----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Tuesday 15 December 1998 16:10 UTC



** PERTEMUAN PUNCAK ASEAN MEMBAHAS KRISIS YANG MELANDA ASIA

** PERTEMUAN PUNCAK SEGITIGA ISRAEL, PALESTINA, AMERIKA SERIKAT GAGAL
CAPAI TEROBOSAN

** PERTEMUAN TAHUNAN BOSNIA BAHAS PEMULANGAN PENGUNGSI

** SWISS MINTA EKSTRADISI MANTAN PEMIMPIN MILITER ARGENTINA

** TOPIK GEMA WARTA: ASEAN MENYAMBUT GLOBALISASI EKONOMI, TAPI MENAMPIK
PERUBAHAN POLITIK




* PERTEMUAN PUNCAK ASEAN MEMBAHAS KRISIS YANG MELANDA ASIA
Pertemuan puncak dua hari ASEAN telah dimulai di ibukota Vietnam, Hanoi.
Topik utama pertemuan adalah krisis ekonomi dan keuangan yang melanda
Asia. Kesembilan negara anggota ASEAN menyatakan akan terus
mengintegrasikan perekonomiaan mereka, meskipun krisis. Perdana Mentri
Jepang Keizo Obuchi akan menyampaikan pidatonya Rabu besok. Obuchi,
diharapkan akan mengumumkan perincian mengenai 30 milyar dolar bantuan
yang telah dijanjikan Jepang kepada negara-negara Asia yang paling
menderita akibat krisis. Kamboja hadir pada KTT ini sebagai pengamat.
Kemarin, negara-negara anggota memutuskan untuk menerima Kamboja sebagai
anggota, namun tanggalnya belum dipastikan. Keangggotaan Kamboja dalam
ASEAN mengalami penundaan menyusul krisis politik negeri itu ketika
Perdana Menteri Kedua Hun Sen menyingkirkan Pangeran Norodom Ranariddh.


* PERTEMUAN PUNCAK SEGITIGA ISRAEL, PALESTINA, AMERIKA SERIKAT GAGAL
CAPAI TEROBOSAN
Pertemuan puncak antara Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu,
Presiden Palestina Yasser Arafat dan Presiden Amerika Serikat Bill
Clinton, gagal mencapai terobosan. Netanyahu tidak bersedia berjanji
apapun mengenai pengembalian wilayah Tepi Barat Sungai Yordan kepada
pihak Palestina. Menurut perjanjian Wye Plantation, pengembalian wilayah
itu sudah harus tuntas Jumat mendatang. Perdana Mentri Israel mengulang
kembali tuntutannya bahwa pihak Palestina harus terlebih dahulu memenuhi
janji-janji mereka. Menurut Netanyahu, Palestina harus membatalkan
rencana untuk memproklamasikan negara Palestina merdeka, dan mengambil
langkah-langkah keamanan guna mencegah kekerasan terhadap warga Israel.
Israel menyatakan tidak akan membaskan para tahanan Palestina selama
pihak Palestina tidak memenuhi syarat-syarat tersebut. Dalam pada itu,
Netanyahu kembali menyatakan tidak akan membebaskan tahanan Palestina
yang tangannya berlumuran darah warga yahudi.


* PERTEMUAN TAHUNAN BOSNIA BAHAS PEMULANGAN PENGUNGSI
Di Madrid, Spanyol telah dimulai pertemuan tahunan internasional
mengenai kemajuan-kemajuan dalam proses perdamaian di Bosnia
Herzegovina. Pertemuan yang berlangsung dua hari itu, diikuti oleh
delegasi 51 negara. Topik utama pertemuan adalah pemulangan kembali
pengungsi Bosnia. Diperkirakan sekitar 1,2 juta penduduk Bosnia
mengungsi selama perang. Dari jumlah tersebut belum ada 30% yang telah
kembali. Lebih lanjut, pertemuan juga akan membicarakan masalah
pembangunan kembali Bosnia seperti yang dicanangkan dalam perjanjian
damai Dayton. Perjanjian Dayton yang ditandatangani tahun 1995 itu
mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung selama empat tahun di
Bosnia.


* SWISS MINTA EKSTRADISI MANTAN PEMIMPIN MILITER ARGENTINA
Swiss telah mengajukan permohonan ekstradisi mantan pemimpin militer
Argentina, Laksamana Emilio Eduardo Massera. Massera adalah orang kuat
terdua dalam junta militer yang berkuasa antara tahun 1976 sampai 1983.
Sebelum itu, Swiss telah mengeluarkan perintah penahanan internasional
terhadap pemimpin junta Jorge Videla. Kehakiman Swiss mencurigai
keduanya terlibat dalam hilangnya seorang mahasiswa Swiss-Argentina,
Alexis Jaccard. Mahasiswa yang berusia 25 tahun itu, dilaporkan dibawa
ke Chili dan dibunuh. Massera sebenarnya telah dikenai tahanan rumah
karena diduga terlibat dalam penculikan bayi para lawan politiknya. Pada
tahun 1985, Massera dijatuhi hukuman seumur hidup karena pembunuhan dan
kejahatan lainnya, tapi empat tahun kemudian Massera mendapat amnesti.


* AKSI MOGOK SATU HARI DI YUNANI MEMPROTES RENCANA PENGHEMATAN
PEMERINTAH
Di Yunani, sekolah-sekolah dan kantor-kantor pemerintah tutup akibat
aksi mogok satu hari. Sedangkan rumah sakit dan angkutan umum hanya
melakukan pelayanan terbatas. Aksi yang digelar para pelaku mogok dan
mahasiswa di dekat kantor Kementrian Keuangan di Athena, telah
menyebabkan sejumlah keributan. Aksi mogok yang di selenggarakan oleh
serikat buruh terbesar Yunani itu, digelar sebagai protes terhadap
rencana penghematan pemerintahan Perdana Menteri Costas Simitis. Rencana
tersebut dimaksudkan supaya Yunani siap ambil bagian dalam Uni Moneter
Eropa. Yunani berharap bisa ambil bagian dalam mata uang tunggal Eropa
tahun 2001.


* INSIDEN DI PERBATASAN ALBANIA-KOSOVO MENEWASKAN PULUHAN ORANG
Sedikitnya 30 warga keturunan Albania tewas dan 12 lainnya luka-luka
dalam insiden yang terjadi di perbatasan antara Albania dan Kosovo.
Warga Albania bersenjata, yang berupaya memasuki Kosovo itu ditembaki
oleh para penjaga perbatasan Yugoslavia. Insiden tersebut merupakan
insiden terburuk sejak gencatan senjata yang disepakati oleh pihak
Serbia dan Albania-Kosovo pertengahan Oktober lalu. Sementara itu, empat
oramg tewas dan lima luka-luka dalam insiden lainnya di kota Pec, Kosovo
Barat. Para korban, warga Serbia, ditembak oleh seorang bertopeng di
sebuah warung kopi Serbia. Penembak tersebut lenyap melarikan diri.


* PEMERINTAH KOLOMBIA DAN GERILYA FARC SEPAKATI TANGGAL DIMULAINYA
PERUNDINGAN
Para pejabat pemerintah Kolombia dan pemimpin gerakan gerilya FARC
sepakat mengenai tanggal dimulainya perundingan perdamaian. Pembicaraan
perdamaian akan dimulai pada tanggal 7 Januari mendatang di kota San
Vincente del Caguan, yang terletak di wilayah aman di Kolombia. Dalam
beberapa pekan belakangan, pembicaraan mengenai syarat-syarat
perundingan damai, kembali macet. Di Kolombia Timur Laut, sedikitnya 17
tewas dan 25 lain luka-luka dalam pertempuran antara tentara pemerintah
melawan gerilyawan FARC. Penyebabnya adalah serbuan tentara pemerintah
terhadap sebuah pesawat yang mengangkut sekitar seribu kilo kokain.
Menurut pemerintah Kolombia, kelompok FARC bekerjasama erat dengan
kartel obat bius.


* LARANGAN PENGGUNAAN EMPAT ANTIBIOTIKA DALAM MAKANAN TERNAK
Para menteri pertanian Eropa melarang penggunaan empat macam obat
antibiotika dalam makanan ternak. Antibiotika tersebut banyak digunakan
dalam makanan babi dan ayam guna merangsang pertumbuhan dan mencegah
pelbagai penyakit. Para menteri itu mengkhawatirkan antibiotika tersebut
dapat berdampak negatif terhadap antibiotika yang digunakan oleh manusia
dalam memerangi penyakit. Larangan mulai berlaku tanggal 1 Juli tahun
depan. Di samping itu, para menteri pertanian juga setuju untuk
meningkatkan bantuan pangan kepada Rusia, sejumlah 500 juta dolar. Uni
Eropa akan meminta jaminan Rusia bahwa bantuan tersebut sampai pada
mereka yang paling membutuhkan.


* ASEAN MENYAMBUT GLOBALISASI EKONOMI, TAPI MENAMPIK PERUBAHAN POLITIK
KTT ASEAN yang Rabu ini berakhir di Hanoi, Vietnam, menandai babak yang
sulit bagi kerjasama negara negara Asia Tenggara. Dua topik disepakati
secara umum, Rencana Kawasan Perdagangan Bebas dan Rancangan Aksi Hanoi
atau integrasi ASEAN.

Sedangkan dua topik lain, soal keanggotaan Kamboja dan soal Kepulauan
Spratly masih dalam pembicaraan. Tetapi krisis moneter dan ekonomi yang
melanda seluruh kawasan, tidak bisa dijadikan biang semua malapetaka
itu. Masalahnya, ASEAN menyambut globalisasi ekonomi, tetapi tetap
menolak globalisasi di kancah politik. Sebuah ulasan redaksi di
Hilversum:

"Kalau pada awalnya kami menekankan keanekaragaman sebagai ciri kuat
ASEAN maka sekarang keanekaragaman itu malah menjadi beban dalam
mengatasi krisis ekonomi." Pernyataan Menteri Luar Negeri Thailand Surin
Pitsuwan ini merupakan suatu pengakuan yang jujur, tetapi pengakuan saja
tidaklah lengkap jika hanya mengkambinghitamkan krisis moneter dan
ekonomi. Krisis sejak pertengahan 97 itu sangat menentukan agenda KTT
ASEAN, justru pada saat organisasi ini melebarkan sayap menjadi
sembilan, dan sebentar lagi, 10 negara anggota.

Sejak mula ekonomi Asean, berbeda dengan Uni Eropa, terlampau ragam dan
tidak saling mengisi. Hampir semua anggotanya menghasilkan minyak bumi
dan hampir semuanya mengekspor non-migas. Kalau ASEAN awalnya kuat
karena aneka ragam, maka sebenarnya kekuatan itu terjadi karena tujuh
negara pendirinya bersatu di dalam iklim Perang Dingin menghadapi
Vietnam pada akhir 60an dan tahun 70an. Sekarang Vietnam, sumber utama
penyatu ASEAN, sudah diterima di dalam Keluarga Besar ASEAN. Karena itu
keanekaragaman ekonomi, ditambah krisis Asia, sekarang muncul menjadi
sumber masalah. Karena itu pula, dua isu yang bertentangan, sekarang
menjadi topik utama, yaitu liberalisasi dan integrasi ekonomi.

Transparansi, disiplin, accountability dan partisipasi menjadi kata-kata
kunci bagi negara-negara ASEAN seperti Thailand, Brunai, Malaysia dan
Indonesia yang ekonominya lebih kuat. Mereka setuju tarif-tarif
perdagangan dihapus, kalau bisa tahun 2002. Sebaliknya negara negara
yang lebih lemah seperti Vietnam, Myanmar dan Laos, lebih cenderung
mengerem liberalisasi dengan menunda penghapusan tarif sampai 2006, dan
lebih mendukung integrasi.

Rancangan Aksi Hanoi mudah disepakati, karena lalu lintas perdagangan
antar ASEAN dengan menggunakan mata uang negara ASEAN merupakan
eksperimen yang lebih menguntungkan ekonomi yang lemah, tanpa terlampau
merugikan yang kuat. Tetapi, kalau integrasi ini diperkuat, itu hanya
akan merongrong liberalisasi dan globalisasi. Persoalan ini akan
bertambah besar karena pertentangan politik antar Asean, juga
berkembang.

Thailand dan Singapura yang paling berkepentingan dengan Kamboja yang
mantap, mengganjal keanggotaan Kamboja selama lawan-lawan Perdana
Menteri Hun Sen, yaitu Pangeran Norodom Ranariddh dan Sam Ransey, belum
mapan. Padahal pemilu Kamboja yang dipantau secara internasional, sudah
berlangsung jujur dan adil.

Sebaliknya, Presiden Habibie yang pertama kali terjun di kancah Asean,
malah belum mantap pemerintahannya, dan rencana pemilunya masih menjadi
kontroverse di dalam negeri. Tetapi Indo-esia adalah "Big Brother"
(saudara tua) dalam ASEAN sehingga Myanmar, negara diktatur militer
terbelakang yang menjadi paria dunia di Asia, masih dapat berlindung di
balik prinsip persahabatan yang pernah ditancapkan oleh Soeharto di
dalam Asean, yaitu prinsip tidak campur tangan.

Sebenarnya ASEAN sendiri tidak pernah konsisten dengan prinsip ini.
Misalnya, isu Timor Timur selalu dihalau, tetapi isu Kamboja boleh
dikutak-katik, ketika Indonesia mengritik Hun Sen tahun 97, dan sekarang
Goh Chok Tong dari Singapura juga boleh rewel tentang Kamboja.
Barangkali ASEAN, khususnya Thailand dan Filipina, dua negara yang
paling keras menentang prinsip non-intervensi itu, harus menantikan
wakil-wakil pemerintahan Indonesia yang benar-benar demokratis hasil
pemilu, sebelum ASEAN mampu menyambut arus demokratisasi dan globalisasi
hak hak asasi manusia.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Dec 1998 jam 17:51:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke