----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Thursday 04 March 1999 15:40 UTC



** MENTERI LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TIBA DI JAKARTA

** 48 PARTAI PENUHI SYARAT UNTUK IKUT PEMILU


** PARTAI-PARTAI PEMERINTAH BELANDA KALAH PEMILU DEWAN PROPINSI

** PARTAI PEMERINTAH MEKSIKO ADAKAN DEMOKRATISASI

** SEKITAR TIGA JUTA WARGA AMERIKA MENYAKSIKAN WAWANCARA TV DENGAN
LEWINSKY
Diperkirakan sekitar tiga juta warga Amerika menyaksikan wawancara
televisi dengan Monica Lewinsky yang menceritakan hubungannya dengan
presiden Clinton. Sebagian besar isi wawancara sudah lebih dahulu
dibocorkan. Lewinsky, 25 tahun, menyatakan menyesal atas segala akibat
dari perselingkuhannya dengan presiden Clinton, baik bagi keluarga
Clinton maupun bagi sanak saudaranya sendiri. Selanjutnya Lewinsky
menceritakan bahwa selama affairnya dengan Clinton ia pernah melakukan
aborsi, setelah ia dihamili oleh seorang karyawan departemen pertahanan
Amerika. Hak cipta wawancara ini dijual di sekitar tiga puluh negara.
** TOPIK GEMA WARTA: BENARKAH  TERJADI SALAH LANGKAH MILITER DI AMBON?

** TOPIK GEMA WARTA: APA PESAN MADELEINE ALBRIGHT DI JAKARTA?




* MENTERI LUAR NEGERI  AMERIKA SERIKAT TIBA DI JAKARTA
Menteri Luar Negeri Amerika Selatan, Madeleine Albright, tiba di Jakarta
setelah mengunjungi Cina dan Thailand. Albright antara lain akan
mengadakan pertemuan dengan Presiden B.J. Habibie dan Xanana Gusmao yang
ditahan rumah. Menurut sumber pemerintah Amerika, selama kunjungan satu
hari di Indonesia ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat juga akan
mencari informasi tentang persiapan pemilu yang dijadwalkan 7 Juni
mendatang.


* 48 PARTAI PENUHI SYARAT UNTUK IKUT PEMILU
Panitia Persiapan Pembentukan Komisi Pemilihan Umum (PPPKPU) menetapkan,
48 partai politik memenuhi syarat untuk ikut serta dalam pemilihan umum
yang dijadwalkan tanggal 7 Juni mendatang. Demikian tegas Ketua PPPKPU,
Nurcholis Madjid. PPPKPU yang terdiri dari para pengacara dan ilmuwan
itu bertugas memverifikasi 141 partai politik yang mendaftarkan diri.
Pada era presiden Soeharto, yang terpaksa mengundurkan diri Mei tahun
lalu, hanya ada tiga partai politik. Kini pengganti Soeharto, Bacharudin
Jusuf Habibie, berjanji akan mengakhiri pembatasan jumlah partai.


* PARTAI-PARTAI PEMERINTAH BELANDA KALAH PEMILU DEWAN PROPINSI
Tiga partai koalisi pemerintah Belanda mengalami kekalahan berat pada
pemilihan dewan propinsi yang diadakan kemarin. Pemilu ini diadakan,
karena para anggota dewan propinsi itu akan memilih anggota Senat
Belanda, de Eerste Kamer Mei mendatang. Koalisi pemerintahan, yang
terdiri dari kelompok sosial demokrat, kelompok liberal kiri dan kanan,
hanya meraih mayoritas tipis. Terutama partai D66 yang beraliran liberal
kiri banyak kehilangan suara. PvdA yang sosial demokrat di bawah
pimpinan perdana menteri Wim Kok meraih 19 persen suara sehingga menjadi
pertai ketiga di Belanda. Partai-partai oposisi meraih kemenangan besar.
Tanpa diduga Partai Demokrat Kristen CDA meraih 24 persen suara sehingga
menjadi partai terbesar. Dukungan terhadap partai linkungan Kiri Hijau
meningkat hampir berlipat ganda. Persentase elektorat yang mencoblos
sangat rendah. Dari 12 juta elektorat hanya 45 persen yang mengunjungi
tempat pemungutan suara. Pada pemilihan dewan propinsi yang lalu,
jumlahnya 50 persen.


* TALIBAN DAN OPOSISI DI AFGANISTAN AKAN BERUNDING
Taliban dan oposisi di Afganistan sepakat akan mengadakan perundingan
perdamaian secara langsung. Perundingan ini akan diadakan tanggal 10
Maret mendatang di Turkmenistan. Utusan khusus PBB, Lakhdar Brahimi,
mengimbau pihak-pihak yang bersengketa agar bersikap kostruktif dalam
mengadakan perundingan. Kelompok fundamentalis Taliban merebut kekuasaan
di Kabul, ibu kota Afganistan, pada 1996 dan kini menguasai 90 persen
wilayah Afganistan.


* PARTAI PEMERINTAH MEKSIKO ADAKAN DEMOKRATISASI
Partai pemerintah Meksiko PRI, yang sudah tujuh puluh tahun berkuasa,
ingin mengadakan demokratisasi dalam tubuh partai. Presiden Ernesto
Zedillo pernah menyatakan ia akan menunjuk calon presiden pada pemilu
berikut. Di Meksiko adalah kebiasaan bahwa seorang presiden menunjuk
penggantinya. Namun kekuasaan partai ini semakin tertekan, karena
partai-partai oposisi semakin berkuasa di daerah. Calon presiden dari
PRI diduga akan banyak menghadapi kesulitan pada pemilu mendatang.
Dengan mengadakan demokratisasi, PRI berharap dapat mencegah kekalahan.
Pemilihan calon presiden dari PRI kemungkinan besar akan diadakan bulan
September. Belum jelas apakah hanya anggota partai yang boleh memilih.
Mungkin para pendukung yang bukan anggota juga boleh ikut memilih.



* TENTARA UGANDA BUNUH 15 PEMBERONTAK HUTU DARI RWANDA
Tentara Uganda membunuh lima belas pemberontak Hutu dari Rwanda, yang
diduga terlibat dalam pembunuhan delapan orang wisman di Uganda.
Demikian dilaporkan koran pemerintah Uganda New Vision. Lima belas
pemberontak itu konon terbunuh di Bwindi. Senin lalu di sana 31 orang
wisman diculik, delapan di antaranya dibunuh dengan parang. Mereka
berkewarganegaraan Amerika, Inggris dan Slandia Baru. Presiden Uganda,
Yoweri Museveni, kemarin menyatakan akan menindak para pembunuh warga
asing itu. Menurut Museveni, tentara pemerintah mengejar pemberontak
Hutu di negara tetangga, Congo. Sementara itu, sebuah tim reserse
Amerika FBI telah tiba di Uganda untuk membantu dalam menyelidiki kasus
pembunuhan tersebut.


* PENGADILAN PEJAHAT PERANG DINKO SAKIC DI KROASIA DITUNDA
Di Zagreb, ibu kota Kroasia, proses peradilan salah seorang yang dituduh
pejahat perang, Dinko Sakic, tiba-tiba ditunda. Sakic yang berusia 77
tahun ini sakit-sakitan. Pengadilan ditunda sampai 15 Maret mendatang.
Sakic dituduh melakukan kejahatan perang pada perang dunia kedua.
Sebagai komandan kamp konsentrasi Jasenovac, dia dianggap bertanggung
jawab atas kematian dua ribu orang warga. Sakic tertangkap di Argentina
tahun lalu dan kemudian diekstradisi ke Kroasia.


* BENARKAH TERJADI SALAH LANGKAH MILITER DI AMBON?
Kolonel Polisi Bugis Saman ditunjuk sebagai Kapolda Maluku yang baru.
Sedangkan Kolonel Polisi Robert Siahaya ditunjuk sebagai Irpolda yang
baru. Kedua putra daerah itu ditarik dari pulau Jawa. Berdasarkan bahan
dari Jakarta berikut ulasan redaksi di Hilversum:

Baik Pangab Jenderal Wiranto dan Kapolri Jenderal Polisi Roesmanhadi
yang keduanya kini dituntut masyarakat agar mundur, berusaha keras
merubah citra mereka yang sebelumnya dianggap kurang peduli dan kurang
tegas mengatasi situasi di Ambon. Roesmanhadi selama ini bersikeras
bahwa peristiwa Ambon adalah peristiwa kriminal murni. Kedua-duanya
memang tamatan sekolah politik Orde Baru yang sarat dengan euphemisme.
Ditangkap disebut diamankan. Mengkritik disebut melakukan subversi.
Orang ditembak di tempat dikatakan orangnya berusaha melarikan diri.
Maka pertengkaran antar agama pun oleh Roesmanhadi disebut sebagai
peristiwa kriminal murni. Menurut seorang petugas intelijen, belum
pernah dalam sejarah polisi, mulai dari Tribratanya Polisi Negara sampai
Saptamarganya Polri, ada Kapolri yang begitu taat kepada Angkatan Darat
selain Roesmanhadi.

Maka partai-partai Islam bahkan PKPnya Edi Sudradjatpun minta agar bukan
hanya Kapolda, Wakapolda dan Irpolda yang diganti tetapi juga Danrem,
Pangdam, dan Pangab. Ada yang mengatakan bagaimana mungkin Wiranto bisa
terjebak dengan mengikuti keinginan Pangdam Sulawesi Suaidi Marassabesy
mengirim pasukan dari Sulawesi Selatan pada awal kerusuhan. Orang awam
pun tahu bahwa dengan mengirim prajurit-prajurit Bugis, Makassar ke
Ambon sama saja dengan memancing pasukan Patimura dan Polri setempat
untuk berpihak pada satu golongan. Kalau sejak semula Wiranto sudah
mengirim pasukan dari Jawa atau Bali mungkin perkembangan di Ambon tidak
akan separah sekarang, katanya.

Pengiriman satu Brigade pasukan dari pulau Jawa saat ini sebenarnya
sudah hampir sama banyak ketika TNI mengirim pasukan ke Ambon pada tahun
1950-an untuk menumpas RMS yang punya sekitar 200 pasukan bersenjata.
Satu brigade itu sama banyaknya dengan satu brigade ABRI yang dikirim
Benny Moerdani ke Timor Timur pada awal penyerangan ke bekas wilayah
Portugis itu. Tidak sampai setahun Benny sudah minta tambahan satu
brigade lagi. Apakah sejarah akan berulang di Ambon masih perlu dilihat
lebih lanjut.

Sementara itu di Jakarta kelompok-kelompok yang sejak semula sudah anti
Habibie kini ramai-ramai menuntut agar Habibie mengundurkan diri. Itulah
latar belakangnya mengapa Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz menyatakan
kepada pers bahwa peristiwa Ambon menurut penglihatannya adalah usaha
pihak tertentu menjatuhkan kredibilitas dan wibawa pemerintah. Rangkaian
peristiwa kerusuhan berdarah di tanah air merupakan upaya pendongkelan
Presiden dan Menhankam/Pangab serta menggagalkan Pemilu. Presiden Partai
Keadilan Nur Mahmudi mengatakan, pembantaian ummat di Ambon merupakan
bagian dari pertarungan elit politik dari kelompok yang ingin
mempertahankan status quo dan kelompok pendukung reformasi total secara
membabi buta.

Tetapi anehnya Menteri Luar Negeri Ali Alatas sama halnya dengan
Presiden B.J. Habibie mengatakan, peristiwa Ambon bukan masalah agama
tetapi masalah krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Pers Jakarta mencatat bagaimana citra Presiden Habibie terus melorot.
Sejumlah tokoh Islampun mulai meninggalkannya. Sebaliknya diberitakan
bagaimana Megawati dan Gus Dur berusaha menyiapkan jalan Wiranto ke
Istana Merdeka. Hubungan Wiranto Habibie dinilai sudah tidak harmonis
lagi. Ini berawal dari sikap Habibie yang enggan menempatkan Wiranto
sebagai Wapres pada Sidang Istimewa MPR yang lalu. Padahal di luaran
ketika itu sudah ramai isu tentang pasangan kedua tokoh itu. Golkar,
atas petunjuk Habibie, tidak mengagendakan posisi wapres itu. Tapi
Wiranto tidak bereaksi. Sementara perwira-perwira pro-statusquo seperti
Mayjen 'K' yang disebut-sebut Gus Dur tetap bergerak di daerah-daerah
menciptakan instabilitas.

Lalu Habibie melemparkan isu konsentrasi pasukan Prabowo di sekitar
rumahnya pada bulan Mei lalu. Secara struktural, menurut pers Jakarta,
sasaran tembaknya ialah Wiranto. Karena Wiranto adalah atasannya Prabowo
ketika itu. Tapi Wiranto membantahnya. "Akibat pernyataan Habibie soal
Prabowo itu, ummat Islam tidak lagi bersimpati pada Habibie. Ummat Islam
tidak akan melakukan kesalahan yang kedua," tegas Kyai Haji Abdulkadir
Djaelani dari Partai Bulan Bintang. Bagi tokoh Islam ini baik Habibie
dan Wiranto tidak mungkin akan menjabat presiden periode berikut.
Demikian pemberi ceramah di Kodam-Kodam dan imam Kopasus saat ini,
kepada Megapos.

Tidaklah mengherankan jika Letjen Purnawirawan Harsudiono Hartas
mengatakan Markas Kopassus sekarang adalah sebuah pesantren besar yang
penuh dengan santri berbaret merah.


* APA PESAN MADELEINE ALBRIGHT DI JAKARTA?
Intro: Kemarin dan hari ini Menteri Luar Negeri Amerika Serikat,
Madeleine Albright, berada di Jakarta. Inilah kunjungan pertamanya ke
Indonesia setelah Orde Baru jatuh. Selain para pejabat Jakarta,
Albright, dalam acara yang ketat padat, juga dijadwalkan bertemu dengan
pemimpin perlawanan Timor Timur Xanana Gusmao, para pemimpin oposisi
Indonesia dan Tim Sebelas yaitu Panitia Persiapan Pembentukan Komisi
Pemilihan Umum PPPKPU. Sebenarnya bagaimana sikap pemerintah Amerika
terhadap Indonesia di jaman reformasi ini? Berikut penjelasan Profesor
William Liddle, pakar Indonesia dari Ohio State University, teman
Madeleine Albright:

WILLIAM LIDDLE [WL]: Kesan saya adalah bahwa pemerintah Amerika berharap
supaya Indonesia bisa menjadi negara yang demokratis.

RADIO NEDERLAND [RN]: Maksudnya melalui pemilihan umum, segala macam
ini?

WL: Maksud saya ya, melalui pemilihan umum. Kesan saya ada beberapa
negara yang menjadi fokus Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, yang
ada kemungkinan menjadi demokrasi. Ya seperti Nigeria, yang baru saja
mengadakan pemilu, ya jadi begitu juga dengan Indonesia. Seperti anda
tahu, kan pemerintah Amerika pada umumnya, ingin supaya seluruh dunia
menjadi demokratis. Jadi mereka melihatnya dari segi itu. Saya kira
fokus perhatiannya sekarang bukan ekonomi, tapi politik: pemilu dan
mungkin juga Tim-Tim.

RN: Nah bagaimana soal Tim-Tim ini?

WL: Yah, saya kira bahwa di Washington khususnya di Kementerian Luar
Negeri, mereka sudah mengerti bahwa Tim-Tim akan menjadi merdeka. Jadi
tinggal bagaimana melaksanakan proses kemerdekaan itu.

RN: Jadi yang disebut tawaran Habibie atau otonomi luas atau melepas
Timor Timur itu bagi Amerika sudah jelas, itu adalah melepas Tim-Tim
gitu yah?

WL: Saya kira di State Department (Kementerian Luar Negeri Amerika,
Red.) mereka mengerti bahwa sejak pernyataan Presiden Habibie pada
tanggal 27 Januari itu semua sudah berobah di lapangan. Jadi maksud saya
psikologi di Tim-Tim sendiri sudah berubah. Mereka mengerti sekarang
bahwa mereka bisa menuntut kemerdekaan, jadi mereka tidak menginginkan
otonomi lagi. Itu dimengerti ya, saya kira, di Washington.

RN: Selain masalah pemilu dan Tim-Tim ini, yang juga masih dalam rangka
politik di Indonesia adalah, yah kekacauan yang sekarang terjadi di
mana-mana, yang terakhir ini adalah Ambon, kemudian katanya juga
Kalimantan Barat. Nah, bagaimana sikap pemerintah Amerika terhadap
situasi ini, menurut anda?

WL: Oh, saya yakin bahwa pemerintah Amerika tidak mau melihat Indonesia
pecah menjadi beberapa negara, selain masalah Tim-Tim yang memang
merupakan suatu kekecualian. Sebab Tim-Tim itu tidak pernah menjadi
bagian Indonesia, sebelum tahun 75. Tapi propinsi-propinsi lain yang
sudah lama diakui dunia sebagai bagian Indonesia, saya kira Amerika
berharap supaya semua daerah itu tetap di dalam Indonesia. Jadi saya
yakin bahwa pemerintah Amerika mau membantu proses 'nation building'
kalau saya boleh pakai istilah itu.

Kalau anda melihat geo-politik Asia pada umumnya, Indonesia diharapkan
memainkan peranan yang cukup penting di dalam Asean, sebagai pemimpin
dan negara-negara yang bergabung di dalam Asean, tapi juga sebagai salah
satu negara yang terbesar di Asia. Sejak Soeharto jatuh, kebijakan
Amerika adalah demokratisasi.

RNW: Sejauh mana bisa demokratisasi kalau yang dihadapi adalah ancaman
pecah itu kan?

WL: Ya, betul, betul, tapi jangan terlalu membesarkan ancaman perpecahan
itu, dari segi kebijakan Amerika Serikat ini masih hal-hal kecil. Saya
kira salah satu bagian kebijakan Amerika adalah, membantu supaya ada
jaminan bahwa proses pemilu itu nanti sah, terbuka, transparan, jujur.
Kalau semua itu bisa terjadi yah siapa saja yang menjadi presiden nanti
akan mendapat pengabsahan, legitimasi dari masyarakat yang lebih besar.
Yang lebih penting adalah jumlah kursi ABRI, di MPR yang 38 itu dan juga
jatah kursi untuk golongan dan untuk daerah, sebab di situlah ada
kemungkinan manipulasi.

Coba bayangkan kalau Golkar mendapat persentase suara yang jauh kurang
dari 50 persen dan mereka membuat koalisi dengan beberapa partai kecil,
katakanlah partai Islam kecil, lantas mereka bergabung dengan ABRI yang
38 kursi itu, dan golongan yang juga dipilih oleh Habibie, dan ini kan
belum jelas akan dipilih, tapi katakanlah asumsi, dipilih oleh Habibie,
itu kan tidak sah sama sekali. Kalau itu yang diperlukan untuk mendapat
mayoritas.

RN: Sejauh mana menurut anda Kementrian Luar negeri Amerika, tahu
mengenai hal ini?

WL: Tahu, tahu mereka memantau terus.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Mar 1999 jam 17:07:43 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke