---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Di kelas Photography 3, saya mengangkat tangan dengan bangga ketika sang guru menanyakan,apakah sudah ada yang menghasilkan karya foto bebas sesuai dengan per mintaanya dulu? saya serahkan foto hitam putih hasil jepretan saya pada sebuah apartement tua di Hollywood, yang nampak kotor tapi eksotis ,terali besi,jendela rudak tangga darurat karatan nampak seperti karya seni yang elegan dalam foto yang saya cetak sendiri di kamar gelap kampus. Tapi tidak seperti yang saya harapkan, sang guru cuma memuji sedikit, selebihnya dia bilang " Karya ini bagus " yah saya tahu kebiasaan orang sini, dia akan memuji dulu sebelum mengkritik.. " Tapi ada yang kurang " ya ya..mentang mentang dia photo grapher pengalaman," Foto ini nampak sepi dan tidak manusiawi, karena tidak kelihatan sosok manusia didalamnya " Hah? saya tersentak, dia melanjutkan " Kita harus tahu, secara psikologis itu manusia tertarik pada mahluk sesamanya, jadi usahakan dalam membuat foto anda menaruh sosok itu tidak perduli besar atau kecil,tua atau muda, yang masih hidup atau sudah menjadi mayat, karena manusia selalu menghantarkan kita pada cerita " Saya tidak tahu bagaimana dengan anda, tapi sejak mendengar omongan guru itu , setiap kali saya membidikan kamera, saya selalu menempatkan manusia didalam lensa, entah pemandangan cantik di Yosemite National Park, entah di Zion Canyon, di puncak Stratosphire tower di Las Vegas atau di atap Empire State Building di New York city Tentu saja begitu saya menyaksikan gay parade di Paramount Studio, saya banyak membidik kumpulan manusia unik ini habis habisan kedalam slide. Dan hasilnya saya menemukan bahwa karya foto saya yg terbaik adalah yang terakhir ini. Sekarang kamera saya jarang digunakan. Saya taruh dipojokan lemari di kegelapan. Sekarang saya memotret manusia dalam pikiran dan pemahaman.Walaupun hasilnya tidak dalam bentuk cetak gambar dan tidak bisa dilihat orang lain, walaupun cuma saya sendiri yang bisa menikmati ini semua. Saya tuliskan ini, siapa tahu anda juga penya ide yang sama. Saya bekerja disebuah perusahaan microfilm. Ada 259 karyawan disana. Dari sekian orang itu 80 nya bekerja di second sift. Dan dari jumlah itu 24 karyawan bekerja di departement saya. Bayangkan betapa banyaknya manusia yang bisa saya potret. Ya saya berada di ladang menarik, ditengah tengah lautan bule yang berlainan karakter dan sikap. Diantara perairan asing itu, cuma saya satu satunya sebuah pulau coklat yang sendirian tapi tidak pernah kesepian. Karena diantara mereka saya merasa nyaman dan punya beberapa sahabat. Baiklah , karena memotret manusia itu menarik saya akan memperkenalkan beberapa teman kerja: Julia Bride, Perempuan berumur 40 tahun ini adalah karyawan gesit dan cekatan. Dia punya 2 anak dari suami pertama yang diceraikan beberapa tahun yg lalu, sekarang dia tinggal serumah dengan pacarnya," I live in sin " katanya nyegir ketika saya tanya kenapa tidak kawin saja? James Stroll, Pria gendut yang sangat religious ini masih sekolah di Baptist College. Kecintaannya pada Bible luar biasa. Bicaranya sangat pelan dan hati hati, James yang tidak pernah nonton bioskop karena " larangan dalam agama " itu juga vegetarian fanatik yang selalu nampak sedang terus menerus merenung. Ketika saya tanyakan " kenapa Loth melakukan Incest dengan anak perempuannya sendiri, dan tidak dikutuk Tuhan?" seperti yg saya baca dalam Bible Istri saya, dia menjawab tenang " Anda mesti menamatkan bacaan agar mengerti ". Serene, Gadis cantik berumur 19 tahun ini sedang hamil 6 bulan. Serene kumpul kebo dengan pacarnya yang pengangguran itu bertahun tahun. Perutnya mulai membesar,walaupun demikian dia sangat handy dan gampang diminta pertolongan. Hampir setiap hari saya ganggu wanita belia ini dengan sejumlah pertanyaan tolol. Terakhir saya tanya kedia " Kenapa kamu hamil?kamukan terlalu muda" Dia menjawab dengan senyum, persis seperti ketika saya tanya " Kenapa beli jeep KIA ? itukan mobil buatan Korea yang kurang bermutu perusahaannya saja sudah bangkrut " dia senyum dan menjawab " Oh Ya? saya kira itu buatan Amerika " Jim Dean, Inilah sahabat yang mudah senyum, Jim sangat jumpy, sering kagetan. setiap break dia dan saya akan berebutan menelpon Istri. Jim hobby komputer, dia pekerja keras, Umurnya 33 dan telah memiliki 2 anak. Jim tidak pernah naik pesawat seumur hidup, ketika saya bilang saya akan terbang ke New Orleans dan Tampa minggu depan, dia terhenyak " Mengapa tidak nyetir mobil aja kesana?" Kepinginnya sih begitu, tapi saya kan tidak punya banyak waktu. Minta off seminggu saja nanti, gaji saya akan dipotong lantaran belum waktunya saya vacation. Tapi demi sebuah pertualangan, jelas saya relakan itu semua.Jim adalah teman baik, summer nanti kita akan mencoba canoeing dan mancing bersama sama. Dean Chesney, Tidak ada yang lebih lembut dari Dean, Pria berkacamata ini juga teman baik yang sangat toleran.bekas kadet US Navy ini sudah melalang keliling dunia gratis lantaran kerja di kapal perang. Album fotonya tebal, makanya ketika saya anjurkan agar dia jalan jalan ke Asia, dia dengan kalem menolak " Jalan jalan? di bumi ini tempat mana yang belum saya pijak ?" sindirnya sambil tertawa. Brian Evans, Jika melihat laki laki muda ini sepintas, dia nampak seperti gang member yang kejam, tapi coba sapalah Brian, dia akan membalas dengan ramah. Setelah bercakap cakap dengan orang ini, anda akan mengetahui bahwa Brian terlalu baik bahkan untuk membunuh nyamuk saja dia jelas akan ragu ragu.Belakangan ini Brian jarang ngantor, dia sedang terserang flu,Brian adalah calon sahabat berikutnya.. Doug Derek, Rambut pirangnya yang panjang di ikatkuda, wajahnya berewokan. Doug hobby main sony playstation dan Nintendo, merokoknya kuat tapi lagi lagi dia sangat mudah diajak bercakap cakap. Selalu menawar kan games pada saya. Mobilnya van butut yang susah dihidupkan. Bila sedang bekerja nampak seperti robot, saat break dia kembali menjadi manusia. mendengar broken english saya, dia mengira itu slang penduduk California. Sandy Rickson, Inilah godaan, setiap kali dia melintas saya mencuri pandang. Tubuh perempuan yang menjabat Human Resource itu sangat sintal dan bagus. Setiap kali pikiran buruk tiba saya bertasbih menyebutkan nama Istri dalam hati agar tidak berzina dengan Sandy dalam imajinasi. Saya jarang ngomong dengan wanita ini, terakhir saya berada di ruang kerjanya cuma untuk minta ijin off buat ke Florida itu. Robert Rogers, Pria heavy metal ini rambutnya ngepunk.Setiap hari dia membawa koleksi cd musik rock yang didengarkan lewat discman.Mendekati umur 30 robert masih tinggal dengan orang tua dan tidak punya pacar. Selalu merong rong saya untuk mencarikan dia pacar orang Asia, " I love Japenese, man " katanya, saya ingatkan berkali kali bahwa Indonesia itu bukan Jepang, tapi setiap hari dia lupa dan selalu mengucapkan " I love to have a girl from your country, I love Japenese ,man " Nah, itulah beberapa manusia yang saya potret dalam kamera jiwa. Ada yang free sex , ada yang sangat agamais, ada yang tertutup, ada yang sangat blak blakan. Seperti dimanapun anda jumpai semua manusia memang berbeda. Perbedaan ini juga kita jumpai di Indonesia. Tapi ada yang unik, tidak seperti yang dipikirkan banyak orang di Indonesia tentang diskriminasi orang putih di Amerika, saya tidak merasakan sedetikpun beda perlakuan ini. Bahkan kadang kadang saya berpikir, apakah mereka buta warna karena tidak melihat kulit saya ini, ataukah pemahaman orang kita yang salah tentang culture mereka. Akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan. Bahwa orang kita di Indonesia banyak mendapatkan pemahaman dari mitos bukan fakta, seperti juga lambang Garuda Pancasila yang burungnya adalah burung mitos yang tidak pernah ada, seperti mitos ramah tamah dan toleransi yang jarang ada, budaya bermasyarakat kita dibangun berdasarkan fatamorgana. Pada blind fate dan religious buta, pada kebanggaan semu hebatnya budaya timur, sambil mempelajari barat dari film film mafia, jarang yang mau memahami mereka dengan mendekatkan jarak dan memotret mereka dengan kamera apresiasi yang sesungguh nya. Dengan bincang bincang,dengan pergaulan dengan menganggap mereka seperti anggota keluarga... Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 21:17:21 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
