---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: Gay Spice Dear Netter, Membaca kecaman Adi Sasono terhadap pemerintah Singapura yang dianggap tidak peka dengan program ekonomi kerakyatan yang dipaksakannya adalah sangat memalukan bangsa Indonesia. Sejak kapan, pemerintah Singapura berkewajiban untuk mendukung program ekonomi Indonesia ? Didalam urusan bernegara memang pemerintah Singapura tidak wajib dan tidak bertanggung jawab untuk mendukung program pemerintah tetangganya<Indonesia>. Kalau memang Adi Sasono ingin minta-minta <mengemis> ke Singapura hendaknya nadanya jangan setengah mengancam dengan mengatakan bahwa Singapura telah mendapat banyak untung pada waktu jaman Orde Baru, dan sekarang tidak peka. Kalau mereka memberi komentar nanti salah lagi, seperti ketika Lee Kwan Yu mengomentari kemungkinan Habibie jadi presiden Indonesia. Tapi memang Adi Sasono mentalnya preman, maka meskipun jadi menteri tetap saja engga bisa berubah. Kalau saja program ekonomi kerakyatannya yang boros dan tidak masuk akal, kecuali bagi-bagi duit untuk mendapatkan suara dari rakyat yang dibodohinya tidak didukung oleh Menteri Keuangan, Bambang Subiyanto, dan tidak didukung didalam negeri oleh orang yang waras, maka memang lebih baik, Singapura kalau mau bantu, bagi-bagi langsung sembako ke rakyat melalui NU atau ABRI daripada melalui pemerintah, apalagi melalui Adi Sasano. Jepang membantu beras melalui Rahadi Ramelan saja enggak beres. Dalam salah satu seminar yang diadakan oleh koperasi, saya pernah dengar mengenai keberhasilan koperasi membeli saham sebuah perusahaan industri, yang sangat dibanggakan oleh pejabat Dept. Koperasi. Pada waktu salah seorang bertanya , darimana sumber dana koperasi untuk membeli saham industri tsb. <30%> yang jumlahnya milyaran rupiah, maka dijawab oleh pejabat Dept. Koperasi tsb. TIDAK BAYAR . Menurut pejabat tsb. dengan dimilikinya saham perusahaan tsb oleh koperasi, maka perusahaan tsb. sudah diuntungkan. Ketika ditanya lebih lanjut bagaimana mungkin perusahaan itu diuntungkan kalau sahamnya dibagi gratis. Jawabnya mudah saja, kalau koperasi untung ya sudah jelas, tetapi kalau perusahaan diuntungkan, karena kalau tidak diberikan, perusahaannya mungkin dijarah atau dirusak. Ya nasibnya akan sama dengan pabrik- pabrik yang dijarah dimana-mana deh. Kalau begitu, bagaimana bisa diharapkan investor asing masuk, kalau investor dalam negeri saja ngeri lihat tingkah laku menteri yang satu ini. ,Begitulah nasib bangsa Indonesia, kalau Tanri Abeng yang menteri saja enggak aman, padahal dia dikawal, apalagi rakyat, ya karena menterinya memang banyak yang preman sih. Rakyat yang merana ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Feb 1999 jam 02:47:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
