----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: zUlFaN

INI DIA PANGLIMA PROVOKATOR ITU

Ia disebut sebagai  Panglima Besar  dalam kasus kerusuhan Ambon 10-22
januari
lalu. Apa hubungannya dengan seorang pembalap teman dekat Tommy Soeharto ??
Apa pula hubungannya dengan Deddy Hamdun, bos preman Ambon yang diculik ??
Selain berwajah seram, ia dekat dengan elit politik. Thomas nama samarannya
bukan orang sembarangan. Konon dialah yang menjadi panglima besar kerusuhan
di
Ambon. Sampai sekarang ia belum berhasil ditangkap aparat

Dia kelihatan memimpin penyerangan umat Islam dibeberapa lokasi. Dia yang
memegang decision making, ungkap Ongen Sangaji tokoh muda ambon di Jakarta
yang mengenal dunia preman Jakarta.

Sehari hari Ongen adalah Ketua Ikatan Silaturahmi Maluku di Jakarta yang
berusaha sekuat tenaga mengendalikan amarah muslim Ambon akibat kerusuhan
yang
baru lalu.

Dikalangan preman Ambon yang berkuasa di Jakarta, Thomas hanya takut pada
dua
orang : Deddy Hamdun suami Eva Arnaz yang diculik 1977 lalu sampai sekarang
belum ditemukan dan satunya lagi Toni juga bukan nama sebenarnya, tokoh
preman
Ambon dikawasan elit Menteng Jakarta Pusat.

Toni kerap bolak balik Jakarta   Belanda bertemu tokoh tokoh RMS (Republik
Maluku Selatan atau Republik Maluku Sarani-Nasrani). Dari sinilah Thomas
berkenalan dengan RMS.

Thomas lelaki gagah berbodi ala Rambo sekarang berusia sekitar 40 tahun,
sejak ABG hijrah ke Jakarta. Namanya melejit dikalangan preman ibukota
ketika
terjadi pembunuhan Rafles (1988) tokoh preman yang amat disegani. Ia juga
disebut sebut terlibat namun lolos, anak buahnya malah mendekam dipenjara.

Sejak itu ia direkrut menjadi bodyguard seorang pembalap teman dekat Tommy
Soeharto dan diangkat menjadi kepala sekuriti sampai sekarang. Tak lama
kemudian ia menikahi saudara kandung pembalap itu.

Dengan sekitar 200 anak buah diantara beberapa oknum ABRI   kelompok Thomas
kembali menggebrak ibukota pada tahun 1998. Mereka disebut sebut membunuh
anggota ABRI di diskotik Marimba, Hotel Chandra Pramuka Jakarta, lagi lagi
Thomas lolos.

Nopember 1998 meletus kerusuhan Ketapang, Thomas dan anak buahnya diduga
terlibat. Sekitar 13 anak buahnya preman Ambon Kristen dibantai massa.
Setelah
lolos dari Ketapang mereka pulang kampung. Dipelabuhan mereka teriak teriak
 Kita bunuh Jawa   Bugis dan Islam .

Menurut Ongen Sangaji, kerusuhan di Ambon hasil rekayasa. Ia menunjuk
beberapa indikator.

1. Saat kerusuhan Aparat sedikit di Ambon. Mereka terfokus mengamankan
pembantaian umat Islam di Dobo.
2. Kerusuhan meledak saat umat Islam pendatang dari BBM
(Bugis-Buton-Makassar)
sedang pulang kampung.
3. Satu soal kecil tiba tiba sporadis diseluruh kotamadya dengan bunyian
lonceng lonceng Gereja.
4. Salah satu bekas ketua KNPI Maluku, Rizad Lauhanasepi tinggal dikampung
Ponogoro dikota Ambon yang 90% beragama Islam. Dua hari  sebelum kerusuhan
dia
dan beberapa tetangganya beragama Kristen mengungsi dengan membawa peralatan
rumah pindah entah kemana.
5. Beberapa hari sebelum kerusuhan, Thomas dan sekitar 150 anak buahnya
pulang
ke Ambon. Karena itulah Ongen meminta pemuka agama Kristen di Ambon maupun
di
Jakarta agar mendinginkan umatnya.

 Mereka jangan banyak bicara, kalau saya bisa mengamankan amarah umat Islam
yang saudara saudaranya dibantai, mengapa mereka tidak bisa ?? tanya Ongen !

(Disadur dari Tabloid Bangkit edisi 019)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 03:18:41 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke