana BSMI dengan membawa nama baik Bangsa Indonesia sebagai nama 
belakangnya sekaligus mewakili nama baik Bulan Sabit Merah Negara Mesir yang 
sah dengan menggunakan sandi / pasword mengaku bulan sabit Mesir ketika mau 
masuk ke Palestina ( kalau sesuai berita Kompas) dan Alhamdulillah Allah Maha 
Melindungi atas niat baik kita karena nama baik tersebut tetap terjaga dan 
tidak ada insiden apapun. 
karena kalau sampai terjadi insiden bisa menjadi urusan yang melibatkan antar 
negara. Mungkin saat itu dengan sangat terpaksa BSMI kita menggunakan nama 
Palang Merah atau Bulan Sabit Merah negara lain untuk dapat akses masuk ke 
Negara Lain ( biasanya untuk masuk ke negara lain di situasi konflik memang 
sangat luar biasa ketat filterasinya karena kedua belah pihak pasti akan saling 
mencurigai sehingga kalau tidak memiliki reputasi yang benar-benar netral maka 
hampir pasti tidak bisa masuk, pengalama  timor-timur / aceh sebelum Tsunami 
juga seperti itu ). 
( Namun Alhamdulillah kekawatiran akan terjadinya insiden tidak terjadi atas 
pertolongan Allah )
2. Untuk mendirikan RS Lapangan sendiri (bukan mengabungkan diri) di Indonesia 
aja sangatlah MAHAL berdasarkan pengalaman Palang Merah kebetulan dulu pernah 
ikut ketika Tsunami Aceh dan Gempa Jogja dimana harus didukung oleh perhimpunan 
Palang Merah dan Bulan Sabit Merah perwakilan Negara Sahabat, ditambah lagi 
masalah perijinan dan koordinasi, rantai suplai panjang terkait ( obat, 
listrik, air dll-dll ) yang harus disediakan sehingga nantinya RS tersebut 
tidak membebani pihak yang akan dibantu serta memastikan itu semua benar-benar 
aman untuk pasien yang mau dibantu nanti. 
Namun, BSMI dapat memenuhi hal tersebut. Luar Biasa bahkan saya tidak percaya 
bahwa BSMI memiliki kemampuan kemandirian tidak bersama pihak / organisasi lain 
seperti yang telah dinyatakan BSMI di sini, sungguh suatu prestasi 
dan inspirasi bagi organisasi / yayasan Kemanusaiaan yang lain, luar biasa.
 
Salut untuk BSMI dengan inisiatifnya (diluar hal tersebut diatas sesuai keadaan 
lapangan atau tidak), sungguh suatu upaya yang sangat baik, hal-hal positif 
harus ditiru oleh organisasi lain dan mungkin yang dianggap negatif oleh yang 
membaca sendiri, bisa sebagai bahan pemikiran dan masukan bahwa semua tidak 
mudah dan tidak buru-buru, perlu pemikiran yang lebih bijak dan mendalam untuk 
organiasasi kita semua kedepan. 
 
Apresiasi juga untuk saudaraku di PMI dan jangan hal tersebut dianggap sebagai 
saingan sehingga harus berdebat panjang, PMI adalah perhimpunan Sah ditunjuk 
untuk mewakili negara  secara Sah sehingga memang harus lebih berhati-hati 
dalam bertindak menyangkut apapun yang dilakukan terutama dinegara orang, 
karena, nama baik negara akan terbawa-bawa apabila sesuatu terjadi. 
Khusus diberikannya kesempatan untuk PMI untuk menjadi bagian sah dalam 
Rekonstruksi Gaza, saya rasa ini adalah hal yang wajar karena indonesia 
termasuk negara dengan umat muslim terbesar didunia dan bencana terbanyak dan 
terbukti PMI telah banyak berperan dibidang bencana sehingga Palang Merah 
Internasional pun mengakui hal itu, jadi hal yang wajar ketika PMI diminta 
untuk berperan di sana, hasil kerja dan reputasi PMI selama ini.
 
Salam perdamaian untuk semua ......
 
Arif Ilmiawan
Relawan Kemanusiaan
Logistik spesialist

--- Pada Ming, 25/1/09, BSMI PUSAT BSMI PUSAT <bsmi_pu...@yahoo. co.id> menulis:

Dari: BSMI PUSAT BSMI PUSAT <bsmi_pu...@yahoo. co.id>
Topik: [indofirstaid. org]: BSMI Kembali Kirim Relawan Medis Ke Gaza
Kepada: indofirstaid@ yahoogroups. com
Tanggal: Minggu, 25 Januari, 2009, 1:14 PM









[http://redcrescent .multiply. com] 
(Jakarta) Bulan Sabit Merah Indonesia kembali mengirimkan relawan medis ke 
Palestina yang berjumlah 27 orang, Sabtu (24/1). Selain menigirimkan bantuan, 
tim yang beranggotakan beberapa dokter ahli/spesialis tersebut akan mendirikan 
RS Lapangan/Darurat di Gaza, Palestina.

Menurut Ketua Umum BSMI dr. Basuki Supartono, SpOT,FICS,MARS, BSMI dalam 
konferensi persnya di Mabes BSMI Jakarta, timnya akan membawa sejumlah bantuan 
berupa uang tunai dan peralatan medis yang dibawa dari Indonesia. “Bantuan ini 
adalah hasil dari partisipasi masyarakat Indonesia yang sangat peduli oleh 
penderitaan rakyat Palestina. Sementara ini, kami sedang menyiapkan Rp 10 
miliar untuk rencana rekonstruksi dan rehabilitasi di jalur Gaza. Kami sangat 
mengharapkan kerjasama semua pihak agar bantuan tersebut ini bisa tepat 
sasaran,“ ujar dr. Basuki yang turut serta ke Palestrina.

BSMI akan mendirikan RS Lapangan/Darurat di Gaza dalam upayanya membantu warga 
sipil Palestina yang masih butuh perawatan dan pengobatan. “Sekitar 70 dokter 
di Gaza sangat kelelahan dalam membantu warga Palestina yang menjadi korban 
agresi militer Israel. Oleh karena itu, keberadaan relawan medis dari Indonesia 
akan sangat meringankan pekerjaan disana,” tutur dr. Basuki yang pernah ikut ke 
Palestina besama tim Depkes.

Sementara itu, relawan-relawan dari BSMI sebagian besar merupakan dokter ahli. 
Diantaranya adalah dokter orthopeady (dokter bedah tulang), dokter ahli 
kejiwaan, dokter ahli penyakit dalam, dokter obgyn dan dokter spesialis mata. 
Menurut dr. Basuki, dokter-dokter yang dikirim ke Gaza merupakan dokter yang 
sangat terlatih dan berpengalaman di daerah bencana atau konflik sehingga 
pasien-pasien di Gaza mendapat perawatan yang kompherensif. [bsmi] 



Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3! 



Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! 
Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!
 














      Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger. Jelajahi Yahoo! 
Messenger yang serba baru sekarang! http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke