---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- From: Anku Mierza Dibawah ini adalah pengalaman saya sewaktu pulang kerja pada hari selasa 09 Februari 1999 sekitar jam 1700 WIB Pada hari Selasa 09 Februari 1999, sekitar jam 1700 (waktu pulang Kerja) saya pulang melalui Jl. thamrin terus Jl. Sudirman (route tetap saya). Selepas bundaran HI dari jarak 100 Mtr, saya melihat ada Mobil sedan warna hitam (sepertinya mobil dari Segneg/Seri Nopolnya BS) lampu diemnya nyala (kiri/kanan) dan mobil tersebut berhenti dijalur sebelah kanan pas ditanjakan DUKUATAS, karena agak macet saya coba mendekati dan berhenti pas disamping kiri mobil tsb. dan bertanya kepada salah seorang dari dua orang (lelaki) yang ada didekat mobil tsb. (satu pakai baju safari biru tua, dan satu lagi pakai kaos hitam, yang ini mukanya sedikit rusak karena banyak bekas goresan yang telah sembuh dimukanya dan lagi matanya rada sipit salah satunya). Lalu saya bertanya kepada yang memakai baju safari (Kenapa Pak?), tapi orang yang saya tanya hanya bengong, namun yang pakai baju kaos hitam dengan mata tajam (umur +/- 35 Thn) melihat saya berusaha mendekati saya dengan mata agak melotot (saya sempat melihat dia memegang lipatan kadus ditangannya), melihat tatapan mata orang tsb. rasanya seperti ada yang tidak beres dan saya lansung jalan., baru berapa meter saya jalan (keadaan masih macet), saya menemukan lagi seseorang lelaki barbaju kaos hitam muka juga seperti ada bekas luka2 yang sudah sehat dan matapun agak kecil sebelah, yang ini membawa tas yang tergantung dileher dan tasnya ditaroh kedepan (tas tsb. sepertinya penuh, karena gembung, umur lelaki ini +/- 26 Thn). Karena jalur kanan padat (tempat saya jalan di jalur 2 dari kanan) maka saya berusaha mengambil jalur agak kekiri (kira 2 jalur kekiri), setelah berada dijalur yang agak kiri mobil terhenti lagi karena macet, pada waktu yang bersamaan orang yang saya maksud terakhir sempat mendekati mobil saya dan melihat kemobil, lalu saya menurunkan kaca jendela dan melihat kemuka dia (kami sempat beradu pandang), sembari berlalu dia sempat melihat kearah dalam mobil saya dan segera berlalu setengah berlari melintasi dua baris kekanan., dalam keadaan berhenti itu saya berusaha melihat langsung kemana dia berjalan., ternyata dia berjalan menuju kesalah satu mobil Mercedes warna Silver (Nomor seri dua digit/nomornya kurang ingat), dan dia lansung kesamping sebelah kanan mobil tersebut dan saya melihat dia itu memegang kaca spion mobil tersebut dan setelah beberapa detik sudah ada yang dipegangnya(bagian dari kaca spion) dan taroh dimulut/digigit, lalau dia masih mengambil bagian yang lain lagi dari spion tsb. (spion yang sama) pada waktu itu sang sopir mobil tsb berusaha berjalan (memang pada waktu itu jalan yang ditempatinya bisa jalan) tapi tidak ada usaha lain untuk mengatasi gangguan tsb. seperti membunyikan klakson atau turun sekalian (mungkin mencari aman kali). sembari mobil jalan sang lelaki tsb. tetap berusaha mencongkel spion tsb. dan sepertinya sudah selesai sang lelaki memasukan barang congkelannya itu kedalam tas yang ada dibagian perutnya (tergantung dileher) selanjutnya sang lelaki ini segera menuju kesamping sebelah kiri mobil tersebut (mobil ini tetap jalan walau pelan), pada saat itu, mobil tsb sudah berada agak didepan mobil saya, namun berada dua jalur dikanan saya, sewaktu silelaki tsb. telah mendekati spion kirim mobil tsb. saya membunyikan klakson (saya tekan terus) dan segera memotong jalur kekanan dan mendekati mobil mercedes tsb. namun tidak bisa memepet si pencongkel, karena mobil saya agak terhalang oleh sebuah mobil disebelah kiri yang agak miring., mendengar klakson saya tsb. mobil mercedes tsb. berhenti dan sang pencongkelpun terhenti kerjaannya dan berbalik melihat dan melotot kesaya dan sepertinya akan mendatangi saya (pencongkelan belum berhasil, baru list kaca spion yang sempat terlepas dan jatuh diaspal/kacanya belum lepas), tapi saya berusaha memepet dia dan dengan berusaha mengeluarkan kata-kata kesal dan juga ngotot dia pergi menyeberangjalan kekanan (menyeberang jalan arah ke bunderan HI) saya lihat sesampai ditorotoar jembatan dia berhenti memperhatikan saya, dan pada waktu itu pula mobil dibelakang saya membunyikan klakson, sehingga saya kaget, saya lihat didepan mobil sudah agak jauh/sudah jalan, saya sempat melihat mobil mercedes yang kena congkel tadi pindah jalur kejalur lambat dan selanjutnya saya tidak mengetahui lagi apakah dia tetap jalan dijalur lambat atau turun kegedung Landmark., selanjutnya saya jalan terus (dijalur tengah), tidak jauh saya jalan (didepan pintu keluar gedung Landmark) saya melihat ada Mobil Polisi putih parkir, dan dipembatas jalur ada seorang Polisi berdiri mengatur lalulintas., saya berusaha mendekati walau harus pindah jalur, dan saya mendekati Polisi ini (saya tidak tau nama dan sebutan pangkatnya tapi sepertinya pangkatnya bengkok kuning dua buah)., saya lapor bahwa ADA PENCONGKELAN MOBIL DIDUKUATAS DAN YANG KENA MOBIL MERCY mendapat laporan begitu dia menjawab BAIK PAK TERIMA KASIH SAYA AKAN BERDIRI DISANA (sembari hormat dia lansung berjalan dan saya juga terus jalan). Dari kejadian tersebut, saya mengharapkan para pembaca dapat lebih berhati-hati dan bagi Para Petugas dijalan raya., mungkin perlu menempatkan petugasnya yang berpakaian Preman dijalan-jalan untuk mengantisipasi gangguan., kalau berpakaian dinas, tentu mereka akan menghindar/menghilang. Semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi para pembaca atau mungkin ada saran untuk mengatasi gangguan dijalan Terima kasih Angku. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 10 Feb 1999 jam 09:12:50 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
