----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Christine

PEMILU ATAU TIDAK ?

PEMILU atau tidak? Benar-benar suatu pertanyaan yang akan terdengar aneh
di telinga. Tetapi dapatkah kita menjawabnya? Bila harus Pemilu,
mengapa? Bila tidak harus Pemilu, mengapa?

Sebelum kita  menjawab pertanyaan tersebut, kita harus tahu terlebih
dahulu apa dan bagaimana Pemilu itu. Jangan langsung berkata,"Sukseskan
Pemilu!" atau,"Gagalkan Pemilu!". Sebab, ini adalah urusan seluruh
bangsa dan seluruh negeri.

Sebagaimana sama kita ketahui, Pemilu adalah jalan dan jawaban
demokratis menuju suatu kejelasan. Suatu legalitas. Suatu penentuan masa
depan bangsa dan negara. Aspirasi seluruh rakyat Indonesia.

Saat ini sebagian pendapat menyatakan Pemilu harus dilaksankan,
sedangkan pendapat lain berniat untuk menggagalkannya. Sementara Pemilu
itu semakin lama semakin dekat saja. Sampai kapan kita harus
mengorbankan rakyat hanya untuk sebuah sengketa politik? Sampai kapan?
Sekali lagi sampai kapan?

Sebuah pendapat menyatakan bahwa Pemilu harus digagalkan karena dianggap
tidak demokratis. Hanya merupakan sarana legalitas dari boneka-boneka
yang sudah dipersiapkan. Terbukti dengan peraturan dan perangkat Pemilu
yang dianggap tidak aspiratif, sehingga dapat disimpulkan bahwa Pemilu
yang direncanakan terlaksana tahun ini tidak akan mencerminkan aspirasi
rakyat. Jadi, harus digagalkan.

Namun, apakah karena perangkat dan peraturan yang dianggap tidak
aspiratif lalu Pemilu yang merupakan aspirasi jutaan rakyat harus batal
dan gagal. Sementara berjuta jiwa menggantungkan harapan akan kejelasan
negaranya pada PEMILU. Apakah karena perbedaan antara kompor minyak
dengan kompor gas lalu kita batal menanak nasi, sementara begitu banyak
orang kelaparan dan menanti masaknya nasi untuk memenuhi 'aspirasi' rasa
laparnya?

Jadi, PEMILU atau TIDAK? Bukan elite politik yang berhak menjawab. Bukan
juga parpol-parpol. Bukan ABRI atau PANGAB. Bukan Pemerintah atau
PRESIDEN. Bahkan bukan Mahasiswa yang berhak menjawabnya. Biarkan Rakyat
Menjawab!!-JQ

PEMILU atau TIDAK?

PARLEMEN MAHASISWA INDONESIA
Konfirmasi: (021) 319 06289

Terima kasih atas bantuan anda yang turut menyebar-luaskan bulletin ini
kepada masyarakat luas

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 03:54:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke