----- Forwarded Message ----
From: Palang Merah Indonesia <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, March 24, 2009 7:39:41 PM
Subject: [PMI-news] South East Asian National Societies Strategy 2020 Review


Press Release
Tuesday, March 24, 2009

 
      South East Asian National Societies Strategy 2020 Review
 
Delegasi perwakilan dari Asia Tenggara bertemu dalam South East Asian National 
Societies Strategy 2020 Review pada 22-23 Maret 2009 di Jakarta. Pertemuan 
diselenggarakan untuk membicarakan langkah-langkah yang akan ditempuh oleh 
Perhimpunan Nasional dalam menjawab masalah perubahan iklim dan kesehatan yang 
melanda masyarakat rentan. Pertemuan diprakarsai oleh Federasi Internasional 
Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau IFRC. 
Pertemuan yang mengusung tema “Saving Lives, Changing Minds” ini dihadiri oleh 
11 Perhimpunan Nasional se Asia Tenggara yaitu Bulan Sabit Merah Brunei 
Darussalam, Bulan Sabit Merah Malaysia, Palang Merah Kamboja, Palang Merah 
Laos, Palang Merah Myanmar, Palang Merah Filipina, Palang Merah Vietnam, Palang 
Merah Singapura, Palang Merah Thailand, Palang Merah Timor Leste, dan Palang 
Merah Indonesia (PMI). Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad selaku tuan rumah 
menjelaskan pertemuan ini adalah untuk menguatkan jejaring di antara 
Perhimpunan Nasional untuk memberikan yang terbaik dalam tugas kemanusiaan. 
“Pertemuan ini tepat sekali karena bisa menguatkan kerjasama sekaligus jejaring 
di antara Perhimpunan Nasional untuk ke depan bisa melakukan tugas-tugas 
kemanusiaan dengan lebih baik lagi,” katanya. 
Pertemuan juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal IFRC Mukesh Kapilla yang 
menegaskan berbagai tindakan yang telah dilakukan oleh Perhimpunan Nasional. 
Karena apa yang telah dilakukan adalah tolak ukur bagi setiap Perhimpunan 
Nasional untuk meningkatkan kapasitasnya. Pertemuan menekankan kembali tentang 
isu yang tengah menjadi tujuan IFRC dalam melakukan tugas kemanusiaan, yaitu 
perubahan iklim dan masalah kesehatan. Dikhawatirkan perubahan iklim yang 
begitu ekstrem dapat menghilangnya beberapa negara dari permukaan bumi. IFRC 
juga  menekankan persoalan di bidang kesehatan, terutama yang melanda 
masyarakat rentan, dan meminta Perhimpunan Nasional untuk dapat lebih 
memperhatikan mewabahnya berbagai penyakit yang masuk dalam kategori bencana, 
seperti HIV & AIDS.  
Pertemuan ini nantinya akan merumuskan konsep serta kebijakan untuk menetukan 
langkah dan strategi di bidang kemanusiaan Perhimpunan Nasional se Asia 
Tenggara selama 10 tahun ke depan (2010-2020). Di sela-sela pertemuan dilakukan 
dua penandatanganan memorandum of understanding (MOU) dalam masalah penanganan 
bencana. Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad dan Ketua BNPB (Badan Nasional 
Penanggulangan Bencana) Syamsul Maarif menandatangani MOU selama 5 tahun 
(2009-2014) mengenai kerjasama di bidang pengurangan risiko bencana berbasis 
masyarakat. Penandatangan kedua dilakukan PMI dengan ADPC (Asian Disaster 
Prepadness Center) untuk pengembangan sistem peringatan dini (early warning 
system) di Indonesia. Penandatangan diwakili oleh Sekretaris Jendral PMI Iyang 
D. Sukandar dan Jaiganesh Murugesan selalu perwakilan ADPC.
Beberapa waktu lalu juga dilangsungkan penandatangan MOU antara PMI dan ORARI 
(Organisasi Amatir Radio Indonesia) bertempat di Wisma Harapan Kita Bidakara 
antara Sekretaris Jendral PMI, Iyang D. Sukandar dengan Sekretaris Jendral 
ORARI, Suryo Susilo.
Untuk Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:Arifin Muh. Hadi, Kepala Divisi 
Penanganan Bencana Markas Pusat PMI, Tlp. 021-799 23 25, ext. 222 atau Ahmad 
Djaelani, Staf Divisi Penanganan Bencana Markas Pusat PMI, Tlp. 021-799 2325, 
ext. 202. Kontak Media: Anggun Permana Sidiq, Hp. 0856 97777 313. 
 DIVISI KOMUNIKASI
MARKAS PUSAT
PALANG MERAH INDONESIA 


Telp : +62 21 799 2325, ext 201
Fax : +62 21 799 5188
email : p...@palangmerah. org
Web : http://palangmerah. org 




      

Kirim email ke