----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Didik Budi Setyo
To: <[EMAIL PROTECTED]>

Periode reformasi merupakan periode pengobatan dari penyakit-penyakit yang
pernah terjangkit  di masa periode sebelumnya. Dalam proses pengobatan yang
dilakukan  oleh  reformer yang berdiri tidak melalui proses demokrasi
sekarang ini
masih jauh jauh dari sasaran.  Mungkin periode  inilah yang akan menyeret
kedalam  keterlarutan  keadaan yang  tidak menentu  hingga krisis yang
melanda jadi berkepanjangan.

Lemahnya legitimasi  sang   reformer dari visi demokratisasi merupakan
proses pengulangan sejarah yang tidak menuju kearah perbaikan.
Penyelenggaraan proses  demokrasi yang lebih baik  boleh dikata bagian
butiran   obat  penyembuhan dari sebagian penyakit yang diderita. Dalam hal
ini sang reformer yang menduduki  mungkin sedang mengidap demam panggung
dan takut berpentas.

Kemiskinan  konsep reformer  tampak begitu jelas ditunjukan melalui masih
menyembah  takut  pada produk-produk yang  diciptakan dan disakralkan oleh
periode sebelumnya. Disinilah berbagai opini bermunculan bahwa reformasi
yang bergulir tidak jelas menuju arah perbaikan justru menyeret ke arah
ketidak pastian karena belum terbenahinya sistem yang mampu menggiring
sesuai tuntutan jaman, jelas, pasti , dan susah diselewengkan.

Penantian proses demokrasi yang lebih baik diharapkan  mampu menghasilkan
wakil-wakil yang benar-benar bervisi dan berorentasi ke arah tatanan yang
lebih baik guna menghapus segala macam jenis ketimpangan baik sosial maupun
politik.
Penghapusan lingkaran setan dengan memperjelas pemisahan tiga titik kekuatan
Yudikatif, legeslatif  juga Eksekutif  dari pusat sampai tingkat desa.

Sudah sepantasnya  mahasiswa  terus berdemo karena aspirasi masih mandeg.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 03:39:00 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke