----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 08/II/4-10 Maret 99
------------------------------

DPR

(LUGAS): Beberapa polling yang dilakukan sejumlah lembaga menunjukkan begitu
kuatnya desakan agar Presiden Habibie dan Jaksa Agung Andi M Ghalib dimintai
pertanggungjawaban. Polling yang dilakukan Bernas dan Fisip UAJ Yogya
misalnya, telah memperlihatkan tuntutan masyarakat tersebut. Dari 327
responden penelitian mereka, 285 atau 87,2% menjawab Habibie dan Ghalib
perlu mempertanggungjawabkan pembicaraan mereka.

Keinginan 87,2 persen responden di atas sebenarnya telah menggambarkan
betapa kuatnya desakan masyarakat agar Habibie-Ghalib mempertanggungjawabkan
materi pembicaraan mereka berdua. Tapi sayangnya, tuntutan itu tidak
dianggap penting oleh mayoritas anggota DPR. Hanya Fraksi Persatuan
Pembangunan (FPP) yang berkoar-koar sendirian di gedung DPR!

Namun, suara keras FPP itu akhirnya mentok juga, setelah tiga fraksi yang
lain yaitu FABRI, FKP dan FPDI bersengkongkol dan memanganggap tidak perlu
memanggil Habibie dan Ghalib itu. Dan FPP pun tampak hanya setengah hati,
mereka hanya menerima begitu saja putusan dewan tanpa berbuat apa-apa.

Kita tahu, pemanggilan DPR kepada Habibie berkaitan dengan pembicaraannya
dengan Ghalib yang heboh itu sebetulnya tugas maha penting para anggota
dewan. UU No 4/1999 pasal 33 (3) telah memberikan hak kepada DPR untuk
meminta keterangan pada Presiden, mengadakan penyelidikan, dan mengadakan
perubahan atas RUU.

Dan jelas bahwa Habibie-Ghalib telah melakukan pengingkaran terhadap
ketetapan MPR, terutama mengenai pengusutan terhadap Soeharto. Seperti
rekaman pembicaraan Habibie-Ghalib yang beredar itu, terlihat bagaimana
pemerintahan sekarang seolah hanya main-main dalam melakukan pengusutan
terhadap Soeharto. Pemerintah telah melakukan pengingkaran Tap MPR No
XI/MPR/1998 tentang pemerintahan yang bersih dari KKN telah tegas disebutkan
perintah untuk menyidik dugaan KKN yang dilakukan Soeharto, keluarga, dan
kroninya. Itu jika hasil SI MPR masih dianggap sebagai produk sah wakil rakyat.

Jadi, janganlah bermimpi mempunyai parlemen yang kuat. Parlemen yang mampu
membawakan suara rakyatnya, jika para anggota legislatifnya tidak punya
nyali sebagai wakil rakyat dan hanya memikirkan bagaimana cara melunasi
kredit mereka! (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Mar 1999 jam 02:22:21 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke