---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PERNYATAAN IMPETTU MADIUN MADIUN (MateBEAN, 5/2/99), Pengumuman resmi pemrintah Indonesia untuk melepaskan Timor Timur jika otonomi lias yang ditawarkan ditolak rakyat Timor Timur, memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat Timor Timur. Selain pernyataan lewat konferensi pers yang dilakukan organisasi Perlawanan Nasional Mahasiswa Timor Timur (RENETIL) dan Partai Sosialis Timor (PST) di Jakarta, kini giliran IMPETTU Madiun menyatakan tanggapannya. Baru kali ini, pernyataan mahasiswa Timor TImur di Madiun itu langsung ditujukan kepada Menhankam/Pangab RI. Karena menyangkut isu yang lagi hangat dan penting di kalangan rakyat Indonesia, maka MateBEAN menurunkan salinannya untuk para pembaca.*** --------------------------------------------------------------- TANGGAPAN ATAS KEPUTUSAN KABINET REFORMASI DALAM MEMPERTIMBANGKAN PELEPASAN TIMOR TIMUR DARI NEGARA KESATUAN RI. =============================================================== Kepada Yth. Bapak Menhankam/Pangab RI di JAKARTA Menyimak Keputusan kabinet terbatas bidang Polkam, Rabu 27 Januari 1999 di Jakarta bahwa Pemerintah akan mempertimbangkan untuk melepaskan Timor Timur dari Negara Kesatuan RI yang diumumkan oleh Menpen dan Menlu, terkesan mendadak, mengejutkan dan membingungkan. Dengan ini IMPETTU MADIUN menyampaikan tanggapan dan tuntutan sebagai berikut: 1. Komitmen Pemerintah kabinet Reformasi belum sepenuh hati dan jelas-jekas tidak serius terhadap penyelesaian Timor Timur secara demokratis, jujur, adil dan menyeluruh, sebab: a. Tidak ada tanggapan positif terhadap tuntutan penyelesaian melalui Referendum. b. Tidak jelasnya substansi proposal status khusus dengan otonomi luas atas Timor Leste. c. Munculnya alternatif pemisahan Timor Leste dari RI sebagai pilihan kedua. d. Entah kapan lagi akan muncul alternatif lainnya yang sulit ditebak, tetapi juga sangat sukar untuk diprediksi. 2. Kami prihatin atas kebijakan politik pemerintah kabinet reformasi yang tidak mendasar dan terarah terhadap penyelesaian damai Timor Leste. 3. Pemerintahan reformasi harus secara jujur dan terbuka mengakui kesalahan yang dilakukan selama 23 tahun di Timor Leste. 4. Kemerdekaan Timor Leste adalah titik kulminasi dari perjuangan rakyat Timor Leste sendiri berdasarkan prinsip-prinsip universal hak asasi manusia. Kemerdekaan tidak merupakan suatu pemberian atau hadiah dari negara lain. Apalagi rencana pelepasan Timor Leste terkesan karena terpaksa dan ditekan. TUNTUTAN: 1. Pembebasan tanpa syarat Presiden CNRT Bapak Kay Rala Xanana Gusmao. 2. Penarikan pasukan dan perlucutan senjata yang telah dibagikan secara tuntas dari Timor Leste. 3. Menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut di Timor Leste. 4. Membubarkan organissasi dan kelompok-kelompok pro aneksasi seperti: Gadapaksi, Halilintar, Makikit, Tim Alfa, Tim Saka, Mahidin, dll di Timor Leste. 5. Pemerintahan rreformasi harus menjelaskan secara terbuka kepada komunitas/masyarakat internasional, terutama rakyat Timor Leste bahwa tawaran status khusus dengan otonomi luas sebagai solusi final TIDAK DAPAT DITERIMA, karena tidak mencerminkan aspirasi dan kehendak rakyat Timor Leste atas self-determination. Demikian tanggapan dan tuntutan kami, atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Madiun, 30 Januari 1999 IKATAN MAHASISWA DAN PELAJAR TIMOR TIMUR (IMPETTU) MADIUN Ketua Sekjen Ttd (cap) ttd MARCOS DA RAMOS JAIME DA SILVA Tembusan disampaikan kepada: 1. Yth. Menlu RI di Jakarta. 2. Yth. Menteri Kehakiman di Jakarta. 3. Yth. DPP IMPETTU se-Indonesia di Jakarta. 4. Yth. Gubernur Timor Timur di Dili. 5. Yth. Ketua DPRD I Timor Timur di Dili. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 09:41:35 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
