---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Stockholm, 15 Februari 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. Untuk Akhi Haris A.Falah (Indonesia). Akhi Haris A.Falah pada tanggal 15 Februari 1999 telah menyampaikan tanggapannya kepada tulisan saya "DAULAH ISLAM RASULULLAH DAN UNDANG UNDANG MADINAH-NYA TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN NII" yang dipublisir pada tanggal 11 Februari 1999, dimana tanggapan akhi Haris A.Falah saya lampirkan di bawah ini. Bagi yang akan bertanya tentang masalah NII, silahkan langsung berhubungan dengan pihak berwenang dari NII, atau kemungkinan melalui akhi Haris A.Falah, Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman -------------- Haris A.Falah wrote: Assalamu 'alaikum wr. wb Betaw, 13 Februari 1999 Pada tanggal 11 Februari akhi Sudirman menanggapai pertanyaan yang ditujukan kepadanya masalah NII dari saudara Muharib (Bandung). Saya coba menanggapinya walaupun mungkin saya bukan orang yang paling berwenang terhadap ini, karena ini menyangkut masalah Islam maka orang Islam pada dasarnya seluruhnya berwenang untuk meluruskannya. Hal ini sesuai dengan Proklamasi NII (7 Agustus 1949), Imam Kartosuwirjo sebagai proklamator menyebutkan "Atas nama ummat Islam Indonesia'. 1. Saudara Muharib mendapat informasi atau berjumpa dengan aktivis NII yang dalam da'wahnya tersembunyi, ini Bagaimana?. Saya coba sedikit menerangkan tentang sistem Da'wah Rasulullah yang beliau merupakan contoh tauladan kita ummat Islam (Qs. 33:21). Dalam Manhaj Haraki yang ditulis oleh Munir Ghadban, Da'wah Rasul pada garis besarnya dibagi menjadi 3 tahapan : a. Sirriyatud da'wah wa sirriyatut tandzim (Da'wah tentang nilai-nilai Islam dan penataan da'wah (organisasinya) sama-sama rahasia. b. Jahriyatud da'wah wa Sirriyatut tandzim (Nilai-nilai Islam disampaikan secara terbuka sedangkan organisasi da'wahnya tetap dirahasiakan. c. Jahriyyatud da'wah wa Jahriyatut tandzim (seluruhnya terang-terangan). Tahapan-tahapan itu dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi (faktor internal dan eksternal sangat diperhitungkan). 2. Jihad dengan harta terkesan dipaksakan. Didalam perjuangan memang faktor dana sangat dibutuhkan, sebab berjuang tanpa dana sama halnya menjebloskan diri ke dalam kebinasaan. Namun cara menghimpun dana tidak boleh menghalalkan segala cara. NII dengan jajaran aparat dan seluruh warganya, insya Allah sangat memegang teguh nilai-nilai Islam yang bersumber kepada Al Qur'an dan Sunnah, sebab dalam Qanun Asasi NII disebutkan bahwa Hukum yang tertinggi adalah Al Qur'an dan Hadits Shahih. Sedangkan dalam AL Qur'an Al Baqarah (2) ayat 219 "wa yas alunaka madza yunfiquun ? qulil 'afwa (Kalau mereka bertanya tentang infaq (berapa jumlahnya ? Adalah sekemampuannya ). Artinya tidak ada batasa berapa mesti dikeluarkan dan tidak dipaksanakan. Dan itu yang berlaku di NII. Besar infaq tergantung dari keimanan seseorang, contoh Abu Bakar menyerahkan seluruh harta, Utsman separuhnya dst. Namun memang ada kelompok-kelompok tertentu yang mengatas namakan NII akan tetapi dalam beraktivitas sangat tidak sesuai dengan ajaran Al Qur'an dan As Sunnah. Dan ini adalah merupakan ujian buat NII sendiri, lebih jauh lagi Al Qur'an mensinyalir apabila Islam ini akan direalisasikan secara utuh, maka orang kafir tidak akan tinggal diam (QS. 61:8). 3. Daiyah NII tidak berjilbab ?. Saya rasa memang sejak awal saudara Muharib bertemu dengan aktivis yang mengatas namakan NII, yang sama sekali tidak mencermin seorang figur yang Islami, memaksakan infaq, tidak menutup aurat bagi wanitanya, mungkin barangkali juga nanti anda akan mendengar mereka tidak melaksanakan shalat sebagaimana kita laksanakan dst. Namun sekali lagi saya tegaskan kalau betul-betul Aktivis NII, pasti daiyahnya berjilbab, bahkan ada sebagian yang bercadar. Sebab kalau kita ingin menegakkan Islam dalam makna yang luas, Islam itu harus tegak dulu dalam diri kita. Mana mungkin kita menegakkan sesuatu tapi sesuatu itu tidak tegak dalam diri kita. Saya rasa itu keterangan dari saya semoga ada manfaatnya. dan apabila anda menemui kebenaran dalam keterangan itu semua itu semata dari Allah SWt (QS. 2:147). Wassalam Haris. A. Falah ------------ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 09:17:01 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
