---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: IZAAC TULALESSY Penduduk kota Ambon dan sekitarnya yang begitu toleran dengan heterogen di daerah ini akhirnya tercabik-cabik. Budaya Pela dan gandong yang tumbuh subur ratusan tahun di pedesaan sepertinya tak bermakna di ibu kota propinsi Maluku ini. Kota Ambon dengan julukan Ambon Manise kini berubah menjadi Ambon menangis eee setelah dilanda kerusuhan tanggal 19 Januari 1999 sekitar pukul 16.00 BTWI. Silahturahmi idul fitri 1419 H terganggu. Begitu pula damainya Natal 25 Desember 1998 dan Tahun Baru 1999 sirna seketika. Lemparan batu, ancaman golok dan tombakj antar penduduk Desa Batu Merah dan Desa Mardika terlihat sore itu. Asap dan kobaran api yang diawali dengan terbakarnya rumah warha Mardika mulai menyebar ke berbagai penjuru. Tak lama kemudian, kepulan asap dan kobaran apipun muncul di Kawasan Silale sekitar 2 Km dari kawasan Mardika-Batu Merah. Semuanya ini dipicu oleh orang-orangyang tidak betanggung jawabnn alias provokator yang diawali dengan pemajakan salah seorang sopir angkutan kota Jurusan Batu Merah di terminal Desa Batu Merah. Sopir angkot tersebut bernama Yopi merupakan warga Batu Merah Dalam berasal dari suku Ambon yang beragama Kristen sedangkan preman yang memajaknya adalah warga Desa Batu Merah Luar yangberasal dari Suku Bugis dan beragama Islam. Pemerasan dari oknum luar daerah ini menyebabkan teman-teman sedesa Yopi datang ke Desa Batu Merah Luar. Sehingga menimbulkan pertengkaran massa dan berbuntut kerusuhan. Aparat keamanan dan Pemda pada saat itu melakukan berbagai upaya untuk menetralisir keadaan. Kendati demikian, keadaan belum bisa dikendalikan. Korban kerusuhan yang teridentifikasikan pihak POLDA MALUKUmenyebutkan 54 orang meninggal dunia, luka berat 49 orang, anggota ABRI yang meninggal 1 orang (KOSTRAD Ujung Pandang) dan yang mengalami luka-luka sebanyak 5 orang. Rumah penduduk yang rusak 500 buah, rumah ibdah yang rusak 19 buah, kois 82 buah, toko 30 buah, mobil 70 buah, sepeda motor 45 buah, becak 500 buah, bank 2 buah, bioskop 1 buah, pasar 3 buah, sekolah 1 buah, gedung pemerintah 1 buah dan hotel 1 buah. Kini keadaan kota ambon beransur-angsur tenang dan telah dikendalikan. Angkutan Kota telah beroperasi, hanya saja operasinya berlanmgsung sampai jam 19.00 BTWI. Melewati batas waktu tersebut ruas-ruas jalan di Kota Ambon mulai terlihat lenggang. Aparat keamanan yang terlibat pengamanan kerusuhan di Ambon sebanyak 8 SSK ( Satuan Setingkat Kompi ) POLRI dan 8 SSK TNI-AD. Aparat keamanan tersebut ada yang berasal dari Kostrad Ujung Pandang dan BRIMOB Daerah Sulsel yang di-BKO-kan di Ambon. Memang menurut Menhamkan/Pangab dan Pangdam VIII/Trikora ABRI bertindak netral tetapi di lapangan kami melihat ABRI khususnya yang berasal dari Ujung Pandang seringkali melinmdungi Kaum Islam. Ketua MUI Maluku terlihat tidak berdaya didepan umat Islam. Saat berbicara di depan umatnya, beliau gemetaran. Kemarin USKUP Ambon Mgr. Mandagi, MSc memberikan Sumbangan Dana dari Umat Katolik sebanyak Rp. 40 juta untuk umat Kristen Protestan dan Rp. 40 juta untuk Umat Islam. Demikian kisah kerusuhan Ambon dan pasca kerusuhan. Jika ingin memperoleh informasi keadaan Ambon pasca kerusuhan yang lebih jelas dapat menghubungi saya lewat e-mail : [EMAIL PROTECTED] atau Telp. ( 0911 ) 356270 Selain itu sebagai wujud rasa kemanusiaan kita terhadap sesama kita yang menjadi korban kerusuhan saya mengharapkan rekan-rekan dapat memberikan bantuan kepada mereka yang menjadi korban. Baik dalam bentuk makanan, pakaian layak pakai ataupun uang. Bantuan tersebut sebelum dikirimkan dapat dikonsultasi jalur pengirimannya dari alamat rekan-rekan kepada saya lewat jalur komunikasi e-mail dan telp. yang tertera diatas. Saya di Ambon akan membantu menyalurkannya kepada POSKO-POSKO Umat ataupun melalui PEMDA Maluku. Atas perhatian dan uluran tangannya saya ucapakan terima kasih ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 03:58:46 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
