---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Stockholm, 27 Februari 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. MENCONTOH RASULULLAH DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT UNTUK MENGISI DAULAH ISLAM DENGAN UNDANG UNDANG MADINAHNYA. Ahmad Sudirman Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA. Saudara Ahmad AS, seorang intelektual muslim yang sudah saya kenal dan sekarang tinggal di Jepang telah mengirimkan tanggapannya kepada saya dengan subject "Belajar dari al-qur'an" pada tanggal 25 Februari 1999. Dimana saudara Ahmad AS mengatakan dalam tanggapannya yaitu "Menyambung pembicaraan kita tentang topik diskusi, ada baiknya kita juga belajar dari al-Qur'an. Bagaimana Alloh menurunkan wahyu-Nya pada Rasululloh, khususnya pada periode Makkah awal. Beberepa tema yang dimunculkan dalam surat Makkiyah periode awal : 1. Mengenalkan Alloh yang Esa dan telah mencipta, mengatur alam semesta ini dengan sempurna. 2. Menyadarkan manusia pada kedudukannya yang mulia. 3. Menyadarkan manusia pada keteraturan ciptaan Alloh. 4. Menyadarkan manusia bahwa alam semesta ini taat pada Alloh. 5. Menyadarkan manusia akan masa depannya bukan hanya untuk periode 10, 20, 30 tahun mendatang, malahan hingga masa hari kebangkitan. 6. Menyadarkan manusia agar selalu berusaha mempersiapkan masa depannya didunia maupun terlebih-lebih di akherat kelak. 7. Menyadarkan manusia agar selalu mempelajari sejarah manusia yang terus berulang (sunnatulloh) bahwa yang bathil akan merugikan dirinya sendiri sebaliknya yang haq akan menerima keuntungan". Untuk Saudara Ahmad AS, saya mengucapkan terimakasih atas tanggapan dan buah pikirannya. Memang benar, kita harus belajar dari Al Qur'an dalam rangka membangun kembali Khilafah Islam, Pemerintahan Islam, Hukum Islam dan Undang Undang Madinah ini. Empat belas abad yang lalu Rasulullah bersama para sahabat dan seluruh kaum muslimin pada masa itu telah berhasil membangun Daulah Islam dengan Undang Undang Madinahnya di daerah Yatsrib. Setelah selama lebih dua puluh tiga tahun Rasulullah dengan para sahabatnya berjuang untuk menyebarkan, memasyarakatkan dan menegakkan Islam serta membangun kaum muslimin yang yaqin dan teguh kepada Allah, Rasulullah dan aqidah Islam, dengan mengikuti bimbingan dan petunjuk Allah melalui firman-firman-Nya yang diturunkan kepada Rasulullah. Allah telah menyempurnakan dan meridhai Islam sebagai agama untuk kaum muslimin dan telah mencukupkan nikmat-Nya."..Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.."(Al Maidah: 3). Islam telah sempurna. Tetapi Daulah Islam dengan Undang Undang Madinahnya yang telah dibangun oleh Rasulullah yang diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin (Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khattab, Khalifah Usman bin Affan, Khalifah Ali bin Abi Thalib)(11 H-40 H, 632 M-661 M) telah diporak-porandakan dan dijadikan ajang perebutan kekuasaan ketika munculnya Dinasti Umayah (40 H-132 H, 661 M-750 M) yang disebut dengan monarkhi "parlementer", Dinasti Abbassiyah ke I (132 H-218 H, 750 M-833M) yang disebut dengan monarkhi "konstitusionil", Dinasti Abbassiyah ke II (218 H-247 H, 833 M-816 M) yang disebut dengan monarkhi yang absolut, Dinasti Abbassiyah ke III (247 H- 322 H, 816 M-934 M) yang disebut dengan zaman anarkhi, Zaman diktator (Amirul umara) (324 H-334 H, 934 M-945 M) , Dinasti Sultan Bani Buyah ( 334 H-467 H, 945 M-1075 M), Dinasti Fathimiyah ( 297 H-567 H, 909 M-1171 M) yang disebut dengan pemerintahan theokrasi, Dinasti Umaiyah di Andalus (300 H-422 H, 912 M-1031 M) yang akhirnya mencapai suatu titik kehancuran diabad ke sembilan belas, ketika Dinasti Usmaniyah di Turki yang disebut dengan autokrasi sultan yang diktator (699 H - 341 H, 1385 M - 1923 M) memegang kekuasaan. Bagi generasi kaum muslimin yang hidup diambang pintu millenium sekarang ini yang telah sadar dan berusaha untuk membangun kembali Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya tidak ada cara lain selain harus mencontoh kepada langkah-langkah Rasulullah dalam membangun Daulah Islam ini. Sekarang yang perlu diingat dalam dalam usaha membangun kembali Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya ini adalah sebagian besar syarat-syarat yang diperlukan untuk membangun Daulah Islam ini telah ada. Bahkan telah bermunculan di abad ke duapuluh ini negara-negara yang mengatasnamakan Islam. Tetapi yang masih kurang menurut pemikiran saya adalah Aqidah Islam dan ukhuwah Islam belum diterapkan di negara-negara yang mengatasnamakan Islam ini, padahal yang menjadi dasar dari Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinahnya ini adalah aqidah Islam dan ukhuwah Islam, sebagaimana yang tercantum dalam dalam Undang Undang Madinah. Kekurangan inilah yang harus kita isi dan kembalikan. Dalam usaha memasyarakatkan Khilafah Islam, Pemerintahan Islam, Hukum Islam dan Undang Undang Madinah ini bukan harus kembali ke periode Mekkah melainkan harus maju ke periode setelah Madinah. Hanya yang harus kita ambil dan contoh adalah metode dakhwah dan penerapan Islam yang dilakukan oleh Rasulullah semasa di Mekkah. Jadi yang kita harus ambil hanyalah metode Rasulullah yang telah dipakainya semasa Rasulullah masih di Mekkah berdasarkan kepada petunjuk Allah melalui firman-firman-Nya yang tercantum dalam Al Qur'an. Disini saya akan memberikan sedikit gambaran yaitu misalnya Indonesia yang penduduknya bermacam ragam (sama seperti penduduk Yatsrib pada masa Rasulullah), penguasanya sebagian besar adalah yang mengaku muslim paling tidak menurut KTP-nya. Tetapi karena aqidah Islam dan ukhuwah Islam yang menjadi dasar dari Undang Undang Madinah dalam Daulah Islam Rasulullah tidak ada di Negara Indonesia, melainkan yang ada adalah kepercayaan kepada Pancasila dan ukhuwah Pancasila dengan aturan UUD'45-nya (mengikuti para pendiri negara Indonesia dahulu), maka Indonesia sampai kapanpun tetap menjadi negara pancasila dengan UUD'45-nya. Kalau aqidah Islam dan ukhuwah Islam tidak diterapkan di hati masing-masing yang percaya kepada Allah, maka sampai kapanpun tidak akan memperoleh petunjuk untuk membangun kembali Daulah Islam Rasulullah dengan Undang Undang Madinah-nya. "Mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung."(Al Baqarah: 3-5) Jadi tugas kita kaum muslimin yang telah sadar untuk mengembalikan Daulah Islam Rasulullah ini adalah berusaha menerapkan aqidah Islam dan ukhuwah Islam dalam semua aspek kehidupan. Dalam menerapkan aqidah Islam dan ukhuwah Islam ini kita harus mencontoh Rasulullah. Inilah yang selalu saya ulang-ulang dalam tulisan saya yaitu berusaha memasyarakatkan Khilafah Islam, Pemerintahan Islam, Hukum Islam dan Undang Undang Madinah. Dalam mencontoh Rasulullah ini kita harus melayangkan kembali pikiran kita ke awal dimana Rasulullah pertama kali melakukan dakhwah dan menyebarkan serta memasyarakatkan Islam di Mekkah ini secara sembunyi-sembunyi, tetapi tidak lama setelah itu dilanjutkan dengan dakhwah secara terang-terangan. Dimana pada periode awal ini, Allah telah menggariskan dan menekankan kepada pembinaan aqidah dan meyakinkan bahwa Allah Yang Maha Esa yang telah menciptakan seluruh alam semesta beserta segala isinya dengan serba teratur. "Dialah yang menjadikan matahari bersinar cemerlang; dan bulan bercahaya terang, dan ditetapkan-Nya tempat-tempat peredarannya supaya kamu dapat mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Allah menjadikan itu hanyalah dengan kebenaran; dijelaskan-Nya keterangan-keterangan untuk kaum yang (mau) mengetahui." (Yunus: 5). Memberitahukan kepada seluruh ummat manusia bahwa segala apa yang ada di langit dan bumi sujud kepadaNya. "Hanya kepada Allah-lah sujud segala apa yang dilangit dan dibumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa..." (Ar-Rad: 15). Membimbing ummat manusia dengan petunjuk-Nya untuk memohon ampunan dan ridhaNya. Memberitahukan akhlak Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul sebelumnya dari mulai Nabi Adam AS sampai Nabi Isa AS untuk dijadikan sebagai contoh tauladan, bagaimana perjuangannya, kesabarannya, keteguhannya, keyaqinannya dalam menyampaikan risalah Allah kepada masing-masing ummatnya. Juga memberitahukan bagaimana kesudahan dari ummat Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul yang membangkang perintah Allah. Memberitahukan orang-orang mu'min akan mendapat kemenangan dan orang-orang kafir akan memperoleh kehancuran. "..Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku..."(Al Maidah: 3). Inilah jawaban dan tanggapan saya yang singkat ini untuk Saudara Ahmad AS di Jepang, semoga Saudara Ahmad AS puas hendaknya. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Mar 1999 jam 04:56:52 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
