----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: ibnu fajar

Ketika $uharto masih berkuasa, tak henti-hentinya dia serta para menteri
serta bawahan lainnya menuduh orang Tim Tim yang menentang penjajahan RI
sebagai penjahat dan pengacau. Rakyat yang sedang dijajah dan dirampas
segala haknya oleh penjajah, disebut pengacau di negeri mereka sendiri.
Itulah salah satu ciri penjajah regim penguasa militer Indonesia.

Hangat-hangatnya masalah Tim Tim dibicarakan, Ali Alatas tidak pernah
ingin mengakui perjuangan rakyat Maubere. Dengan diplomasinya yang kotor
dan busuk, dia berusaha membohongi dunia bahwa segala sesuatu berjalan
adil dan aman di Tim Tim. Sungguh suatu sikap manusia yang memiliki
perikebinatangan.

Ketika dunia menuntut pemimpin besar CNRT (Kay Rala Xanana Gusmao)
dilepaskan dari penjarah, Habibie dan Alatas justru menawarkan syarat:
Pemerintah bersedia melepaskan Xanana dengan syarat dunia International
dan PBB mengakui pemerintahan Indonesia di Tim Tim. Dari sikap dan
pendapat ini dapatlah dilihat betapa tolol dan bodohnya para penguasa.
Mereka tidak ubahnya para penyandera yang selalu menuntut tebusan
sebelum dapat melepaskan sanderanya. Dilihat dari kenyataan yang
mayoritas terpelajar Indonesia sudah mengetahuinya, dapatlah dikatakan
bahwa bermain politik seperti Suharto, Habibie, Alatas serta penguasa
lainnya merupakan suatu tanda kebodohan berpolitik dan berdiplomasi.

Dengan demikian masa kejayaan Alatas sesungguhnya saat $uharto masih
berkuasa sehingga segala akses tentang kejahatan dan sejarah bohongan
Indonesia dapat disembuyikan namun sekarang sudah sulit untuk
ditutup-tutupi karena kekritisan warga negara Indonesia. Ali Alatas
pasti sedang bermimpi buruk dan berpikir manuver politik yang jitu untuk
membohongi dunia tapi itu akan sulit terwujud. Segalanya telah
terbongkar.

Salah satu cara mempersulit dan menakut-nakuti rakyat Maubere adalah
dengan mengirimkan selusin tentara RI ke Tim Tim selagi situasi Jakarta
dalam keadaan rusuh, sehingga gerakan tentara ke Tim Tim tidak diketahui
masyarakat RI karena konflik di Jawa. Sepak terjang ABRI di Tim Tim
semakin memperburuk wajah dan kredibitas penguasa penjajah Indonesia di
Tim Tim, Indonesia, dan dunia. Segala cara telah ditempuh untuk memecah
belah rakyat Maubere tapi ternyata tidak berhasih, justru semakin
terpojok pihak penjajah.

Keadaan ini seharusnya dapat dipahami dan diteliti oleh penguasa
penjajah RI. Rakyat Maubere bukanlah rakyat Indonesia, rakyat Maubere
telah lama berjuang seperti pula rakyat Indonesia yang telah tertindas
oleh penguasa dan sekarang sudah waktunya untuk bangkit dan merebut
kembali hak-hakya yang telah dirampas.

Selamat berjuang rakyat RI dan semoga perjuangan bangsa Indonesia dan
rakyat Maubere, walau dengan tujuan berbeda namun musuh yang sama, dapat
mencapai tujuannya yang mulia.

Selamat berjuang, berjuang dan berjuang.
"To Resist is to Win"(Kay R. X. G.)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Dec 1998 jam 08:07:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke