---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Efektivitas pelaksanaan Perintah Tembak di Tempat Memperhatikan urung rembug warga masyarakat dari berbagai lapisan sosial yang berkembang di berbagai surat kabar terhadap pernyataan Pangab Wiranto tentang "perintah tembak ditempat", secara singkat dapat disimpulkan bahwa anggota masyarakat mendukung dan meminta segera direalisasikan dengan baik, agar kondisi kedamaian dan ketertiban hidup masyarakat dapat dipulihkan kembali. Namun animo masyarakat seperti ini rupanya masih harus berhadapan dengan sejumlah kendala dan tentu saja perintah itu masih akan terus dipertanyakan keabsahannya menurut takaran hukum dan nilai kemanusiaan, karena banyaknya protes dari praktisi hukum dan pimpinan LSM seperti Kontras, yang menolak kebijakan perintah Komandan tertinggi ABRI itu. Masyarakat yang memang sudah tercekam rasa takut dan panik melihat gejala sosial yang penuh kekerasan ini terlebih bagi mereka yang sudah pernah merasarakan teror dan penjarahan tentu saja akan merasa sedikit tenteram dengan adanya perintah Wiranto itu, yang bahkan dinilai sebagai kebijakan terlambat. Namun dalam konteks teori kebijakan Terry yang ahli manejemen itu, sekalipun terlambat sepanjang masih diperlukan akan tetap efektif menyelesaikan masalah. Tapi bagaimana mengharap efektivitas pelaksanaannya kalau belum-belum berjalan sudah terganjal oleh caci maki dan penolakan LSM dan politisi maupun cendekiawan ? Tapi bukan hal mustahil bahwa ketika tokoh LSM atau cendekiawan dan politisi bersangkutan tertimpa musibah penjarahan bahkan pembunuhan dirinya ataupun anggota keluarga, maka secara refleks juga akan segera ikut mendukung perintah si Wiranto yang kini semakin pusing diterpa berbagai masalah seputar tanggung jawabnya sebagai pemimpin ABRI. Kini semua kita warga masyarakat yang butuh ketenangan dan kedamaian ini dihadapkan pada musuh baru di luar ancaman rampok dan penjarah, yakni para tokoh LSM dan berbagai pihak yang menolak perintah tembak ditempat karena rupanya mereka memang menghendaki suasana kacau agar mereka tetap dapat tampil menjadi tokoh pembela HAM dan kekerasan. Nakh, lantas bagaimana sikap kita semua terhadap situasi ini ? Perlu ketenangan dan kewaspadaan untuk menilai sikap dan prilaku setiap tokoh yang mengatasnamakan kepentingan rakyat. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Feb 1999 jam 04:03:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
