Press Release 
Friday, March 06, 2009
 
      PMI Bersama Palang Merah Jepang Serahkan Bangunan Serba Guna kepada Desa 
Deah Baro
 
Banda Aceh, 05 Maret 2009 – Palang Merah Indonesia (PMI) Nanggroe Aceh 
Darussalam dengan dukungan Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross 
Society/JRCS) menyerahterimakan bangunan serba guna di Deah Baro, Kecamatan 
Meuraxa kepada Pemerintah Kota Banda Aceh. Bangunan serba guna yang terletak di 
Jalan Ramasetia, Deah Baro, diserahterimakan Ketua PMI Cabang Banda Aceh, 
Qamaruzzaman Haghny, kepada Walikota Banda Aceh yang diwakili oleh Asisten 2 
Walikota Banda Aceh Bidang Kesejahteraan Rakyat, Said Yulizal  yang selanjutnya 
akan menyerahkan kepada masyarakat Deah Baro. Acara serah terima ini disaksikan 
juga oleh Pejabat Kepala Perwakilan Palang Merah Jepang di Indonesia, Yoshiteru 
Tsuji.
Bangunan serba guna ini merupakan bagian dari Proyek Rehabilitasi Pantai dan 
Livelihood PMI dan JRCS di Deah Baro, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Proyek 
Rehablitasi Pantai dan Livelihood PMI-JRCS ini terdiri dari program 
rehabilitasi tambak ikan seluas 14 ha yang melibatkan 28 penerima manfaat 
dengan 50 tambak, program livelihood untuk wanita rentan yang melibatkan 25 
penerima manfaat, program penanggulangan bencana dengan tujuan akhir membentuk 
+ 20 SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) dan 3 Komite Penanggulangan 
Bencana Tingkat Desa (CDMC), serta program penanaman pohon bakau yang juga akan 
dilaksanakan di Iboih, Sabang sekitar + 10 ha.
Dengan diserahterimakannya bangunan serba guna ini, yang terdiri dari 2 lantai 
dengan luas bangunan + 2 x 54 m2, diharapkan akan digunakan sebagai tempat 
kegiatan masyarakat yang akan mendukung terbentuknya program swakelola di 
daerah ini untuk mendukung keberhasilan Proyek Rehabilitasi Pantai dan 
Livelihood PMI-JRCS.
Program rehabilitasi tambak dimulai dengan pengerukan tambak. Selanjutnya, 
diikuti oleh penimbunan tanah, pembuatan pematang serta pembuatan pintu air. 
Setelah tambak selesai direhabilitasi, penerima manfaat akan diberikan 
pelatihan budidaya tambak bandeng serta pemberian bibit bandeng. Program 
rehabilitasi tambak bersifat swakelola. PMI dan JRCS menyediakan peralatan, 
material, dukungan teknis serta konsultan, Selanjutnya, masyarakat terlibat 
dalam pembuatan pintu air serta penanaman pohon bakau. 
Proyek rehablitasi pantai dan livelihood disambut baik oleh masyarakat Deah 
Baro sebagaimana yang disampaikan oleh Nurhalimah, salah seorang anggota 
kelompok wanita program livelihood PMI-JRCS. “Saya sangat berterima kasih akan 
adanya pelatihan keterampilan ini”, ujar Nurhalimah. “Sebenarnya saya sudah 
lama punya keinginan dan minat terhadap program livelihood seperti ini. Tapi, 
saya tidak memiliki tempat untuk menyalurkan minat saya tersebut”, lanjutnya.
PMI berharap dengan adanya semua bantuan ini masyarakat yang tertimpa bencana 
tsunami Desember 2004 akan dapat bangkit kembali secara ekonomi serta aktif 
dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana di kemudian hari sebagaimana 
disampaikan oleh Ketua PMI NAD, Bustari Mansyur. “Bangunan serba guna ini dapat 
dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat terutama yang bertujuan untuk 
meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pelatihan livelihood”, ujar 
Bustari Mansyur. “Selain itu, diharapkan masyarakat dapat menggunakan tempat 
ini sebagai tempat pertemuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam 
menghadapi bencana yang akan datang guna mengurangi resiko bencana”, tambah 
Bustari.
Secara keseluruhan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi paska tsunami 
2004, PMI-JRCS telah membantu pembangunan 625 rumah di Simeulue dan 437 rumah 
di Woyla, Aceh Barat, pengadaan air bersih di beberapa desa di Woyla, Aceh 
Barat, pembangunan 53 polindes sebagai bagian dari program Pertolongan Pertama 
Berbasis Masyarakat atau CBFA (Community Based First Aid) di Nagan Raya, 
program penanggulangan bencana dan penanaman pohon bakau di Lhokseumawe, 
program pengembangan organisasi PMI dan PMR di NAD, program pengembangan 
pendidikan keperawatan bencana yang melibatkan 4 akademi keperawatan di Banda 
Aceh, serta pembangunan Rumah Sakit Umum di Simeulue.
Untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi: ArdiSofinar, Communications & 
Public Relations Officer PMI NAD, Telp. 081360210424, e-mail: ardi_dahlan@ 
yahoo.com, Abu Syammah, Project Officer Coastal Rehabilitation & Livelihood 
Project PMI Banda Aceh, Telp. 081360239517, e-mail:  asyam...@yahoo.. com, Aswi 
Reksaningtyas, Kepala Divisi Komunikasi, (021) 7992325, ext. 221, Kontak Media: 
Aulia Arriani, Hp. 0816 795 379. 
 DIVISI KOMUNIKASI
MARKAS PUSAT
PALANG MERAH INDONESIA 

Telp : +62 21 799 2325, ext 201
Fax : +62 21 799 5188
email : p...@palangmerah. org
Web : http://palangmerah. org 




      

Kirim email ke