---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- From: Tri Widodo SOEHARTO TAK PERNAH MERASA BERSALAH Membaca surat kabar harian dan e-mail dari indonews atas pertemuan soeharto dg gus dur dan Dr. sulastomo MPH, benar benar memberikan kesan pada saya bahwa soeharto adalah seorang yang berhati keras dan sangat sombong........ Pertama, menanggapi ajakan tobat nasional dari Emha, dia mengundang gus dur untuk berkonsultasi. Ironisnya gus dur, tokoh kontroversi suka asal ngomong, yang selama ini dianggap oleh "sebagian" orang NU sebagai panutan, dengan bangganya menyatakan bahwa masalah tobat itu bersifat individu, tidak ada tobat bareng-bareng atau tobat nasional, tobat bisa dilakukan sendiri-sendiri.......melegakan soeharto. soeharto sendiri menanggapi ajakan tobat nasional tersebut lebih sebagai ajakan seorang budayawan rendahan daripada sebagai ajakan Tuhan kepada hamba-hambaNya untuk kembali pada pintu pengampunan yang selalu terbuka. Toh, terlepas dari siapa ajakan itu berasal, bareng-bareng atau sendiri-sendiri, tobat merupakan masalah yang berhubungan dengan Tuhan sebagai keharusan atas perbuatan dosa seseorang pada saat ia mengharapkan pengampunan. Hal tersebut membuktikan bahwa untuk bertobat saja seorang soeharto masih merasa gengsi, untuk meminta maaf kepada tuhan yang menciptakannya pun dia masih pikir-pikir...barangkali harga diri dan hartanya lebih bernilai daripada secuil pengampunan Allah... Kedua, kepada Dr. sulastomo MPH, dengan bangganya soeharto membeberkan kekuatannya, begitu masih besarnya dukungan dan loyalitas ABRI terhadap dirinya... Sungguh hal ini membuktikan betapa sombongnya soeharto dihadapan rakyat pemilik negeri ini. Kalaupun dia dan seluruh komponen ABRI masih berada dalam satu kubu dengan rakyat berada di kubu yang lain apakah dia akan merasa memenangkan pertandingan dengan menghabisi seluruh rakyat untuk dapat menjadi presiden kembali dengan bangkai rakyat atau terlepas dari gugatan/tuntutan hukum rakyat. Terakhir, sikap pernyataan dia selama ini yang tak pernah menunjukkan perasaan bersalah sedikitpun berkaitan dengan perolehan harta kekayaan hasil KKN dan penyalahgunaan kekuasaan selama lebih dari tiga dasawarsa. Belum lagi ditambah dengan kejahatan-kejahatan militernya terhadap rakyat Aceh, orang-orang Islam dan rakyat-rakyat kecil yang digusur paksa dari tanah tempat tinggalnya dan masih banyak lagi..termasuk kejahatan dalam sejarah bangsa..... Secara pribadi saya merasa sangat yakin bahwa soeharto pasti bersalah...rakyat yang bodoh pun akan dapat menyimpulkan profil dan penampilan seorang pemimpin yang adil dan jujur dengan melihat sepak terjangnya selama 32 tahun Rasanya pendekatan pembuktian hukum, untuk mengusut kasus soeharto, yang ada saat ini harus dibalik dari pembuktian yang dimulai dari apakah seseorang bersalah (praduga tak bersalah) menjadi pembuktian yang dimulai dari apakah seseorang tidak bersalah (praduga bersalah)...karena sudah begitu banyaknya dosa dan kesalahan dia. Terlalu lelah buat kita untuk terus-terusan menghujat, namun yang masih menjadi pertanyaan yang begitu membuat penasaran adalah bahwa soeharto yang seorang tua di usia senjanya kenapa tidak memcoba untuk benar-benar membenahi diri kembali sebelum terlambat......... apa sebebarnya yang masih menjadi keinginan....dan target pencapaian dia....... Demikian, sekedar ungkapan uneg-uneg yang begitu mengganjal..... Tri Widodo UI Depok ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 09:08:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
