----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Marilah ikut saya ke Bennett Spring,
Tempat itu terlalu indah untuk dilewati bila anda
kebetulan datang ke Missouri.12 miles disebelah barat
kota kecil bernama Lebanon menyusuri highway 64 sebelum
mencapai sungai Niangua yang jernih anda berbelok
ke kiri dan akan sampai di mata air Bennett.

Cobalah lihat air yang mengalir jernih itu.
Apakah tidak seperti kristal warna air disana?
Bening dan indah bagai permata.

Lihat ribuan rainbow trout dan brown trout yang
berkejaran dan menyisir kaki para pemancing
fly fishing yang merendamkan setengah badannya
secara sabar menunggu kailnya termakan sang ikan.
Betapa  akrabnya manusia dan alam bersatu dalam
keindahan.

Lihat setiap kali pemancing mendapatkan ikan.
Bila ukurannya tidak cukup besar, dia akan melemparkan
kembali ke dalam sungai. Dan sang ikan yang tadinya
menggelepar akan kembali menyelam secara riang
di balik bebatuan dan dedaunan di bawah air.

Mari, akan saya tujukan tempat saya biasanya merenung.
Ya dikelokan sungai, dibawah pohon oak  yg rimbun
disitulah saya terbiasa duduk menatap air yang mendesir
bagai angin, memecah cadas dan membelah akar pohon
yang mencuat dibatas air.100 juta gallon air bening ini
mengalir setiap hari menuju Niangua river dan beriringan
dengan penuh kepastian dalam damai menuju Lake of the Ozark.

Lihat bukit cadas diatas sana, ya diseberang sungai?
apakah nampak olehmu bald eagle yang sedang
hinggap di ujung ranting cemara? Lihat dibawahnya
Apakah nampak olehmu white tail deer yang mengintai
disela sela semak? opss juga lihat disebelah kiri, diujung
cadas ada seorang laki laki yang sedang sibuk menulis
sambil terkadang membidikan foto kearah jeram kecil
tempat dua sungai bertemu.Barangkali seperti juga saya
dia sedang terpesona dan mencoba menuliskan ekpresi
hatinya dalam tulisan.

Oh apakah saya mesti menerangkan lagi mengapa
saya begitu mencintai tempat ini?Oh Apakah saya mesti
menjelaskan betapa saya ingin selalu menceburkan
diri didalam sungai bening yang mengalir panjang ini?

Mari kita datangi sumber mata air di ujung sana.
Ya lihat, betapa tenangnya lingkaran air itu nampak.
Biru dan hijau bersatu padu dalam warna perak.
lihat ikan ikan itu seperti merayakan kenyamanan
hidup?beberapa dari mereka datang menghampiri
kita untuk mengamati penuh tanda tanya " siapa
mereka gerangan , mahluk dibalik permukaan air sana?
mengapa wajah mereka demikian penuh problema?"

Apakah harus kita menjawab sang ikan dengan
penuh kejujuran? bahwa seperti mata air disini,
di negara kami air mata terus manusia miskin
papa terus bercucuran. Air mata manusia yang
teraniaya dan terbuang. Mereka adalah jutaan
manusia hina dina yang tidak berarti diantara
orang orang yg meneriakan nasionalisme dan
agama dan para salesman ayat ayat Tuhan
yang mengoceh soal iman, tapi mempersetankan
hidup dan perut orang kecil.

Air asin yang bening berhulu di mata mereka.
Mengalir berkelok menjelajahi batang hidung
dan bermuara di mulut atau terjun menetes
seperti jeram niagara ke leher kurus atau
ke kerah baju usang yang tidak berharga.

Sumber mata air ini ada di bayi kecil sampai
yang tua bangka. Dari pegawai negeri sampai
buruh tani tidak bersawah. Beberapa mata air
sudah tidak lagi menghasilkan air. Bukan, bukan
lantaran kesedihan telah lewat atau mata hati sudah
tertutup rapat. tetapi karena mata mereka sudah
terpejam selama lamanya. Mereka mati lantaran hak
nya untuk hidup layak dirampas.Ya di rampas para
borjuis yang selalu meneriakan slogan pembangunan itu.
Mereka pergi dalam penindasan dan kemiskinan.

Mari lihat Bennett Spring.
Di Mata air itu kita bisa menyaksikan betapa eloknya kehidupan.
Mari kita berkaca bersama sama.
Di mata saudara saudara kita terdapat mata air air mata
Tempat kita menyaksikan ketidak adilan kehidupan.

Kenapa terdiam kawan ?
Apakah sedang malu hati dengan tatapan sang ikan?



Hasan Basri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Feb 1999 jam 11:01:07 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke