---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: Leonardi Dharmavijaya Para rekan-rekan netters, pagi ini saya amat sangat terkejut ketika mengetahui bahwa rekening listrik yang saya bayarkan untuk bulan Pebruari 1999 naik dua kali lipat (tidak seperti biasanya)padahal kasus mengenai rekening telpon (Telkom) belum lagi tuntas . Ternyata setelah saya teliti perhitungannya, ada kenaikan tarif listrik, dan tarif baru tersebut diberlakukan semenjak 1 Januari 1999, dan kenaikkan mulai 1 Januari 1999 tersebut baru dikenakan selisih kekurangannya biayanya di rekening bulan Pebruari 1999 (karena saat saya melunasi tagihan bulan Januari 1999, masih tertera tarif lama). Berikut perhitungannya : Jenis tarif perumahan (Golongan R3, rekening terdaftar pada PLN cabang Kebayoran. - Harga per KwH harga lama = Rp 310,5,-/Kwh (Kilowatt Hour) harga baru = Rp 439,0,-/Kwh, jadi kenaikannya : = (<439-310,5>/310,5) = sebesar 41,38 % naik dari tarif lama. - Biaya beban per VA harga lama = Rp 18,5,- / VA (Volt Amphere) harga baru = Rp 26,8,- / VA, jadi kenaikannya : = (<26,8-18,5>/18,5) = sebesar 44,86 % naik dari tarif lama. Tarif diatas tersebut masih dikalikan biaya PPJ/RPJU sebesar 3 % serta dikenakan 10% PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Saya benar-benar bingung tidak tahu harus mengadu kepada siapa, padahal saya tinggal dikawasan perumahan yang biasa (bukan mewah), yaitu dikawasan Cilandak. Terima kasih atas perhatian para netters. Salam : Dharma ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Feb 1999 jam 09:36:17 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
