----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: UDI ROCHADI

CALON PRESIDEN DAN KUCING DALAM KARUNG.

Berapa partai yang akan ikut dalam pemilu nanti baru akan diketahui
setelah verifikasi yang yang dilakukan oleh TEAM 11, dari perkembangan
yang terakhir mungkin peserta pemilu lebih dari 20 partai.  Sesuai
dengan tujuannnya pemilu adalah untuk memilih anggauta DPR /MPR yang
akan merumuskan strategi bangsa ini menghadapi masa depannya dalam
bentuk Garis Besar Haluan Negara  dan memilih Presiden dan Wakil
Presiden untuk melaksanakan GBHN tersebut. Dengan demikian yang
menjadari fokus dalam pemilu nanti adalah memilih anggauta DPR/MPR yang
dapat menyalurkan aspirasi rakyat dan mempformulasikan dalam GBHN dan
kemudian memilih Presiden da Wakil Presiden. Syarat Presiden dan Wakil
Presiden ini selain kriteria lain adalah orang yang mengerti dan mampu
melaksanakan GBHN tersebut serta mampu memilih pembantunya (Menteri)
yang tepat.
Dalam rangka pemilu nanti semua pengamat sepakat memperkirakan bahwa
dalam pemilu nanti tidak akan ada single mayority perlu ada koalisi dan
koalisi tersebut mungkin akan melibatkan banyak partai. Walaupun kondisi
demikian aneh bin ajaib hampir semua parpol mencalonkan Ketua Umumnya
menjadi calon Presiden, ditinjau dari segi demokrasi itu dapat saja
dilakukan tidak ada melarang tidak ada yang mengusik tetapi apakah itu
berarti tidak mendidik rakyat dalam berpolitik.
Yang seharusnya dilakukan dan dikampanyekan oleh Parpol seharusnya
adalah programnya dan berdasarkan programnya tersebut baru memberikan
kriteria calon presiden dan wakil presiden dan seterusnya menyebut
beberapa nama nominasi calon presiden baik dari partainya maupun dari
partai lain. Yang menjadi issue sekarang ini program partai disampaikan
dalam bentuk yang sangat umum, seperti meningkatkan demokrasi, anti kkn
,anti status qua, persatuan dan kesatuan, keadilan, untuk kesejahteraan
rakyat dan semboyan gombal lainnya tanpa penjelasan lebih detail lagi.,
sedangkan untuk calon Presiden secara tegas disebut nama. Sedangkan
Presiden hanya pelaksana daripada GBHN, karenanya  program partailahlah
yang harus dikampanyekan.
Anehnya pencalonan calon presiden dan wakil presiden tersebut dilakukan
oleh partai dengan alasan agar rakyat jangan membeli kucing dalam
karung, menurut saya dengan mencalonkan presiden sekarang ini karena
kemungkinan besar akan terdapat koalisi dalam beberapa partai,
pencalonan presiden pada saat ini bukan saja membeli kucing dalam karung
akan tetapi membeli mahluk dalam hutan yang mungkin berbentuk, kucing,
domba, sapi, kerbau atau mahluk lainnya.
Karena tidak ada single mayority , terdapat koalisi . Koalisi ini sampai
saat ini belum terlihat, yang sudah terlihat  kemungkinannya antara
PKB-PDI  Perjuangan dan PKP (Kelompok ini dapat dikatagorikan nasionalis
sekuler) selain itu koalisi antara Parpol Islam antara lainPPP,PBB, PKU
PK  (Kelompok ini dapat dikatagorikan nasionalis religius), yang
memegang kartu AS adalah Golkar Dan PAN, kecendrungannya mereka akan
bergabung dalam kelompok kedua. Bargaining politik dalam koalisi ini dan
peran ABRI dalam bargaining ini sangat menentukan Presiden dan Wakil
Presiden serta penunjukkan Menteri yang akan datang. Kalau masing-2
ngotot karena nama calon presiden sudah dijual dalam kampanye yang lalu
kemungkinan terbesar akan timbul calon presiden yang baru, gejala ini
sudah mulai nampak dengan mulai ditampilkannya Nurcholis Majid dan Muladi.
Dengan demikian pemunculan nama calon presiden dan wakil presiden pada
kampanye pemilu yang akan bukan saja rakyat disuruh membeli kucing dalam
karung tetapi membeli mahluk yang sekarang berada dihutan rimba yang
berupa kucing hutan, domba, sapi, kerbau dan lain sebaginya dan ini
sangat tidak mendidik rakyat dalam berpolitik. Lebih baik kampanyekan
programnya,koalisi dengan partai yang mempunyai platform yang sama dan
berjuang demi masa depan bangsa bukan demi untuk merebut kedudukan Presiden.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Feb 1999 jam 03:31:52 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke