----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Graha Rusdiana

  MANDIRI, PEGAWAINYA DIPASUNG BANKNYA DIAMPUTASI.

Satu lagi Bank Pemerintah , yaitu BTN termasuk katagori C, sehingga
dengan demikian hanya BNI yang belum diketahui masuk katagori mana,
kalau masuk katagori C lagi , artinya  semua Bank pemerintah masuk
katagori C. Dengan demikian maka dapat diambil kesimpulan pertama
sebagai berikut:

1. Secara keseluruhan management Bank pemerintah jauh lebih jelek dari
management Bank Swasta , karena bank swasta terdapat yang katagori A dan
banyak pula terdapat pada katagori B.
2. Dalam pelaksanaan  program rekapitalisasi Bank, selain Bank
Pembangunan Daerah yang mendapat bantuan program rekapiotlasi adalah
LIPPO dan SANHO bank , dengan alasan bank tersebut telah siap. Dari sini
dapat disimpulkan bahwa Bank Pemerintah belum siap , mungkin karena
masalah yang dihadapi lebih parah atau sebab lainnya.
3. Dari dana program rekapitalisasi ternyata Bank Pemerintah mengambil
porsi yang lebih dari 50% sedangkan share bank pemerintah dalam
perbankan pemerintah dibawah 50 %, dari sini sudah bisa diambil
kesimpulan macam-2.
4. Rusaknya perbankan swasta sebagian besar karena pelanggaran
pemberian kredit kepada groepnya, sedangkan masalah perbankan pemerintah
disebabkan pemberian kredit yang tidak berdasarkan prudent banking ,
terindikasi adanya yang kurang beres dan perkatek pemberian kredit YANG
PATUT DICURIGAI.

Pemerintah memang sudah membabat habis Direksi Bank pemerintah yang akan
merger menjadi Bank MANDIRI.  Untuk menjadikan Bank Mandiri yang kuat
dan sehat selain rekapitalisi yang besar , Direksi Bank Mandiri telah
melakukan Gebrakan yang drastis pertama akan memasung (memPHK)
pegawainya kurang lebih 70 % tahap lainnya mengamputasi kredit macet
diserahkan ke AMU.

Memang cukup baik apa yang direncanakan oleh Direksi Bank Mandiri
menghadapi PHK ini, tetapi disini yang perlu dipersoalkan bahwa rusaknya
Bank tersebut bukan karena inefisiensi karena kelebihan pegawai tetapi
disebabkan karena salah urus dan kemungkinan juga salah niat dari
management yang lama.  Karena itu wajar tuntutan yang keras agar
tegaknya perlakuan hukum yang tegas terhadap mereka menyebabkan semuanya
ini, fakta yang dihadapi jangankan untuk meneliti kasus yang terjadi
pada kasus yang jelas sudah ada tersangkanya sudah tenggelam entah
kemana dalam hiruk pikuk sekarang ini.

Soal penghapusan kredit bermasalah dan diserahkan ke AMU memang benar
ditinjau dari sudut administrasi perbankan sehingga Bank Mandiri
nantinya menjadi Bank yang sehat dan kuat, secara yuridis juga bukan
berarti penghapusan /penghentian penagihan kepada debitur yang
bersangkuta. Ini sudah ada janji dari Robby Djohan DAN sudah tentu
dukungan kuat dari Mar ie Muhammad, masalahnya siapa yang bisa percaya
kalau masalah yang sudah jelas saja belum dituntaskan. Warning dari
Amien Rais  perlu mendapat perhatian.

Sejalan dengan penghapusan kredit bermasalah ini , tegaknya hukum dan
keadilan perlu dikedepankan khususnya kredit bermasalah yang disebabkan
karena adanya unsur KKN . Karena itu penelitian sejak awal pemberian
kredit dan perobahannya perlu diinvestagiasi ulang secara obyektif
apalagi Bank Indonesia sudah mengeluarkan  ketentuan mengenai hal ini.
Hasil penelitiannya BAIK YANG MENYANGKUT PEJABAT ATAUPUN YANG MENYANGKUT
DEBITURNYA PERLU DITINDAK LANJUTI secara hukum. Kalau tidak hanya
merupakan BOM WAKTU saja yang akhirnya akan meledak juga dan yang
menjadi korban kemungkinan akan  bertambah dengan pejabat lainnya yang
melakukan pemeriksaan dan pengelola debitur bermasalah.

Bank Mandiri SETELAH memasung karyawannya dan mengamputasi kreditnya
janglah timbul kesan memasung dan mengamputasi hukum dalam kejahatan
dunia perbankan. Kerusakan sudah terlalu parah, pengorbanan sudah
terlalu banyak kekecewaan sudah menumpuk, yang tinggal adalah harapan
untuk perbaikan dan tegaknya Hukum, keadilan dan persamaan.
Janganlah pegawai kecil menjadi korban pemasungan sedangkan BOSS BESAR
yang menyebabkan semuanya terjadi hidup dalam serba berlebihan menikmati
hasil karyanya..

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 03:20:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke