----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

K P R P (Komite Perjuangan Rakyat untuk Perubahan)
Yogyakarta
Sekretariat:  Jl. Kaliurang, Gang Pandega Marta VI/32, Yogyakarta.
Telepon: (0274) 543665, E-mail: [EMAIL PROTECTED]
==================================================================
KRONOLOGIS AKSI KPRP
  10 FEBRUARI 1999

Jam 08.50
Aksi dimulai didepan jalan antara Univ. Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan
kampus Univ. Sanata Dharma kampus Mrican-Yogyakarta, yang dibuka dengan
orasi dari Koordinator lapangan (korlap), kawan Abhie. Jumlah massa sekitar
20-an orang.

Jam 09.00
Massa bergerak menuju pintu gerbang kampus UAJY dan melakukan orasi
menyoroti tentang perlunya Referendum untuk rakyat Maubere dan tolak
Undang-Undang Politik disertai dengan yel-yel untuk menarik simpati massa
cair agar bergabung dengan peserta aksi. Beberapa mahasiswa UAJY datang
bergabung.

Jam 09.05
Beberapa poster bertuliskan, "ABRI pembunuh Rakyat", "Tolak UU Politik",
dll. mulai dibentangkan.

Jam 09.15
Peserta aksi secara bersama-sama menyanyikan lagu Darah Juang dan bergerak
menuju kampus Universitas Sanata Dharma (Sadhar).

Jam 09.25
Aksi dilanjutkan ke halaman depan kampus Universitas Sanata Dharma dan
disambut oleh kawan-kawan dari SOMASSI.

Secara bergiliran beberapa mahasiswa diminta untuk menyampaikan pendapat
mereka dengan berorasi.

Jam 09.30
Orasi dan agitasi dari Ketua KPRP dihalaman depan kampus Sadhar tentang
pemilu yang demokratis tanpa 38 kursi diparlemen, dan itu berarti militer
harus kembali kebarak sekarang juga !!.

Jam 09.45
Massa bergerak dari kampus Sanata Dharma kearah barat kemudian diteruskan
kearah utara sampai dipertigaan jalan STM Pembangunan.

Jam 10.00
Agitasi dan orasi didepan kampus IKIP Karang Malang dilakukan secara
bergantian oleh beberapa kawan peserta aksi yang umumnya berbicara tentang
perlunya untuk segera dicabutnya Dwi Fungsi ABRI yang mana dengan doktrin
Dwi Fungsi ABRI tersebut militer dengan seenaknya membenarkan kehadiran
mereka dalam urusan sosial politik sipil.

Disepanjang jalan massa disambut dengan meriah oleh rakyat sekitar. Disini
beberapa kawan berorasi tentang mahalnya harga kebutuhan pokok yang mana
semakin membuat rakyat menderita.

Orasi disertai dengan menyanyikan plesetan lagu mars ABRI. Jumlah massa
bertambah.

Jam 10.30
Peserta aksi KPRP sampai di bunderan UGM, disana massa dan para wartawan TV
dan media cetak sudah menunggu.

Jumlah massa 100-an orang.

Jam 10.40
Orasi dari perwakilan Dewan Mahasiswa (DEMA) UGM yang menyingung tentang
pemilu dan pencabutan Dwi Fungsi ABRI.

Jam 10.45
Orasi dari Ketua Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW PRD)
Yogyakarta, Harris Rusly Motty  yang menyorot tentang Undang-Undang
Politik, pentingnya Koalisi Oposisi Sipil Demokratik, dan agar masyarakat
jangan terjebak dengan isu-isu SARA. Sudah cukuplah kasus Ketapang, Kupang
dan Ambon.

Jam 10.50
Hapenning Art dari kawan-kawan KPRP yang memperagakan kekejian aparat
(memperkosa rakyat) atas nama hukum. Jalanan sempat macet beberapa saat
karena para pengendara sepeda motor/mobil tertarik dengan aktraksi yang
ditampilkan.

Massa rakyat dan mahasiswa mulai berdatangan. Secara keseluruhan aksi KPRP
ini diikuti sekitar 150 - 200-an orang.

Jam 10.55
Orasi dari Ketua Solidaritas Massa untuk Demokrasi (SOMASSI) kampus Sanata
Dharma tentang Dwi Fungsi ABRI.

Jam 11.00
Orasi dari perwakilan Solidaritas Pemuda untuk Perjuangan Rakyat (SPPR)
kampus Atma Jaya yang mendukung sepenuhnya aksi penolakan UU Politik yang
dilakukan oleh KPRP.

Jam 11.10
Pembacaan statement oleh Ketua KPRP, Puthut Eko Aryanto kemudian
dilanjutkan dengan pembakaran patung robot yang memegang senjata (militer).

Sebagai penutup lagu Darah Juang sekali lagi dinyanyikan secara
bersama-sama kemudian diikuti dengan pembakaran poster-poster sebagai tanda
protes atas belum tuntasnya reformasi total.

Jam 11.15
Aksi selesai.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Feb 1999 jam 02:43:18 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke