----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Kepada
PYM Bapak Presiden BJ Habibie
Gedung Bina Graha
Jakarta Pusat.

Tembusan :

Bapak Sekjen Deplu Santoso Raharjo SH
Jalan Taman Pejambon no.6
Jakarta Pusat.

Bapak Menlu RI Ali Alatas
Departemen Luar Negeri
Jakarta.

Bapak Itjen
Departemen Luar Negeri
Jakarta.

Bapak Totok Soegianto
Karu Kepegawaian
Departemen Luar Negeri
Jakarta.

Bapak Inspektur Kepegawaian
Departemen Luar Negeri
Jakarta.

Assalamu'alaikum wr wb.

Melalui surat ini saya menyampaikan informasi mengenai keterlibatan
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Swedia kepada KKN (Korupsi,
Kolusi, Nepotisme) dan kejadian-kejadian yang lainnya untuk diambil
tindakan seperlunya.

Informasi mengenai keterlibatan KBRI (dari Duta Besar sampai ke stafnya)
kepada KKN sudah sering di beritakan dalam media internet. Begitu juga
keterlibatan KBRI (Duta Besar dan stafnya) yang berkedudukan di
Stockholm kepada KKN.

Salah satunya mengenai kebakaran yang terjadi di tempat kediaman Duta
Besar pada tahun 1998 di Lidingv, Stockholm, dimana ketika terjadi
kebakaran, semua barang-barang berharga sempat di selamatkan, tetapi
ketika laporan disampaikan ke Jakarta barang-barang berharga yang sempat
diselamatkan dilaporkan sebagai barang-barang yang terbakar, sehingga
KBRI Swedia mendapat ganti rugi 1,6 milyar rupiah dari Jakarta. Ketika
terjadi kebakaran, Duta Besar sedang main golf, tetapi dalam laporan ke
Jakarta disebutkan bahwa Duta Besar sedang menjalankan tugas.

KBRI dalam memberikan informasi tentang keadaan ekonomi Indonesia dan
perkembangan situasi setelah jatuhnya Presiden Suharto tidak kepada
seluruh anggota masyarakat Indonesia, melainkan hanya kepada orang-orang
tertentu yang dipilihnya. Padahal setiap warga masyarakat Indonesia
mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Jadi KBRI dalam memberikan
informasi tentang keadaan situasi di tanah air haruslah kepada semua
warganya yang ada di Swedia, karena memang itu adalah salah satu tugas
dari KBRI.

Kemudian tentang adanya usulan dari salah satu warga masyarakat
Indonesia yang ada di Stockholm untuk membentuk perkumpulan pengajian
yang di tolak oleh Duta Besar dengan alasan Duta Besar tidak berminat
dalam pengajian.

KBRI juga keberatan memberikan alamat-alamat warga Indonesia yang
beragama Islam yang ada di Swedia kepada salah seorang warga Indonesia
yang tinggal di Stockholm. Ketika diminta surat keterangan resmi
mengenai kenapa tidak boleh menyampaikan nama-nama dan alamat-alamat
yang diminta, dikeluarkanlah satu surat, tetapi tidak di cap oleh KBRI
dan hanya ditandatangani oleh salah seorang pegawai KBRI yang tidak
punya wewenang untuk menandatangani surat tersebut, dimana tindakan
penandatangani ini adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Selanjutnya diantara pegawai KBRI ada yang punya kebiasaan merekam
pembicaraan dalam telepun dari warga masyarakat Indonesia yang ada di
Swedia, dimana tindakan ini melanggar Hak Azasi Manusia. Juga pernah
menginterogasi kepada salah seorang anak dibawah umur 18 tahun dari
salah satu keluarga warga Indonesia yang ada di Stockholm tanpa
sepengetahuan kedua orang tuanya.

Sebagai salah seorang warga masyarakat Indonesia yang tinggal di Swedia,
saya sangat prihatin melihat dan mendengar kejadian-kejadian tersebut
diatas. Untuk kebaikan nama Indonesia di luar negeri, saya perlu
mengajukan masalah-masalah tersebut dan melalui surat ini saya memohon
agar supaya KBRI di luar negeri, khususnya yang ada di Swedia
dibersihkan dari penyakit KKN dan petugas-petugasnya yang terlibat
ditarik kembali ke Jakarta. Sebaiknya sebagai pejabat Duta Besar dan
stafnya diberikan kepada tenaga-tenaga yang muda dan energik yang
sanggup memperluas hubungan antara Indonesia dengan negeri-negeri yang
bersangkutan dan mampu memperkenalkan kebudayaan Indonesia dan daerah
parawisatanya.

Sekian dan terimakasih.

Wassalam.

Ramlan Said
Sweden

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 09:20:41 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke