----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

SIARAN PERS BERSAMA

KESATUAN SOLIDARITAS KESEJAHTERAAN PETANI (KSKP) SUMATERA SELATAN
SOLIDARITAS MAHASISWA SUMSEL UNTUK PETANI (SMSP)

Mencermati berita di Harian Sriwijaya Post yang berjudul "PDI Perjuangan
Bela Tanah Rakyat", 1 Maret 1999, yang berisi pernyataan Ketua PAC PDI
Perjuangan Manggar, Belitung, Samsidi, berkaitan dengan kasus 26 hektare
tanah warga yang dicaplok PT Stalindo Wahana Perkasa (PT SWP), bahwa
pihaknya akan membela kasus tersebut untuk kepentingan warga Desa Padang,
Kecamatan Manggar, Belitung, kami sangat menghormatinya.

Namun, solusi yang disampaikan Samsidi atas nama Partai PDI Perjuangan
bahwa kasus tersebut sebaiknya diselesaikan melalui perundingan dengan
sasaran ganti rugi, dan apabila perundingan itu gagal maka diteruskan ke
pengandilan, kami menilai solusi tersebut bukan hal yang konkret, dan
terkesan sebagai kampanye terselubung.

Kenapa? Solusi perundingan dengan sasaran ganti rugi, bukan suatu langkah
penyelesaian sebuah kasus pertanahan. Sebab, bagi petani tanah tidak dapat
dihargai dengan uang. Petani tetap akan mendapatkan nafkah apabila memiliki
lahan. Nilai ganti rugi sebesar apapun, merupakan suatu kejahatan terhadap
petani, karena secara langsung telah mematikan sumber kehidupan petani.

Selain itu, langkah-langkah hukum yang akan ditawarkan sebenarnya adalah
"lipstik" dari rejim Orde Baru. Sebab, tidak ada suatu fakta yang
menyebutkan petani menang terhadap para investor kapitalis di meja hijau.

Jadi, pernyataan Samsidi bahwa para petani yang lahannya digusur PT SWP
sebaiknya melapor ke pihaknya, dapat dikatakan sebagai kampanye
terselubung. Pernyatan itu tidak lebih dari pernyataan-pernyataan para
birokrat di Sumsel selama rejim Orde Baru yang telah menipu para petani.

Yang harus disadari, apakah partai-partai politik sekarang ini, telah
memasukan agenda persoalan petani ke dalam program kerjanya? Kami menilai,
sampai saat ini, tidak satu pun partai politik yang secara khusus membuat
agenda untuk mengembalikan lahan yang dijarah para investor kapitalis ke
tangan petani.

Selain itu, partai-partai politik yang ada saat ini, belum mewujudkan
cita-cita reformasi secara konkret. Sebabnya, pertama partai-partai yang
ada tidak memperhatikan 13 syarat untuk Pemilu Bebas, Demokratis, dan
Jurdil:

1. Diselenggarakan di bawah Pemerintahan Sementara, Pemerintahan Koalisi
Demokratik !
2. Tidak ada Dwi Fungsi ABRI ; Tidak ada jatah kursi bagi ABRI di MPR, DPR,
DPRD I dan DPRD II !
3. Tidak ada UU Politik dan Peraturan Lain yang Tidak Demokratis !
4. Semua Tapol/Napol Dibebaskan Tanpa Syarat !
5. Tidak ada Penjajahan di Timor Leste; Tidak ada Operasi Militer di Aceh
dan Papua Barat !
6. Tidak ada Pembatasan Partai, Baik dari Segi Asas, Ideologi,  Garis
Politik,  Apalagi Pembatasan yang Bersifat  Administratif seperti Jumlah
Pendiri dan Jumlah Cabang yang dimiliki !
7. Tidak ada Seleksi Terhadap Parpol oleh Lembaga yang Tidak Demokratis
Seperti "Tim Sebelas";  Hanya Rakyat Melalui Pemilu Itu sendiri yang Berhak
Menyeleksi Parpol Peserta Pemilu !
8. Tidak Ada Litsus/Screening  dan Diskriminasi untuk Calon Anggota
Legislatif, Terutama untuk Bekas Tapol/Napol Beserta Keluarga Kasus PKI,
DI/TII, Aceh, Dll. !
9. Panitia Pelaksana Pemilu adalah Badan Independen yang Dibentuk oleh
Partai Peserta Pemilu, Tanpa Intervensi oleh Pemerintah/ABRI;  Dilakukan
Pengawasan Massal oleh Badan Independen Maupun Kelompok Partisan !
10. Tidak Ada "Money-Politics" dan "Kapitalisme-Politik", yang  Mendistorsi
" Satu Orang Satu Suara"  Menjadi "Satu Rupiah Satu Suara" !
11. Tidak Ada Pembatasan  Isi  Maupun  Metode Kampanye, Selama Tidak
Merugikan Rakyat dan Bersifat Demokratis !
12. Adanya Kesempatan yang Sama dan Merata bagi Semua Peserta Pemilu untuk
Memanfaatkan Asset Negara, seperti Dana, Alat Komunikasi, Media Massa
Negara, Dll. !
13. Tidak Ada Pembatasan terhadap Ekspresi dan Ide Politik : Adalah tidak
Senonoh jika Seseorang/Kelompok Harus Diteror/Diculik/Dipenjara dan
Dibantai Hanya karena Mempunyai Ide  Politik, Seperti: Ide Mendirikan
Negara Islam,
Mendirikan Papua Barat Merdeka, Mendirikan Aceh Merdeka maupun Mendirikan
Negara Sosialis !

Berdasarkan alasan di atas, maka kami menyatakan:

1. Meminta partai-partai politik yang ikut pemilu untuk tidak memanfaatkan
petani sebagai kendaraan politik Pemilu 1999.

2. Menghimbau seluruh petani di Indonesia untuk tidak tergoda oleh semua
bentuk rayuan partai politik, misalnya money politik dalam Pemilu 1999.

Demikianlah. Terimakasih atas kerjasamanya.

Palembang, 1 Maret 1999

1. Kesatuan Solidaritas Kesejahteraan Petani (KSKP) Sumatera Selatan

Amir Hamzah                                Amar  Rusdi
Ketua                                       Sekretaris

2. Solidaritas Mahasiswa Sumsel untuk Petani (SMSP)

Fery P. Sihaan
Hendri Dunand
Koordinator
Kebid. Advokasi
------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Mar 1999 jam 07:07:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke