---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk From: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [perempuan] SiaR---SANG PASTOR PEJUANG ROMO MANGUN TELAH PE Sekelumit kisah Eyang Mangun yang budiman Romo Mangun telah meninggalkan kita semua. Apakah yang telah Romo tinggalkan buat kita semua? Selain apa yang telah dituliskan oleh SiaR, ada hal-hal yang lain yang terlupakan yaitu kekonsistenan, kesetiaan Romo terhadap perjuangan bagi demokrasi, hak asasi manusia, religiositas dan (ini yang sering dilupakan banyak aktivis yang elitis, bersama rakyat kecil, istilahnya Romo adalah kaum hina-dina, miskin-lemah). Dalam disertasinya George Aditjondro (1993, 167-8) mengisahkan bahwa pada Januari 1974 ada 40 pastor yang mengkritik praktik-praktik pembangunan pemerintah. Namun 15 tahun kemudian pada tahun 1989, dalam konteks penggusuran di Kedung Ombo, dari 40 pastor, Romo tinggallah seorang diri yang berani mengkritik pemerintah secara terbuka. Dari sini kita lihat kekonsistenan Romo dalam mengkritik pemerintah. Romo bukanlah model pahlawan kesiangan yang baru berani setelah melihat orang banyak berani. Romo berani berjalan sendirian, sekalipun harus berjalan sendirian. Kisah kebudimanan Romo Mangun (Romo suka memakai kata budiman-budiwati) yang belum SiaR ungkapkan adalah kesediaannya untuk hidup bersama dengan orang-orang kecil di pinggir Kali Code. Pertama kali, kalau tidak salah tahun mulainya adalah tahun 1981/1982, Romo tinggal di dekat Bong (Kuburan) Cina, Terban. Di sini Romo tinggal di kampung miskin, tanpa listrik dan mandi di mata air yang ada di kali Code. Kemudian Romo pindah lagi, ke kampung yang lebih miskin lagi di bawah jembatan Gondolayu pada tahun 1984. Ketika terjadi kontroversi penggusuran orang-orang hina-dina miskin-lemah ini, Romo Mangun bertekad untuk mengambil jalan ahimsa, mogok makan. Saya masih ingat ketika itu, ada sedikit intelektual elit, yang mengkritik cara Romo. Waktu itu Romo bergumam, mengapa mereka berubah? Tapi Romo menjawab sendiri gumamannya itu, "Saya harus berjalan terus". Dalam konteks kisah penggusuran penduduk Kali Code, Romo juga membuka kisah mengenai almarhum Sri Sultan yang elitis dan tidak mau bersuara mengenai Kali Code, di sisi lain Romo juga memuji Emil Salim. Kisah lain adalah kekagumannya pada Cina, ketika Romo pulang dari RRC tahun 1987, Romo begitu antusias sekali dengan Cina. Dia berkobar-kobar mengatakan kita harus belajar dari Cina. Sekalipun begitu Romo tetap kritis dengan Partai Komunis Cina yang sama saja dengan rejim Soeharto dalam menindas rakyat. Sisi lain dari ini adalah keberpihakan Romo terhadap sosialisme. Romo adalah pengagum Syahrir dan sedikit banyak dekat dengan orang-orang PSI kiri (bukan yang kanan, PSI yang akar rumput, seperti Pak Dayino). Itu dibuktikannya dengan menulis soal Syahrir, kedekatannya dengan sahabat-sahabat kirinya dan juga membela kaum kiri Indonesia, seperti PRD dan juga Isti Nugroho, Bambang Subono dan Bonar Tigor Naipospos pada tahun 1988/1989. Ketika itu Romo sudi menulis surat ke Harsudiono Hartas dan Sarwono untuk mengijinkan kami menjenguk Isti dan Bono yang ditahan di Kodim. Tanpa berpikir resiko, Romo berani menuliskan surat ke kedua pejabat tinggi itu untuk memperhatikan kasus ini. Pengaruhnya digunakan bagi mereka yang teraniaya. Inilah kesaksian religiositas yang dalam dan mulia. Romo juga sangat peduli dengan kerukunan antariman. Menyangkut soal ini ada kisah jalinan antar iman yang mungkin patut disimak. Pada tahun 1980an, Romo gundah ketika Darwis Khudori (salah seorang sahabat Romo Mangun) dijothak (didiamkan, baca dimusuhi) oleh Amien Rais (ketika itu Bung Amien masih sektarian sekali, Syukurlah kalau sekarang beliau bertobat). Romo, sampai mengutarakan ini kepada Mas Kuntowijoyo, agar keduanya didamaikan. Selain itu Romo membenci Kasebul (Khalwat Sebulan (Kader Sebulan? Red. SiaR)) yang diorganisir oleh Pater Beek dan kemudian dilanjutkan oleh Romo Lukas SJ. Romo ingin agar kaum Katholik itu berbuat bagi mereka yang hina-dina, miskin-lemah dan tidak untuk mengkatholikkan orang. Bagi Romo Mangun, ini tidak boleh terjadi. Saya masih ingat Romo pernah berkata, "Jadilah Muslim yang saleh", kepada seorang teman Muslim di lingkaran kami di Code dulu. Arsitek, penulis, pekerja sosial, pelukis (Romo pandai menggambar dalam kaca dan khas sekali guratan gambarnya), pastor desa (Romo menyebut dirinya demikian), pengenyek (suka meledek baik orang-orang di dekatnya, apalagi rejim), kadang pemarah tapi juga lupa kalau sudah marah, itulah Romo Mangun. Lalu bagaimanakah kehidupan pribadinya? Kehidupan pribadi Romo adalah kehidupan yang sederhana, ketika di Code, dia tidur tanpa kasur, hanya dengan tikar/lampit dan bantal tipis. Namun tatanan kamarnya mencerminkan kerapihan dan kebersihan. Tentu saja ada paradoks, Romo senang dengan mobilnya, dia mendisain sendiri mobilnya dan dia menyetir ke mana-mana sendiri. Kisah kemanusiaan lainnya adalah antusiasmenya berteman dengan kaum muda, tanpa membeda-bedakan. Jadi selalu saja ada sekelompok anak muda yang bersama Romo, belajar menimba ilmu dari Romo dan sebaliknya. Bagaimanapun saya merasakan pernah ditempa oleh Romo Mangunwijaya dengan kisah-kisahnya mengenai pengalaman hidupnya, perjalanan bersama kami di seputar Jawa Tengah-Jakarta-Yogya, kerjasama di Code, konflik kami yang menggundahkan tapi membuka dimensi kekritisan. Maafkan saya Romo saya tidak sempat mengusap tangan dan pipi Romo, selamat jalan menuju tempat Allah Maha Rahim (Romo senang menyebutNYA dengan sebutan ini). Kita pasti bertemu lagi di Tempat Maha Rahim, semangat Romo, kecintaan-keberpihakan terhadap orang-orang hina-dina, kecil-lemah-miskin, akan kami teruskan. Kiranya Allah Maha Rahim mengampuni segala dosa Romo, dan akan memandang Romo dengan Mata Hati Allah yang MAha Bijaksana. Amin. Sekali lagi selamat Jalan: guru-kawan-sahabat, Romo Mangunku Damairia Pakpahan Date: Wed, 10 Feb 1999 20:56:24 +0700 From: liang <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [perempuan] SiaR---SANG PASTOR PEJUANG ROMO MANGUN TELAH PERGI To: [EMAIL PROTECTED] Reply-to: [EMAIL PROTECTED] semoga jejaknya diikuti orang banyak. liang + --------------------------------------------------------------------- ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 09:50:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
