---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk PEMBICARAAN HABIBIE-GHALIB BUKTI SKANDAL APARAT PEMERINTAH JAKARTA (SiaR, 19/2/99), Sebagian masyarakat menilai subtansi pembicaraan Habibie-Ghalib dalam rekaman yang beredar merupakan salah satu bukti dari sejumlah skandal yang dilakukan pemerintahan Habibie saat ini. Ketidak- seriusan Habibie dalam mengusut Soeharto sebenarnya sudah banyak diketahui awam. "Pemerintah Habibie telah melakukan penipuan terhadap rakyat. Pemerintah harus bertanggung jawab, minimal Habibie-Ghalib harus mundur," kata sumber SiaR. Seperti diberitakan media massa, rekaman perbincangan Presiden Habibie dengan Jaksa Agung Andi Muhamad Ghalib telah beredar luas di masyarakat. Majalah Panji Masyarakat adalah majalah yang pertama kali memuat secara utuh transkrip pembicaraan yang oleh Panjimas disebut sebagai pembicaraan antara dua orang yang mirip Habibie dan AM Ghalib. Dalam transkrip itu keduanya membicarakan antara lain mengenai tindakan terhadap pengusaha Arifin Panigoro dan pemeriksaan mantan presiden Soeharto. "Iya, tapi kan kalau cuma dua jam juga nanti orang, wah, sandiwara apa lagi nih," demikian salah satu jawaban Ghalib kepada Habibie mengenai penanganan pemanggilan kepada Soeharto Desember 1998 lalu. Beberapa orang yang membaca transkrip yang dimuat Panjimas dan kemudian dimuat ulang oleh sejumlah media tersebut mengatakan, bahwa dugaan orang mengenai pengusutan Soeharto yang tidak serius oleh pemerintah Habibie tersebut semakin diyakinkan. Mereka cenderung yakin bahwa rekaman tersebut benar-benar hasil pembicaraan antara kedua pejabat itu. "Jika dulu orang masih sebatas ragu-ragu atas tindakan pengusutan Soeharto, sekarang keraguan itu sudah terbukti dengan ucapan langsung Habibie- Ghalib," kata sumber SiaR. Aktifis Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa Siswono Judohusodo kepada wartawan menyatakan kesedihannya dengan bocornya pembicaraan Habibie-Ghalib itu. Namun ia merasa lebih sedih lagi, ternyata Kejaksaan Agung masih dipakai sebagai alat untuk mengusut lawan-lawan politik Habibie. "Yang lebih menyedihkan, ternyata Kejaksaan Agung masih dugunakan untuk menyerang lawan-lawan politik," kata Siswono, mantan Mentrans di jaman Soeharto itu. Hal senada juga diungkap oleh seorang wartawan yang enggan disebut namanya. "Saya tak terlalu prihatin dengan aksi penyadapan itu. Kan selama ini intejen juga menyadapi semua saluran telepon kantor dan rumah aktivis. Yang saya prihatinkan justru isi pembicaraan tersebut yang sangat tak bermoral dan bertentangan dengan niat baik yang selama ini ditunjukkan Presiden Habibie dan Jaksa Agung untuk memberantas KKN," ujarnya. Mengenai kebenaran rekaman pembicaraan Habibie-Ghalib, Habibie melalui Mensesneg Akbar Tandjung secara tidak langsung mengakuinya. Kepada wartawan, Akbar sama sekali tidak melakukan bantahan tentang keaslian rekaman pembicaraan Habibie-Ghalib itu namun sebaliknya, Habibie cenderung ingin agar ada pengusut- an tuntas terhadap pembocor rahasia negara tersebut. "Bapak Presiden Habibie sudah memerintahkan Menhankam/Pangab Wiranto untuk mengusut tuntas bocornya pembicaraan Habibie-Ghalib tersebut," kata Akbar seraya menambahkan bahwa kemungkinan mereka yang melakukan perekaman itu disebut-sebut sebagai pihak yang punya teknologi dan banyak uang. Tapi anehnya, jika Habibie secara gentleman mengakui, sebaliknya Ghalib justru kebakaran jenggot serta merta menolak keaslian rekaman pembicaraan antara dia dengan Habibie itu. "Tidak benar itu. Itu kan pekerjaan orang-orang yang tidak bertanggung jawab," katanya. Spekulasi yang sempat beredar menyebutkan bahwa besar kemungkinannya perekaman tersebut dilakukan di kantor Kejaksaan Agung. Sebab menurut mereka, kualitas suaranya lebih jelas suara Ghalib dibandingkan dengan suara Habibie. Sedangkan alatnya yang dipakai belum bisa dideteksi. Dugaan ini semakin diyakinkan dengan dipecatnya JAM Intel Mayjen (Purn) Sjamsu Djalal beberapa waktu lalu. "Ia dianggap paling bertanggung jawab dalam masalah ini. Bocornya pembicaraan Habibie-Ghalib itu adalah kesalahan intelijen Kejagung," kata sumber SiaR. Kemungkinan tersebut, menurut sumber ini, semakin diyakinkan lagi dengan kondisi Kejagung yang tidak solid. Perlu diketahui, sejak ditinggal oleh Jaksa Agung Soedjono C Atmonegoro yang dipecat dan digantikan dengan Andi Ghalib, situasi kerja di Kejagung tegang. Sebagian besar karyawan Kejagung menyesalkan pemecatan itu, bahkan mereka pun melakukan demonstrasi untuk Soedjono. Sementara itu, sejumlah wartawan mengaku telah mendengar adanya peredaran kaset rekaman itu bulan Januari yang lalu. Namun waktu itu mereka menganggap bahwa informasi itu masih spekulatif. Sedangkan redaksi Panjimas sendiri mendengar informasi itu baru dua minggu yang lalu dan mendapatkan kasetnya hari Selasa (16/2), beberapa saat sebelum tenggat Panjimas No 45.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Feb 1999 jam 13:01:38 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
