---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Selamat Sejahtera para penegak kebenaran di milis ApaKhabar Sangat disayangkan para penulis-penulis di milis apakabar belum begitu banyak peduli dengan perjuangan rakyat negeri Jeumpa (Aceh), segala informasi dan analisis tentang suatu hal tentang Aceh masih sedikit sekali, saya tidak tahu apakah pembentukan image yang buruk tentang rakyat Aceh oleh RI(ORLA dan ORBA) sudah demikian berhasilnya, kalaupun ada pembelaan tentang Aceh itupun masih dilakukan dengan dengan mengelakkan masalah sebenarnya, seperti yang dilakukan organisasi underbouw ORBA RI PPP yang tidak bisa memegang kendali para Ulama Aceh walaupun ketuanya sudah orang Aceh kampungan (medoknya saja yang Aceh) yang tentunya tidak berjiwa Aceh lagi, dan PAN yang melakukannya karena banyak kepentingan organisasi Muhammadiyahnya di Aceh. Padahal pembantaian yang dilakukan terhadap orang Aceh disegala bidang jelas-jelas didepan mata. Pengambilan tanah dengan paksa dan pencurian yang dilakukan oleh aparat negara RI serta Penghilangan dan perusakan tubuh dan nyawa manusia dengan paksa dan dilakukan dengan sengaja untuk merendahkan mental orang Aceh, konflik teror nyata (bukan ancaman lagi) terhadap pimpinan asli masyarakat Aceh dan kaum Agamis (dalam sistim masyarakat Aceh tidak ada proffesionalitas ke-wali-an, setiap orang Aceh harus mampu nyari rezeki halal sendiri dengan bekerja dan mengajari tentang islam tidak pernah akan dikutip bayaran dari manusia & tanpa mengharapkan sedekah). Kerusakan tatanan masyarakat Aceh (model Indonesia) sudah demikian besarnya dalam arti masyarakat Aceh sudah tidak percaya oleh sistem pemerintahan yang dibangun oleh pemerintahan pusat, karena percobaan-percobaan pengrusakan-pengrusakan sistem yang sudah demikian baiknya yang dibangun oleh pemerintahan dimasa dahulu (kerajaan Darussalam). Dan pembenaran-pembenaran terhadap hal-hal yang dianggap dosa oleh masyarakat Aceh terus saja dilakukan pemerintahan pusat dan kroninya di Aceh. Terlampau banyak politik yang dimainkan oleh orang-orang berkuasa di RI tanpa pernah menyentuh masalah-masalah sebenarnya. Yaitu orang Aceh ingin merdeka di tanahnya sendiri yang dipertahankan sejak ribuan tahun dengan mengorbankan nyawa dan materi yang tidak sedikit. Dan Aceh negeri yang tidak pernah ingin menjajah dan dijajah suku bangsa lain. Dalam konsep Aceh RI adalah semacam persaudaraan dan penggabungan unsur didasarkan Pancasila bukan menyerahkan kedaulatan rakyat-nya kepada suku bangsa manapun yang tergabung dalam RI. Tuduhan sukuisme sangat irrelevan karena Aceh bukan lagilah sebuah suku tetapi sudah bangsa yang bercampur antara india, arab, turky, portugis dan china yang terdapat di semenanjung Aceh Utara, Timur dan Pidie serta bercampur dengan suku Batak di Gayo Alas serta tapaktuan dan sejak jaman Darussalam hak-hak hidup dan berkembang di berikan kepada seluruh campuran itu. Dan kekuatan persatuan Aceh sebagai bangsa yang memiliki sistim yang baik telah dibuktikan dengan gagalnya pendudukan kolonialis Belanda. Karena kekuatan rakyat yang sungguh mencintai pemimpinnya, sistimnya dan daerahnya tidak bisa ditundukkan. Dan kekayaan masyarakatnya dapat dibuktikan dengan melihat hasil sumbangan kepada RI berupa uang senilai 2 pesawat terbang (tapi satunya hilang dikorup Soekarno) menunjukkan bahwa orang Aceh belum dirampok sama Belanda. Coba anda bandingkan jika saja kerajaan Iskandar muda lalim tentu saja pada waktu itu dicatutnya saja duit rakyatnya dan membangun istana nan megah seperti kerajaan-kerajaan lain baik barat maupun islam didunia seperti yang sudah dilihat diplomat-diplomatnya yang menjelajah dunia. Tetapi itu tidak pernah dilakukannya karena ia adalah pemimpin model kerakyatan sesungguhnya, pemimpin yang tidak kaya-raya, tetapi pemimpin yang benar-benar ingin memajukan rakyat dan daerahnya tanpa menjajah negeri lain dan menjalankan hukum-keadilan, persaudaraan, kawin-mengawinkan etnik terjauh. Model penerjemahan demokrasi dan Islam yang tidak pernah dimiliki oleh negeri manapun didunia. Sebuah sintesa demokrasi hukum yang paling jujur dan berhasil yang pernah ada. Air mata kami sudah kering, darah kami sudah kering, tetapi ruh kami tidak akan pernah kering. Ini bukanlah energi dendam tetapi energi yang paling hakiki dari seorang manusia yaitu hak untuk melawan penindas, hak untuk bersuara, hak untuk berketurunan dan hak untuk hidup dengan normal. Mereka menuduh kami bukan masyarakat yang belum sipilisasi (civilization) padahal kami sangat cinta demokrasi, cinta persaudaaraan, cinta perdamaian, dan menghormati pendapat orang lain, yang didasarkan kepada hak dan keadilan dan memegang teguh kejujuran. Kami adalah masyarakat terpimpin dengan musyawarah mufakat sejak dahulu dan ini bukan sekedar be-retorik belaka. Perlawanan menyeluruh rakyat aceh jelas-jelas karena pemimpin itu adalah ciptaan-ciptaan Belanda(dahulu) dan RI(ORLA & ORBA) dan ini hal yang wajar karena dalam masyarakat Aceh sejak dahulu menolak raja lalim. Dan Kalau ada kezaliman di muka bumi Aceh, masyarakat langsung menuntut pemimpin setempat berbicara dan turun ke lapangan dan mengambil keputusan tanpa persetujuan pimpinan diatasnya. Hal-hal model kepemimpinan yang baik ini selalu dihalangi oleh pemerintah RI dan mengatakannya model ini sudah kuno. Setiap Manusia mempunyai batas kesabaran, dan saya berterimakasih kepada mereka yang di Aceh menahan diri dari ladang kriminalitas ciptaan RI (premanisme, egoisme, sukuisme, dan pengangguran) kami yang merantau masih mengharapkan ramah-tamahmu, senyummu melihat kami sukses di negeri orang, dan sambutanmu yang begitu meriah tanpa mengharapkan apa-apa dari kami dalam suasana kemiskinanmu. Sesungguhnya kita sejak dahulu memenangkan harga diri kita itu dengan bersabar. Maka kubantulah engkau saudaraku untuk berjuang menegakkan kebenaran. Rakyat Aceh sekarang lagi menghadapi genocide (yang tidak pernah diumumkan oleh pemerintah pusat) dan rakyat melawannya tanpa senjata kepada Pemerintah Pusat yang benar-benar sombong, arogan dan menyelewengkan sumbangsih besar Aceh kepada kemerdekaan Republik Indonesia, senjata kami hanyalah persaudaraan, menyuarakan dengan lantang kebenaran, dan berdoa kepada Allah Swt. Genocide yang dilakukan tentu bukan seperti yang dilakukan Columbus ataupun Hittler tetapi dengan target traumatik sepanjang zaman kepada bangsa Aceh dan menjadikan Aceh seperti bangsa Kurdi yang dianggap tidak memiliki daerah apapun. Ya..mereka ingin meng-Etalasekan Aceh. Dan mereka sangat senang berperang kepada orang Aceh dengan berharap bahwa mereka lebih hebat dari Belanda dan melanjutkan penjajahan total yang tidak pernah dilakukan Belanda (penjualan harga diri bangsa). Standard Ganda Republik ini telah dilakukan dengan sengaja dibumi Aceh. Mulai hari ini aku berdoa dan menyerukan kepada seluruh yang mencintai negeri Aceh; "Ya Allah yang Maha besar izinkanlah kami melanjutkan perjuangan kami untuk memerdekakan golongan kami, menegakkan kebenaran, menghapuskan kaum penjajah yang mengaku saudara kami, menghukum atas kezaliman yang mereka lakukan di tanah kami, membangun kembali mental para kaum terdidik kami yang telah dibius dari keberadaan mereka seharusnya, memulangkan saudara dan saudagar kami yang terbuang dari negeri Aceh yang berjuang menimba pengalaman-pengalaman sebanyak-banyaknya di negeri orang, kembali ke negeri yang mereka sayangi, negeri yang dulu menghancurkan segala teori penjajahan, negeri dimana para wanita diberi kehormatan tertinggi dan keharumannya diabadikan diseluruh dunia, negeri dimana bangsa-bangsa didunia berkumpul dan meleburkan diri menjadi orang Aceh. Negeri yang mempunyai raja yang tidak sombong, yang tidak memikirkan dirinya sendiri, yang membagikan kemakmurannya kepada para rakyatnya, yang tidak membangun istana kepongahan, yang tidak menjual keringat rakyatnya. Dan Negeri yang membantu negeri-negeri lainnya lepas dari penjajahan" "Ya Allah yang maha mengetahui, maafkanlah kami yang belum banyak berjuang untuk golongan kami yang nyata-nyata ditindas, dirusak dan dikebiri hak-haknya, sesungguhnya kami hanya mengumpulkan kekuatan, sedikit demi sedikit melepaskan "tali temali" yang di-ikatkan kepada kami oleh mereka." "Wahai kaum wanita Aceh yang berani, yang tahu haknya, dan yang tahu kodratnya, bangkitlah bangkitlah dari segala bentuk penguasaan atas dirimu, bahwa engkau berhak membalas siapapun yang melecehkan kodratmu, yang membunuh dan melukai suami, anak dan saudaramu yang menegakkan kebenaran, yang merenggut masa depanmu, lahirkanlah anak-anak hasil perkosaan itu dibumi Aceh dan jadikanlah mereka pejuang-pejuang kebenaran yang akan menghukum bapak haramnya, gandenglah para tangan lelaki yang sudah dan akan berjuang, dan perjuangan kalian menjadi hidup, sehidup-hidupnya dari senjata pemusnah apapun yang pernah diciptakan dunia. Maka tersenyumlah almarhumah Malahayati sang penjaga pintu selat Malaka." 14 Feb 1999, Djaffar Djamari BATAVIA(JAKARTA) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 03:42:06 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
