Press Release
Monday, February 16, 2009

      

Empat Tahun Pascabencana Tsunami:



Setelah hampir empat
tahun pascabencana tsunami di kawasan Samudera India, 97 persen rumah yang
diperuntukkan bagi masyarakat korban tsunami telah rampung  atau tengah dalam 
penyelesaian.  
Menurut Laporan
Kemajuan 4-tahun tsunami yang dikeluarkan Federasi Internasional Perhimpunan
Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) – yang mencatat upaya bersama Palang
Merah Indonesia (PMI) dan 39 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah –
hingga akhir Septermber 2008 terdapat 41.215 rumah permanen yang telah
dibangun, sementara 12.722 lainnya tengah dibangun. Selain itu, dari 383 rumah
sakit dan klinik yang telah direncanakan, 279 di antaranya telah rampung,
sementara 96 sisanya masih dalam pengerjaan. 
“Saya mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu masyarakat NAD dan Nias
melalui kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Terutama juga kepada masyarakat
setempat yang telah ikut bekerjasama dalam pembangunan kembali di NAD dan
Nias,” kata Ketua Umum Mar’ie Muhammad.  
Jerry Talbot, wakil
khusus IFRC untuk bantuan pemulihan tsunami, mengatakan: “Program konstruksi
Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menyadari bahwa membangun 
perumahan
bukan serta merta berarti membangun sebuah masyarakat. Oleh karena itu, sejak
awal, kami telah melengkapi rumah-rumah dengan sarana air dan sanitasi,
pelayanan kesehatan, jalan, termasuk membantu menemukan sumber penghasilan dan
faktor-faktor lainnya yang diperlukan oleh masyarakat untuk berkembang,”
Sejauh ini, sejumlah
4,1 juta orang yang telah menerima bantuan dari program Perhimpunan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah sebesar 3,1 milyar Swiss Franc (setara dengan 2,6
milyar dolar AS atau 2 milyar Euro). Termasuk dalam hal ini jumlah warga yang
memperoleh sarana air minum bersih (546.500 orang) dan pelayanan kesehatan
(374.800 orang). 
Sebagai catatan, hampir
seluruh program konstruksi besar akan dirampungkan pada di akhir 2009,
sementara 90 persen dana telah tersalurkan dengan baik. 
Di seluruh negara yang
terkena dampak tsunami, Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah hadir
mendukung masyarakat setempat untuk membangun kembali kehidupan mereka.
Perhimpunan Palang Merah  dan Bulan Sabit
Merah juga membantu masyarakat agar mereka dapat pulih dan mampu bertahan dari
berbagai risiko di masa datang, termasuk risiko bencana alam, dampak perubahan
iklim, wabah penyakit, konflik, ataupun karena melejitnya harga makanan dan
bahan bakar.
“Yang penting saat ini
adalah bagaimana Palang Merah bisa membantu masyarakat dengan melibatkan mereka
dalam program pemberdayaan masyarakat, sehingga mereka bisa belajar jika
terjadi situasi kedaruratan ke depan,” tegas Mar’ie Muhammad. 
Dalam menjalankan
upayanya tersebut, PMI mendapat
dukungan penuh dari IFRC. “IFRC selama ini bekerja sama dengan PMI dalam upaya 
terus meningkatkan kemampuan PMI sebagai perhimpunan nasional yang telah banyak
diakui peran pentingnya dalam membantu berbagai tugas kemanusiaan,” ujar Bob
McKerrow, Ketua Delegasi IFRC di Indonesia. 
Kerja sama PMI dan Federasi
mencakup bidang penanggulangan bencana, kesehatan dan pelayanan, pengembangan
organisasi, dan promosi nilai-nilai kemanusiaan. 
Laporan Perkembangan
Tsunami 4-tahun (Tsunami Four-Year Progress Report) bisa didapatkan di 
www.ifrc.org/tsunami. 
PMI merupakan
organisasi netral dan independen yang melakukan kegiatannya untuk kemanusiaan.
Lahir pada 17 September 1945, PMI memiliki mandat utama yaitu membantu
meringankan penderitaan masyarakat dalam respon bencana dan pertolongan
pertama. Dalam bertugas, PMI berpegang teguh pada tujuh prinsip Palang Merah
dan Bulan Sabit Merah Internasional, yaitu kemanusiaan, kesukarelaan,
kenetralan, kesamaan, kemandirian, kesatuan, dan kesemestaan. Selain respon
terhadap bencana, PMI juga melakukan program pengurangan risiko terpadu
berbasis masyarakat (Integrated Community
Based Risk Reduction-ICBRR). Program ini dimaksudkan untuk mendorong
pemberdayaan kapasitas masyarakat untuk menyiagakan dalam mencegah serta
mengurangi dampak dan risiko bencana yang terjadi di lingkungannya. Saat ini
PMI berada di 33 propinsi dan 408 cabangnya di tingkat kabupaten/kotamadya
dengan 120 ribu relawan tersebar di Indonesia.
 
Federasi Internasional
Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) adalah organisasi
kemanusiaan terbesar di dunia, memberikan bantuan tanpa diskriminasi negara,
ras, kepercayaan, kelas sosial atau pandangan politik. Didirikan pada 1919,
Federasi Internasional memiliki 186 anggota Palang Merah dan Bulan Sabit Merah,
dengan sekretariat yang berlokasi di Jeneva dan lebih dari 60 delegasi
strategis untuk mendukung aksi di seluruh dunia. Bulan
Sabit Merah banyak digunakan oleh Palang Merah di banyak Negara Islam. Visi
Federasi adalah bekerja, melalui aksi kerelawananan, untuk menjadi lebih baik
dalam menghadapi penderitaan manusia dan krisis harapan, menghormati martabat
kemanusiaan dan peduli pada keadilan. Misi Federasi Internasional adalah untuk
meningkatkan hidup masyarakat rentan (korban bencana alam, kemiskinan akibat
krisis sosio-ekonomi, pengungsi dan korban darurat kesehatan) dengan
memobilisasi kekuatan kemanusiaan. Peran Federasi adalah untuk membantu
operasional relief untuk menolong
korban bencana, dan memadukan dengan kerja pengembangan untuk memperkuat
kapasitas anggota perhimpunan nasionalnya. 
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: MR. Aswi
Reksaningtyas, Kepala Divisi Komunikasi Markas Pusat PMI, Tlp. (021) 7992325,
Ext. 201 atau Ahmad Husein, Koordinator Komunikasi IFRC di Indonesia, Tlp.
(021) 79191841, Ext. 116.  



      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke