---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk AKSI BOIKOT TELKOM Jakarta, KdP. Siang ini PIJAR Indonesia melakukan aksi protes mengenai kenaikan tarif pulsa telepon. Aksi yang dilangsungkan di Gedung Pelayanan Telkom Jakarta Timur itu dikomandoi oleh Kepala Departemen Politik PIJAR, Indri Ariefiandi. PIJAR meminta tarif pulsa yang naik sampai 25 kali lipat ditangguhkan. Tuntutan lain adalah pemecatan A.A. Nasution, Dirut PT Telkom. Beberapa karyawan Telkom Jakarta Timur berhamburan keluar ketika barisan aksi masuk areal gedung. Masyarakat sekitar yang melihat jalannya aksi secara simpatik memberi dukungan. Seorang ibu yang baru saja membayar tagihan bulan ini menyodorkan bill pembayarannya. Lantas saja para wartawan yang meliput meng-close up sang ibu. Berikut Statement lengkap PIJAR: -------------------------------- Pernyataan Sikap PIJAR Indonesia Boikot Pembayaran Tagihan PT. Telkom ! Telepon merupakan sarana informasi yang sangat cepat pada saat ini. Hampir semua golongan masyarakat memakai sarana ini baik melalui telepon umum, wartel, telepon rumah sampai pada taraf telepon genggam. Telepon juga merupakan salah satu sarana yang paling efektif dan diandalkan dunia usaha. Telekomunikasi, sebagaimana fasilitas lain yang diselenggarakan oleh negara, dikategorikan sebagai hajat hidup orang banyak dan seharusnya berfungsi sebagai alat komunikasi rakyat demi kesejahteraan rakyat kebanyakan, bukan digunakan untuk memeras rakyat demi keuntungan dividen atau mengalihkan tanggungjawab mismanajemen perusahaan. Karenanya kenaikan tarif telepon hingga mencapai 24% dapat dimasukkan dalam pengkhianatan cita-cita demi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat sebagaimana diatur UUD 45 pasal 33. Bagi kebanyakan pelanggan telepon, kenaikan tarif ini dipandang sebagai tindakan pemerasan, dimana ekonomi rakyat sedang terpuruk lalu dengan seenaknya PT Telkom menaikkan tarif pulsanya. Belum lagi bila dikaitkan dengan upaya dunia usaha untuk bangkit yang secara makro ekonomi terkait erat dengan perbaikan ekonomi di tanah air. Dapat dipastikan bahwa kenaikan tarif pulsa telepon tidak hanya merugikan konsumen secara mikro, tapi juga menghambat economic recovery secara makro. Ketidak-transparanan PT Telkom dalam menaikan tarif pulsanya menyebabkan suara-suara keberatan bermunculan. Namun, seperti kebal terhadap iklim reformasi, PT Telkom lagi-lagi menunjukkan bahwa dirinya penguasa absolut atas hajat telekomunikasi, dan karenanya bisa tuli terhadap keinginan menurunkan tarif. Lagi-lagi konsumen dirugikan tanpa daya dan tanpa diikutkan dalam proses pengambilan keputusan. PIJAR Indonesia sebagai organisasi kritis mahasiswa yang di masa Soeharto banyak dirugikan PT Telkom oleh penyadapan-penyadapan hingga pemutusan tanpa alasan, menganggap kini kebijakan kenaikan tarif pulsa telepon 'gila-gilaan' sudah tidak bisa ditolerir lagi. Kini saatnya rakyat bangkit berontak tidak hanya pada penguasa pemerintahan yang otoriter, melainkan juga pada penguasa hajat hidup orang banyak yang tidak kalah bersifat otoriter. Oleh karena itu, PIJAR Indonesia menyerukan: 1. Boikot bayar tagihan PT Telkom; 2. Batalkan kenaikan tarif pulsa telepon; 3. Hentikan praktek penyadapan terhadap pembangkang politik; 4. Pecat Dirut PT Telkom; 5. Transparansi kebijakan yang berkenaan dengan hajat hidup orang banyak; 6. Partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan yang berkenaan dengan hajat hidup orang banyak; 7. Menuntut terlaksananya clean governance. Jakarta, 23 Februari 1999 Indri Arifiandi Koordinator Aksi ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Feb 1999 jam 11:14:28 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
