----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

KREDIBILITAS TIM 11 MERAGUKAN

Tim 11 yang dibentuk Depdagri mengawali
pembentukan Komite Pemilihan Umum (KPU)
yang sudah memulai aktivitasnya
memfalisitasi penyediaan perangkat
peraturan pelaksanaan teknis Pemilu
Juni 1999 mendatang, ternyata masih
terus diperdebatkan eksistensinya oleh
berbagai kalangan khususnya cendekiawan
dan politisi khususnya fungsionaris
parpol-parpol baru. Perdebatan itu
sekitar figur anggota Tim 11 dan
kinerjanya yang diragukan untuk dapat
menyelesaikan tugas secara jujur,
transparan, adil dan bijaksana serta
tepat waktu.

Pemilihan dan pengangkatan anggota
Tim 11 yang diketuai Nurcholis Majid
yang akrab disapa Cak Nur itu oleh
Depdagri tentu berdasarkan pemikiran
dan pertimbangan yang matang lewat
berbagai masukan berbagai pihak, dan
ternyata kesebelas orang itu memang
cukup populer dan dipandang memiliki
kredibilitas yang baik di tengah
masyarakat karena sikap kritis dan
netralnya serta kapasitas kemampuan
profesionalnya masing-masing. Namun
ironisnya, ketika mereka direkrut
menjadi anggota Tim 11 yang menjadi
ujung tombak penyelenggaraan Pemilu
mendatang kini mereka digoyang dengan
berbagai perdebatan yang seolah
melunturkan kredibiltas selama ini.
Dengan fenomena ini, maka kita sebagai
masyarakat awam tentu akan bertanya,
"lalu siapa lagi yang layak dipercaya
untuk menangani institusi semacam Tim
11 itu" ?. Apakah mereka yang banyak
omong tentang Tim 11 itu yang perlu
diangkat dan diberi tugas ?. Lalu jika
itu yang diangkat dan kemudian timbul
lagi perdebatan, siapa lagi yang layak
untuk menempati posisi keanggotaan Tim 11 ?

Pertanyaan-pertanyaan itu seolah menyatu
bagai benang kusut yang tak mungkin
mendapat jawaban pasti karena reformasi
ternyata telah membawa era baru bagi
masyarakat untuk berbeda pendapat walau
tanpa landasan etika dan moral yang kuat.
Setiap orang seakan bisa melakukan apa
saja sekehendak hatinya, termasuk
merongrong setiap upaya perbaikan dan
jalan keluar yang diambil dalam mengatasi
sesuatu masalah.

Pembentukan Tim 11 adalah upaya mengatasi
permasalahan Pemilu agar dapat
terselenggara secara Jurdil dan Luber
sesuai tuntutan Reformasi untuk menuju
suatu tatanan demokrasi yang murni
sebagaimana harapan kita semua. Namun
itu tak akan mungkin terwujud jika
segala usaha ke arah itu selalu saja
dipermasalahan hanya karena iri hati
dan dengki serta ambisi kekuasaan para
politisi dan cendekiawan yang tidak
mendapat kesempatan mengambil peran
aktif dalam persiapan Pemilu.

Sebagai rakyat kita tentu perlu waspada
dan semakin hati-hati melihat tingkah
laku politik para elite politik dan
cendekiawan kita yang berteriak demokrasi
namun tingkahnya telah melecehkan nilai
demokrasi. Kapan kita akan keluar dari
kemelut dan krisis yang berkepanjangan
jika semua elite politik telah mabuk
dalam ambisi kekuasaan ?

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 04:01:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke