---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk TAK BERHASIL TEMUI JAMSHEED MARKER, MASSA JEBOL PAGAR BANDARA COMORO DILI (MateBEAN, 21/12/98), Bandara Comoro Dili rusuh. Ribuan orang berhasil menjebol pagar besi bandara Comoro Dili dan mengibarkan bendera Forcas Armadas Libertacao de Timor Leste (Falintil). Bentrokan fisik nyaris pecah. Pasukan khusus TNI-AD yang bertugas mengamankan Bandara Comoro Dili sempat dorong-mendorong dengan massa yang berusaha menerobos menuju landasan pacu untuk mencegah utusan khusus Sekjen PBB untuk masalah Timtim, Jamsheed Marker bersama stafnya Francis Vandrel. Aksi massa demonstrasi di Bandara Comoro, Dili, Minggu (20/12), membuat penumpang pesawat Merpati dan para pengantarnya panik. Apalagi pesawat Merpati yang sudah mendarat di Bandara Comoro, pukul 12.00 WITA, dipaks� terbang kembali ke Kupang, karena situasi bandara kacau-balau. Akibatnya, utusan khusus Sekjen PBB itu batal terbang bersama Merpati. Pasukan keamanan kemudian menyelamatkan kedua utusan PBB itu dengan helikopter ke Kupang. Sebelumnya, Marker yang tiba di Dili Sabtu (19/12) melakukan pertemuan dengan berbagai kelompok di Timtim yang berbeda pandangan soal masa depan Timtim. Pertemuan dengan berbagai agenda pembicaraan soal masalah Timtim itu berlangsung sejak Sabtu hingga Minggu di rumah dinas Panglima, Farol, Dili Barat. Marker menemui semua tokoh dari berbagai faksi termasuk dua uskup di Timor Timur yakni Uskup Dili, Mgr. Carlos Filipe Ximemes Belo dan Uskup Bacau Mgr. Basilio de Nascimento. Sementara pertemuan antara Marker, Uskup Belo dan Uskup Basilio berlangsung, ribuan orang berdemonstrasi dengan berkonvoi keliling Dili. Mereka meneriakkan yel-yel pro Xanana Gusmao dan Taur Matan Ruak. Mereka menggelar spanduk yang bertuliskan hujatan terhadap pemerintah dan ABRI. Sebelum konvoi ke Bandara, massa mendatangi kediaman Uskup Belo untuk mencegat Jamsheed. Namun, mereka tak menjumpai orang dimaksud karena pertemuan berlangsung di rumah Panglima. Kemudian mereka bergerak ke Bandara namun dicegat pasukan Brimob di jalan menuju bandara. Mendegar massa akan mencegat Marker di bandara, aparat keamanan mencari jalan alternatif melalui sungai dan jalan tak beraspal. Akhirnya Marker bisa mencapai bandara. Namun massa yang berhasil menjebol blokade Brimob mulai menyerbu Gedung VIP tempat Marker menunggu kedatangan pesawat. Petugas bndara kewalahan. Pasukan Khas TNI-AU yang mengamankan bandara tak bisa berbuat banyak. Dalam sekejab Bandara Comoro nenjadi lautan manusia. Mereka bermaksud menemui Marker dan memintanya berdialog dengan massa di Gedung DPRD Timtim di mana sudah menunggu ribuan orang lainnya. Melihat situasi tak menguntungkan pasukan keamanan mendatangkan helikopter. Massa pun menyerbu helikopter namun terhalang pagar kawat berduri yang dipasang aparat. Kendati begitu massa sempat mendekati helikopter dan mengibar-ngibarkan bendera Falintil dalam ukuran besar. Marker hanya tersenyum, sebelum helikopter yang ditumpanginya menuju Kupang. Massa baru bubar setelah Komandan Korem Timor Timur, Kolonet Tono Suratman memberitahu bahwa Marker telah terbang ke Kupang. "Adik-adik sekalian, aspirasi kalian sudah di bawa utusan Sekjen PBB dan mereka sudah terbang ke Kupang dengan Helikopter," ujar Tono. Massa pun bubar setelah seorang pastor memimpin doa dan meminta bubar.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Dec 1998 jam 13:01:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
