----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

RATIH DAN POLIMIK

RAKYAT TERLATIH (RATIH) di proklamirkan oleh MenHanKam/Pangab bebrapa
waktu yang lalu cukup banyak mendapatkan sambutan PRO dan KONTRA. Ada
yang menganggap ini adalah suatu rekayasa untuk mempertahankan
kekuasaan, ada pula yang menganggap ABRI sengaja mau berlindung dan
membiarkan Ratih berhadapan dengan rakyat,atau bahkan ada  yang
menganggap ini sebagai pengganti PamSwaKarsa,dan lain2.

YANG JELAS isu RATIH menjadi POLEMIK pada satu minggu terakhir ini,dan
kadang2 menutupi/melebihi berita utama yang merupakan tuntutan pokok
reformasi.Di negara ini pantang ada hal isu baru kalau ada yang baru
biarpun tidak lebih penting dari isu sebelumnya ,langsung saja isu
sebelumnya pun menghilang entah kemana.
Artinya kalau di teliti bangsa ini mudah menangkap dan terperangkap akan
isu2 politik baru yang kemungkinan juga tidak begitu penting dari isu
sebelumnya. Kita bisa memperkirakan isu apa lagi yang akan di lemparkan
dalam menjelang Puasa ,Natal,Tahun Baru dan Hari Raya Ied.
Kelihatannya setiap isu salin menghilangkan dimulai dari bulan Mei 1998
hingga saat ini.Kadang2 kita terjebak akan isu baru dan melupakan isu
lama yang jauh lebih penting.

KEMBALI kepada  isu terbari RATIH tidak kurang dari Jenderal Besar
Nasution telah menanggapi dan bahkan berpendapat bahwa jangan menambah
persoalan yang telah ada. Dan beliau berpendapat bahwa Ratih belum
perlu.Dan banyak lagi tokoh masarakat yang menolak RATIH,termasuk
diantaranya DR.Amien Rais dan para politisi di Republik ini.
Dari komentar2 tsb kelihatannya mayoritas menolak dengan alasan: "Tidak
tepat waktunya untuk mengadakan RATIH karena rakyat  (Jakarta) masih
trauma Pamswakarsa".

DR.AWALUDIN DJAMIN (Jend. Purnawirawan Polisi) termasuk salah seorang
yang menyokong RATIH dengan dasar pemikiran untuk membantu polisi karena
jumlah personel POLRI belum sebanding dengan jumlah penduduk di republik
ini.Dan salah seorang tokoh masyarakat yang mendukung gagasan Ratih ini
adalah GUS DUR.Pada prinsipnya Gus Dur selalu mendukung gagasan apabila
beliau menganggap berguna bagi bangsa dan negara ini.Jadi beliau
mendukung bukan lantaran pamrih dan lain2nya.

SEBENARNYA apapun yang diperbuat pemerintah saat ini selalu di "curigai"
oleh para politisi.Tetapi bagi rakyat awam ini syah2 saja selama tidak
mengganggu stabilitas baik EKONOMI maupun POLITIK.Yang penting bagi
rakyat adalah rasa aman dan janganlah lantaran Ratih membuat kita makin
bersengketa satu dengan yang lainnya.

KAPOLRI dalam suatu wawancaranya menyatakan Ratih akan segera
dilaksanakan karena Pemilu sudah mendekat.Kelihatannya Kapolri lebih
maju lagi dan tidak menghiraukan pendapat masarakat.
Kalau Ratih dipersiapkan untuk menghadapi Pemilu menurut hemat saya ini
alasan yang kurang tepat Karena UU Pemilu pun masih dalam pembahasan dan
barangkali yang dikuatirkan dan sangat rawan adalah masa KAMPANYE
PEMILU.
Kalau yang dikuatirkan adalah masa kampanye maka perlu diatur dengan
mengeluarkan peraturan bahwa kampanye dilakukan tanpa dengan pengerahan
masa (misalnya). Karena kampanye dengan mengerahkan masa akan sangat
berisiko untuk terjadi keributan.Hal ini tentunya perlu kesepakatan
partai2 peserta pemilu yang jumlahnya konon sudah melebihi 100
partai.Barangkali ini salah satu jalan keluarnya, dan mungkin ada cara2
lain lagi untuk menghindari komplik diantara masa pendukung Partai.

BARANGKALI perlu dikaji lagi sistem kampanye mendatang agar tidak
menyebabkan keributan.Kalau ada jalan keluar yang lebih aman bagi negara
ini yang tidak memerlukan pengamanan ekstra,makaRatih kemungkinan belum
diperlukan untuk menghadapi pemilu mendatang.
Kalau kita memaksakan RATIH sudah dapat dipastikan akan terjadi
keributan menentang keberadaannya dan disaat menjelang pemilu Ratih ini
tidak akan dianggap oleh orang yang menentang keberadaannya,dan macam2
akibat yang akan timbul.

KASIHAN RATIH apabila dibentuk dan barangkali juga orang yang mengerti
tidak akan mau menjadi anggota Ratih.Oleh sebab itu sebaiknya Pemerintah
jangan dulu membentuk Ratih dan sebaiknya lebih memberdayakan anggota
POLRI yang ada dan barangkali ditambah satuan Hansip setempat dan mari
kita menghargai aparat POLRI dengan cara mematuhi hukum dan peraturan
perundangan yang berlaku di negeri ini. Mari kita hindari /dan akhiri
komplik antar kita yang berkepanjangan ini.
Mungkin Ratih dapat direalisasikan  pada pemerintahan hasil pemilu
mendatang ,namun setelah situasi politik dan ekonomi kita membaik.

TERIMA KASIH.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Dec 1998 jam 08:19:06 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke