----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Monday 01 March 1999 16:00 UTC



** KEMBALI KORBAN TEWAS AKIBAT KERUSUHAN BERDARAH DI AMBON.

** JAKARTA INGIN SECEPATNYA KONSULTASI DENGAN RAKYAT TIMOR TIMUR

** MAHASISWA TUNTUT PERCEPAT PROSES TERHADAP SOEHARTO

** OBASANJO MENANG PEMILU PRESIDEN DI NIGERIA

** KERUSUHAN DI MANA-MANA RAGUKAN PEMILU YANG JURDIL




* AMBON KEMBALI RUSUH.
Kerusuhan baru antara penduduk Kristen dan Islam di Ambon, kembali
menelan korban jiwa. Menurut koresponden Radio Nederland, di Ambon,
jumlah korban tewas mencapai lima orang. Tentara dilaporkan menindak
para pelaku kerusuhan dengan kekerasan dan menurut saksi mata, empat
orang warga Muslim tewas akibat tembakan. Sejak awal tahun Ambon menjadi
ajang kerusuhan berdarah antara penduduk Kristen dan Muslim. Jumlah
korban tewas selama ini sudah mencapai 200 orang. Sementara ini,
pemerintah pusat di Jakarta akan meningkatkan keamanan di Ambon dan
secepatnya mengirim seribu tentara tambahan.


* JAKARTA INGIN SECEPATNYA KONSULTASI DENGAN RAKYAT TIMOR TIMUR
Presiden B.J. Habibie ingin agar konsultasi dengan rakyat Timor Timur
mengenai masa depan Timor Timur sudah harus dilaksanakan sebelum pemilu
tanggal 7 Juni. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Australia
Alexander Downer di Sydney hari Senin, setelah bertemu dengan Presiden
Habibie di Jakarta pekan lalu. Habibie ingin agar status Timor Timur
sudah tuntas sebelum 1 Januari tahun 2000. Selanjutnya Menlu Downer
menambahkan, paket otonomi bagi Timor Timur akan dituntaskan dalam
perundingan berikut antara pemerintah Indonesia dan Portugal, yang
disponsori PBB. Kelompok pro-integrasi Timor Timur menuduh Australia
mencampuri urusan Timor Timur dengan mendukung kubu separatis. Menurut
koran Sydney Morning Herald, pemimpin pasukan pro-integrassi Timor
Timur, Joao Tavarres, berulangkali mengancam, paling tidak satu diplomat
Australia akan dibunuh untuk mendesak Canberra agar tidak mencampuri
urusan Timor Timur.


* MAHASISWA TUNTUT PERCEPAT PROSES TERHADAP SOEHARTO
Senin pagi polisi menahan 35 mahasiswa yang ikut berdemonstrasi di depan
gedung Departemen Kehutanan di Jakarta. Para mahasiswa anggota Aliansi
Aksi Rakyat Menggugat, ALARM, itu menuntut agar proses peradilan
terhadap mantan presiden Soeharto dipercepat. "Adili Soeharto dan
kroni-kroninya sebelum pemilu tanggal 7 Juni", demikian berbagai spanduk
yang digelar.
Sementara itu 150an mahasiswa anggota Forum Komunikasi Senat Mahasiswa
Jakarta FKSMJ berkumpul di depan gedung Kejaksanaan Agung di Jakarta,
menuntut pengunduran diri Jaksa Agung Andi Ghalib yang memimpin
pengusutan terhadap Soeharto. Para mahasiswa kemudian bergerak menuju ke
Departemen Pertahanan. Mereka menuntut agar dwifungsi ABRI dicabut saja.
Para mahasiswa kemudian bubar dengan tertib.
Dua minggu lalu Mingguan Panji Masyarakat menerbitkan penyadapan
pembicaraan telepon rahasia yang diduga dilakukan antara Presiden
Habibie dengan Jaksa Agung Andi Ghalib. Dalam pembicaraan telepon itu
disarankan agar proses pengusutan terhadap mantan presiden Soeharto
tidak perlu dilanjutkan. Sejauh ini Presiden Habibie tidak membantah
pembicaraan telepon itu.


* OBASANJO MENANG PEMILU PRESIDEN DI NIGERIA
Pemilu presiden di Nigeria dimenangkan oleh mantan penguasa militer
jenderal purnawirawan Olusegun Obasanjo. Sejauh ini ia sudah memperoleh
63% suara, sementara saingannya mantan menteri keuangan Olu Falae, 37%.
Tetapi Falae sejauh ini meragukan perolehan suara Obasanjo. Falae
menuduh pemilu presiden pertama dalam 15 tahun ini tidak berlangsung
jurdil dan ia tengah mempertimbangkan untuk membatalkan hasil
penghitungan lewat pengadilan. Para pengamat internasional juga
melaporkan terjadinya berbagai kecurangan. Di berbagai tempat jumlah
suara jauh lebih banyak dari jumlah elektorat. Menurut mantan presiden
Amerika Jimmy Carter, salah seorang pangamat asing pada pemilu ini,
kecurangan tidak saja terjadi di kubu Obasanjo tetapi juga di kubu
Falae.


* ISRAEL IMBAU PENDUDUKNYA DI PERBATASAN LIBANON AGAR BERLINDUNG
Israel mengimbau penduduknya di perbatasan Libanon agar, untuk
sementara, tetap tinggal di tempat-tempat perlindungan bawah tanah,
selama Israel tetap melakukan serbuan udara terhadap instalasi-instalasi
Hezbollah di Libanon. Israel cemas gerakan perlawanan Islam akan pula
melakukan serangan dengan menembakkan roket-roket udara ke Israel utara.
Serbuan besar-besaran Israel itu merupakan reaksi terhadap serbuan
Hezbollah hari Minggu kemarin, yang menewaskan tiga orang militer Israel
dan seorang wartawan. Israel memperingatkan, Hezbollah akan diserbu dari
udara, darat dan laut, namun sejauh ini Israel baru melakukan serbuan
udara.
Salah seorang korban serbuan Hezbollah adalah seorang brigadir jenderal,
yang merupakan perwira tertinggi Israel yang tewas di Libanon sejak
tahun 82. Menteri Luar Negeri Amerika Madeleine Albright mengimbau baik
Israel maupun Libanon agar tetap tenang.


* AMERIKA BANTAH SERBUAN TERHADAP JARINGAN PIPA MINYAK IRAK
Amerika Serikat ragu-ragu akan laporan Bagdad bahwa serangan udara di
Irak Utara hari Minggu kemarin menghancurkan jaringan pipa minyak.
Washington tidak menemukan bukti mengenai kebenaran laporan Irak
tersebut. Menurut seorang juru bicara pemerintah Amerika, serbuan udara
Amerika itu hanya diarahkan pada instalasi-instalasi militer, dan bukan
terhadap sektor ekonomi seperti jaringan pipa minyak. Tetapi Bagdad
bersikeras, serbuan udara Amerika itu menghancurkan jaringan pipa minyak
terpenting Irak, yang menghubungkan kilang-kilang minyak di Irak Utara
dengan pelabuhan Turki Ceyhan di Laut Tengah. Bagian terbesar dari
minyak yang boleh di ekspor Iran untuk membeli pangan, disalurkan lewat
jaringan pipa minyak tersebut.


* KOREA UTARA BANTAH PENDUDUKNYA TURUN TAJAM AKIBAT KELAPARAN DAN
PENYAKIT
Korea Utara membantah keras bahwa jumlah penduduknya selama empat tahun
belakangan merosot drastis akibat kelaparan dan wabah penyakit. Bulan
lalu Korea Selatan melaporkan bahwa jumlah rakyat Korea Utara sejak
tahun 95 berkurang dengan 2,5 sampai 3 juta jiwa. Menurut Korea Utara
laporan tersebut hanyalah strategi propaganda yang dilakukan Korea
Selatan. Menurut Korea Utara jumlah penduduk tahun depan akan mencapai
23 juta jiwa, 2 juta lebih banyak dibanding tahun 93. Sejak tahun 95
Korea Utara dilanda banjir dan musim kemarau yang menghancurkan panen di
sektor pertanian. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Uni
Eropa dan UNICEF, 62% anak-anak Korea Utara mengalami kekurangan makan
yang gawat.


* MENTERI LUAR NEGERI MADELEINE ALBRIGHT MENGKRITIK HAK ASASI CINA
Dalam kunjungannya ke Beijing, Menteri Luar Negeri Amerika Madeleine
Albright mengkritik kebijakan hak asasi manusia Cina. Amerika Serikat
menyayangkan bahwa belakangan Cina menindak keras para anggota gerakan
demokratisasi. Hal itu disampaikan Albright kepada Menteri Luar Negeri
Cina, Tang Jiaxuan yang pada gilirannya menyebut kritik Amerika itu
sebagai mencampuri urusan dalam negeri Cina. Belakangan, Cina
menjatuhkan hukuman penjara yang lama kepada sejumlah pendukung
demokrasi. Kritik Albright tersebut bukan hal baru. Beberapa hari lalu,
Washington menerbitkan sebuah laporan kritis mengenai situasi hak asasi
manusia di Cina. Sebelum bertolak ke Beijing, Albright sudah bertekad
akan membicarakan masalah hak asasi manusia itu dengan pucuk pimpinan
Cina.


* PERJANJIAN INTERNASIONAL RANJAU DARAT.
Hari Senin perjanjian internasional yang melarang penggunaan ranjau
darat, mulai resmi diberlakukan. Tetapi para pemrakarsa perjanjian
tersebut kurang optimis, karena negara-negara adi daya seperti Amerika
Serikat, Rusia dan Cina tidak menandatangani perjanjian tersebut.
Negara-negara lain, seperti India, Pakistan dan Israel juga belum
bergabung dengan perjanjian itu. Konvensi Ottawa tahun 97 itu melarang
produksi, penggunaan maupun penyimpanan ranjau-ranjau darat. 133 negara
menandatangani dan 65 di antaranya sudah meratifikasinya.


* KERUSUHAN DI MANA-MANA PEMILU JURDIL SANGAT DIRAGUKAN
INTRO: Pasukan penindak kerusuhan masal yang baru dibentuk akan dikirim
ke sejumlah daerah rawan, di antaranya ke Ambon. Hal ini dinyatakan oleh
Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto Senin kemarin. Lebih lanjut laporan
koresponden Syahrir dari Jakarta:

Pasukan yang dikirim ke Ambon ini meliputi 500 anggota zeni tempur
ditambah Brimob dan Kodam setempat. Pasukan Kostrad yang sebelumnya
dikirim ke Ambon sempat diprotes masyarakat setempat karena membela
salah satu kelompok yang bertikai. Pasukan Kostrad itu umumnya berasal
dari Sulawesi Selatan. Mungkin karena itu ada anggota-anggota ABRI
lainnya disinyalir sempat ikut massa rakyat dengan berpakaian sipil dan
menembaki kelompok masyarakat lain yang dianggap sempat dibela pasukan
Kostrad. Maka jelas bahwa tugas pasukan penindak kerusuhan massal di
Ambon itu tidak akan gampang.

Di Jakarta, Senin kemarin ketua umum PUDI Sri Bintang Pamungkas mendesak
agar pemerintah mencopot Gubernur Maluku Saleh Latuconsina. Jika tidak
mampu mengamankan daerahnya hingga tiap hari ada pembunuhan lebih baik
ia mundur dari jabatannya, kata Bintang pada pers. Sri Bintang heran
mengapa Latuconsina masih dipertahankan, padahal ia jelas-jelas terbukti
tak mampu mengatasi keadaan. Latuconsina, yang dikabarkan menjadi
gubernur karena anggota ICMI merupakan bagian produk Orde Baru. Karena
itu setelah berkuasa, Latuconsina yang hanya mengandalkan diri pada
orang-orang yang berkuasa di Jakarta, seperti Adi Sasono dan Achmad
Tirto Sudiro segera menggeser puluhan pejabat yang beragama kristen.
Maka ibarat rumput kering, ketika para provokator dari Jakarta datang,
setelah peristiwa Ketapang terjadi di Jakarta, terbakarlah Ambon yang
sebelum Orde Baru masih didominasi Umat Kristen. Banyak tokoh masyarakat
seperti Sri Bintang kini menuntut ada yang bertanggungjawab atas begitu
banyak kasus berdarah di Maluku.

Di Kalimantan Barat misalnya sudah ada pejabat yang diberhentikan.
Kapolri Roesmanhadi kemarin mengumumkan bahwa Kapolda Kalbar, Kapolres
Sambas dan beberapa Kapolsek telah diberhentikan karena dianggap gagal
menangani kerusuhan di Kabupaten Sambas. Seorang pengamat intel yang
baru mengunjungi Ambon, berpendapat saran Sri Bintang Pamungkas agar
Gubernur Maluku Saleh Latuconsina diberhentikan tidaklah cukup karena
masalah Ambon tidak segampang itu. Konflik di Ambon telah begitu meluas
dan mendalam sehingga untuk menurunkan tensinya tidaklah bisa dilakukan
dalam waktu singkat. Mengganti gubernur dan danrem saja tidak cukup,
katanya. Pertama-tama harus dikembalikan ketertiban hukum di sana.
Sebenarnya pada awalnya tidaklah sulit untuk mengendalikan peristiwa
Ambon, tetapi karena aparat keamanannya lemah seperti di pulau Jawa,
maka persoalannya bertambah runyam dan kini sulit diatasi. Ia juga
melihat bagaimana orang-orang yang harus ditahan kemudian dibebaskan.
Inipun terjadi di daerah-daerah lain katanya.

Di Sulawesi Utara para provokator pun begitu saja dibebaskan sehingga ia
khawatir peristiwa Ambon bisa meletus di Manado. Bukan rahasia lagi
bahwa sekitar 120 perwira pendukung Prabowo masih bercokol di jajaran-
jajaran militer di daerah. Mulai dari Korem sampai Kodim, demikian tulis
tabloid Aksi. Bahkan menurut suatu sumber lain seorang pangdam di
Indonesia Timur pun tergolong dekat dengan Prabowo.

Penanganan kasus Maluku memang tidak bisa setengah-setengah. Untuk tahap
pertama hukum dan ketertiban ditegakkan terlebih dahulu, barulah
dibicarakan penataan aturan-aturan baru. Misalnya mengembalikan
keseimbangan antar agama di Ambon, yang sempat dirusak rejim Orde Baru
dan dilanjutkan rejim Orde Baru-Baru atau Orbaba saat ini, kata seoarng
pengamat lain. Ia juga mengatakan dengan melihat keadaan di Ambon serta
kemungkinan letupan di daerah-daerah lain yang mayoritasnya kristen
seperti Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan lain-
lain maka tampaknya sulit bagi pemda setempat untuk menyelenggarakan
pemilu yang normal. Hal ini pun sudah ditekankan oleh Gubernur Maluku
Latuconsina yang menyatakan tidak mampu menangani pemilu di Ambon
sebagaimana lazimnya diadakan pada pemilu-pemilu yang lampau.

Ada enam propinsi di mana umat kristen merupakan mayoritas. Dan empat
propinsi yang beberapa kabupatennya dihuni suku-suku yang beragama
kristen. Daerah inilah yang nampaknya akan menjadi sasaran para perusuh
yang lebih mengingini agar suatu pemerintahan status quo yang didominasi
militer ditegakkan, kata pengamat tersebut. Maka dalam tiga bulan ini
masih banyak hal luar biasa yang dapat mereka cetuskan sebelum pemilu.
Mengetahui hal-hal ini masihkah orang bisa mengharapkan bahwa suatu
pemilu yang jurdil dapat terlaksana?

Hari Senin kemarin seorang ketua partai, yaitu ketua PDI Budi Harjono
sudah dipukul anggota-anggota PDI Perjuangan yang masih punya rasa
dendam karena keluarga mereka dibunuh pada peristiwa 27 Juli 1996 di
Jakarta. Apakah pada saat kampanye nanti hal-hal yang lebih menyeramkan
lagi tidak akan terjadi? Hanya elit politik di Jakarta saja yang mungkin
bisa menjawabnya, tetapi sementara itu di Ambon bukan hanya kekuatan
elit Jakarta yang bisa bermain, tetapi mungkin juga kekuatan-kekuatan
internasional yang dulu bermain di Bosnia.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Mar 1999 jam 17:07:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke