---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- KREDIBILITAS DALAM KEPEMIMPINAN Jumat tanggal 19 Februari yang lalu Harian Kompas memuat tentang seminar di Hotel Mulia dengan topik:"Kriteria Calon Presiden RI Memasuki Milenium Ketiga". Sebuah judul menarik dan memang relevan.Legitimasi dan kepercayaan rakyat dikatakan sebagai paling penting bagi calon presiden.Beberapa netter juga melalui forum ini sudah menyampaikan pendapat tentang calon presiden pasca Pemilu. Ditempat berbeda,beberapa waktu yang lalu majalah GAMMA mengundang empat kelompok mahasiswa untuk berdialog,yaitu HAMMAS,FKSMJ,KAMMI dan FORKOT.Usaha ini pun perlu diberi penghargaan yang tinggi karena menunjukkan kepedulian yang besar terhadap perkembangan kehidupan bangsa ini.Yang menarik adalah pandangan mereka yang terkesan sangat berbeda,terutama antara HAMMAS dengan FKSMJ ,KAMMIdan FORKOT.Kalau pendekatan HAMMAS jelas menunjukkan pola membuat kriteria untuk menyesuaikan pribadi yang dijagokan (Habibie dan Amien Rais),maka FKSMJ,KAMMI dan FORKOT sama sekali tidak memajukan nama calon.Mereka mementingkan visi kebangsaan dan tidak mementingkan kelompok. Dari perbedaan pendekatan ini dapat kita lihat hasilnya.HAMMAS mengajukan syarat agar sang calon berkepribadian kuat,mampu memecahkan masalah bangsa ,merakyat dan menginternasional.Cuma yang kontradiktif disini adalah nama Habibie yang dimajukan.Apakah dia memenuhi persyaratan diatas (berkepribadian kuat dan mampu memecahkan masalah bangsa) ? Kelihatannya pendekatan HAMMAS persis sama dengan yang dimajukan untuk calon Wakil Presiden tepat setahun yang lalu,antara lain harus menguasai teknologi.Masih segar teringat betapa syarat dibuat untuk menyesuaikan pribadi yang akan diunggulkan saat itu oleh Suharto untuk menjadi Wakil Presiden,yaitu B.J.Habibie. Sejarah berulang kembali.Ada kesan bahwa untuk mengunggulkan Habibie,dibuatlah persyaratan yang bisa dipenuhi Habibie.Hanya saja HAMMAS sangat membuktikan ketidakobyektifannya dengan mencantumkan persyaratan KEPRIBADIAN YANG KUAT,MAMPU MEMECAHKAN MASALAH BANGSA,MENGINTERNASIONAL.Coba kita nilai satu persatu persyaratan diatas. Menginternasional: Apa yang dimaksudkan dengan menginternasional saya tidak mengerti.Jika yang dimaksud adalah bahwa sang calon sangat dikenal secara internasional karena kekonyolannya membuat peraturan dan pernyataan,saya setuju Habibie dimasukkan.Tetapi kalau yang dimaksud adalah bahwa sang calon sangat dihargai dunia internasional karena kemampuan memimpinnya dan kebijaksanaannya,tunggu dulu memasukkan nama Habibie. Kepribadian yang kuat: Tanyalah seratus orang dijalan ada berapa yang menilai Habibie mempunyai kepribadian kuat. Akan menarik sekali kalau bisa mendapat angka 40%. Mampu memecahkan masalah bangsa: Sejak menjadi presiden transisi ini,bukan berkurang masalah yang dihadapi bangsa ini,malah sebaliknya tambah menumpuk.Belum lagi kekonyolannya yang terakhir dengan disadapnya pembicaraan dia dengan Jaksa Agung Ghalib.Beigitukah kualitas pemimpin yang dianggap baik ? TEORI Banyak buku yang bisa dibaca mengenai kualifikasi seorang pemimpin yang baik.Jadi,dari segi teori,saya percaya bahwa para pemimpin kita sudah banyak membacanya atau malah mengikuti kursus-kursus khusus untuk itu.Namun,apalah artinya semua itu kalau tidak diterapkan secara konsekuen. Berapa banyak uang negara dan masyarakat yang telah dihabiskan untuk penataran BP4 ? Betapa indahnya semua teori yang diajarkan dalam penataran itu.Mungkin tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa kita adalah bangsa yang yang mempunyai landasan ideal yang sangat hebat dan jarang dimiliki oleh bangsa lain. Pancasila demikian indah dan luhur dan mencakup segala kehidupan kita berbangsa dan bernegara.Namun,selama setengah abad kita berbangsa dan bernegara,sudahkah kita mendekati apa yang tercantum dalam landasan ideal ini ? Bagaimana dengan Ketuhanan Yang Maha Esa,bagaimana dengan kemanusiaan yang adil dan beradab,bagaimana dengan persatuan Indonesia,bagaimana dengan kerakyatan yang dipimpin hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan,bagaimana dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ? Banyak contoh lain yang bisa menunjukkan bahwa kita memiliki segala macam peraturan yang hebat.Kita sama sekali tidak kekurangan teori.Masalah bangsa kita adalah masalah Das Sollen dan Das Sein yang sangat bertolak belakang. Selama Orde Baru dibawah Suharto kita telah dijadikan boneka tak berdaya,hanya menjadi obyek pemerasan dan penindasan.Salh satu akibatnya adalah ketidakmampuan kita merumuskan kriteria pemimpin yang baik.Contoh diatas menjadi salah satu bukti. Under the banyan tree grows no grass.Dibawah pohon beringin rumput tidak dapat tumbuh,apalagi pohon lain.Dibawah Suharto tidak bisa muncul pemimpin baru karena tidak diberi kesempatan.Secara paralel,dibawah kekuasaan Golkar partai lain tidapt tumbuh dan berfungsi. KREDIBILITAS Thailand dan Korea Selatan mengalami krisis moneter pada waktu bersamaan dengan Indonesia.Kedua negara tidak terpuruk sedalam Indonesia.Dan keduanya sudah menunjukkan perbaikan menuju pemulihan,sedangkan kita masih sangat tidak menentu.Dimana letak perbedaannya ? Pemerintahan kedua negara itu dipimpin oleh orang-orang yang dipercayai rakyat dan dunia internasional.Kredibilitasnya ada.Sedangkan pemerintah Habibie tidak mempunyai kredibilitas,baik dari rakyat maupun masyarakat internasional.Mengapa kita harus heran jika kondisi kita masih tetap sangat tidak menentu.Para investor semua menunggu hasil Pemilu,menantikan seorang pemimpin dan pemerintahan yang bisa dipercayai.Pengalaman dengan beras Jepang dan dana JPS sudah membuktikan bahwa pemerintahan Habibie tidak mempunyai kredibilitas. Kata kredibilitas berakar dari bahasa Latin CREDO (percaya).Didunia perbankan kita mengenal kata kredit.Hanya kalau bank percaya kepada nasabah baru berani memberi kredit.Seorang pengusaha yang dikenal sebagai tukang tipu kiranya dalam kondisi normal sukar memperoleh kredit dari bank.Saya berbicara mengenai kondisi yang normal,karena di Indonesia selama Orde Baru berlaku banyak kondisi yang tidak normal dan malah luar biasa. Betapa pentingnya kredibilitas dapat digambarkan dari ceritera dibawah ini.Pada suatu hari seorang murid bertanya kepada Konfusius unsur-unsur apa yang paling penting dalam membentuk sebuah negara.Jawab Konfusius:ada tiga,yaitu tentara,sandang pangan dan kepercayaan. Lalu sang murid berandai.Kalau oleh karena kesulitan dalam negara kita harus menghilangkan salah satu dari tiga unsur itu,mana yang paling pertama dihilangkan ? Tentara,jawab Konfusius.Lalu kalau kondisi bertambah buruk,dari kedua yang tertinggal salah satu harus dihilangkan,mana yang dihilangkan ? Sandang pangan ! Yang tidak boleh dihilangkan adalah kepercayaan (kredibilitas).Pemimpin yang kredibel akan didukung oleh rakyat dan dunia dalam menghadapi kesulitan.Indonesia sekarang menghadapi krisis kepercayaan yang sangat mendalam. PEMIMPIN YANG BAIK Teori mengenai kepemimpinan dapat dibaca dan ditemukan dalam banyak buku.Berani bertanggung jawab,membangun sistem yang berkesinambungan,mempersiapkan dan mendidik kader penggantinya,pendengar yang baik,memberi kepercayaan kepada bawahan,bisa dipercayai,memecahkan masalah,berani meminta maaf secara jujur kalau dirinya berbuat salah,motivator yang baik,efisien dalam memanfaatkan sumber daya,inovatif,menantang status quo. Itulah beberapa kriteria penting yang diharapkan dari seorang pemimpin dalam tingkat dan bidang apa saja.Sifatnya universal.Segi lain dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Yang tidak pantas dimasukkan sebagai kriteria adalah kemahiran teknis dan tingkat pendidikan.Jadi,dengan memasukkan kriteria harus menguasai teknolgi untuk kedudukan Wakil Presiden Republik Indonesia saat Habibie dicalonkan Suharto sungguh menjadi bahan tertawaan dunia.Apa sih hubungannya antara kemampuan teknologi dengan jabatan Wakil Presiden ? Pendidikan tinggi tidak menjamin bahwa seseorang akan menjadi seorang pemimpin yang baik.Seandainya tingkat pendidikan akademis menjadi syarat yang sangat penting bagi kesuksesan seorang pemimpin,pasti Amerika dan negara-negara Eropah dipimpin oleh para profesor yang jumlahnya puluhan ribu.Seandainya tingkat pendidikan akademis menjadi sangat penting,maka mestinya kabinet Habibie yang sekarang ini sangat hebat.Habibie sendiri berpredikat Prof.DR.Demikian pula anggota kabinetnya,banyak benar titel yang disandang.Kenyataannya ?! Maka itu saya geli tiap kali mendengar atau membaca komentar orang yang mengatakan dan menganjurkan agar memilih pemimpin masa depan kita yang mempunyai titel atau berpendidikan tinggi.Kita harus membuka mata membaca sejarah dunia.Winston Churchill,Roosevelt,Abraham Lincoln,Mahatma Gandhi,John F Kennedy,Margaret Thatcher dan banyak yang lain lagi.Apakah diantara mereka ada yang menyandang titel akademis yang hebat ? Kenyataannya mereka adalah pemimpin dunia yang akan selalu dikenang secara positif.Bandingkan dengan Fidel Castro yang berpendidikan dokter.Bagaimana kehidupan rakyat Cuba selama dipimpin dia ? Saya tetap percaya bahwa yang paling penting bagi kita sekarang adalah memilih seorang PEMIMPIN YANG MEMPUNYAI KREDIBILITAS,baik dalam kata maupun tindakan.Orang yang berani memberi seribu satu janji tapi kemudian lupa atau sama sekali tidak memenuhi janji itu adalah termasuk petualang politik yang tidak akan segan menjadikan rakyat sebagai obyek percaturan politik belaka.Rakyat Indonesia telah diombang ambingkan dan disengsarakan oleh pemimpin yang tidak mempunyai kredibilitas selama tiga dekade. Saya teringat pada salah satu lagu perjuangan yang diajarkan semasa sekolah:SUDAH CUKUP MASA JANJI,SUDAH CUKUP SABAR MENANTI..... Sekarang tiba waktunya bagi seluruh rakyat untuk berani memilih seorang pemimpin yang berwawasan nasional dan mempunyai kredibilitas tinggi.Untuk menegakkan kebenaran dan keadilan kita pasti memerlukan pemimpin demikian.Dengan mempunyai seorang pemimpin yang mempunyai kredibilitas,rakyat akan bersedia secara gotong royong menyelesaikan masalah dan membangun kembali kehidupan ekonomi,sosial dan budaya kita.Masyarakat investor internasional juga akan berani datang menanamkan modal kembali.Tanpa pemimpin yang kredibel,saya melihat masa lebih suram lagi.Pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan diri dan kelompoknya jangan diberi tempat berkembang ! SUARA NURANI ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Feb 1999 jam 09:51:29 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
