----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: MAS

Bapak Hasan Basri yth,
Perkenankan saya menanggapi tulisan bapak kali ini ttg judul spt diatas.
1)Memang benar,bahwa setiap orang beragama tertentu,adalah wajar jika
menjadi marah dan kecewa,ketika melihat dan mendengar,bahwa ummatnya
diperlakukan
tidak adil oleh orang2 yang beragama lain.Balas membalas terhadap perbuatan
itu,bila diteruskan,akan melahirkan perang antar-agama.Ingat saja "perang
sabil",dsb,dsb.Bahkan perang antar katholik dgn kristen konon juga pernah
berjalan berpuluh tahun (Irlandia)(?).Juga permusuhan antara NU dengan
Muhamadiyah(?)
Bahkan,saya tahu ada beberapa keluarga yang tidak mau mengakui anaknya
lagi,karena sianak tersayang ternyata kawin dengan orang yg beragama
lain.!!!
Dilihat secara sepintas,maka ternyata perbedaan beragama telah menumbuhkan
rasa kebencian dan permusuhan.!!Saya setuju 100 persen,bila dipisahkan
antara
agama dgn negara(pemerintahan).Di negara2 seculair barangkali tidak ada
persoalan2 agama menjadi begitu serius. Pendapat saya: Yang terpenting bagi
kita,sebenarnya adalah moralitas yang tinggi.!Budi pekerti yg tinggi ! Soal
agama itu terserah kepada  masing2 pemeluknya saja.!!Agama jangan dibawa2
ke urusan lain!!
Semua agama mengajarkan perdamaian dan kedamaian.Namun justru pengikut2nya
yg melupakan prinsip ini..!! Jadi kalau sampai ada negara Islam,kristen
atau lainnya,
maka pasti ada persoalan2 yang akan timbul.Ini tidak perlu.!!
2) Nasionalisme bukan chauvinisme.!!Orang amerika juga nasionalis,demikian
juga
orang Inggris,Jerman,perancis,dsb.Adalah penting,bahwa setiap warga-negara
adalah seorang nasionalis.Harus diartikan,bahwa seorang nasionalis itu
orang yg
mencintai
bangsa dan tanah-airnya.!!Karena Bung Karno yg "membuat" Negara Indonesia
(tanpa Timtim),maka beliau begitu getol mengajarkan rasa nasionalisme
(Nasional and character building).(a.l).
Hampir separuh umur beliau dihabiskan didalam penjara/tanah buangan,demi
cita2
kebangsaan ini.Bahkan begitu seculair fahamnya,sehingga sampai wafat,beliau
tidak mau membubarkan PKI.!!
Kalau orang sekarang begituu benci thd komunism,bahkan socialism,dan
melupakan nasionalism,maka itu adalah "hasil karya kampanye Suharto"
belaka.....!!
Selama 30 tahun lebih,rakyat diindoktrinasi ttg Pancasila(nya dia).Bahkan
semua ajaran Bung Karno harus dinyatakan salah dan hrs dibuang jauh2.Seolah
Bung
Karno itu pengkhianat Bangsa,karena telah memproklamirkan kemerdekaan.
Hasilnya: Kebanyakan pemuda2 yg kini berusia baru 50 tahunan,belum
mempunyai landasan yg teguh ttg nasionalism.(termasuk beberapa
pakarnya).Maka  tidaklah mengherankan,bahwa sekarang ada gagasan: Negara
federalis Indonesia ,Aceh Merdeka,Irian Barat Merdeka,dsb,dsb.Khusus utk
kedua
daerah ini,saya berpendapat,bahwa sebenarnya mereka tidak begitu ngotot
ingin memisahkan diri dari Kesatuan Indonesia.!!Inti-pokoknya: Selama
berpuluh tahun
mereka itu diterlantarkan!!!!!Pemerintahan tidak adil,khususnya
pemerintahan Suharto yg bengis itu.
3) Mungkinkah tokoh2 seperti Megawati,atau tokoh Golkar(Baramuli),atau
tokoh
NU,PAN atau lainnya,mampu meredam kekacauan di Ambon??Rasanya TIDAK
mungkin!!Sebab semua mereka itu ingin jadi pahlawan utk partynya belaka,...
Tidak memenuhi kebutuhan rakyat Ambon.Apalagi kalau kita lihat,PDI
perjuangan
dgn sepakterjangnya sampai kini,ternyata membuat orang2 yang dulu sangat
sympati kepadanya,menjadi kecewa dan bertanya2:Mau kemana Mega??
Program kolonial mau diterapkan terus di Timtim,spanduk2 dan posko2 Mega
membuat seluruh wilayah jadi merah......!!(pameran?).Kalau saya dulu begitu
alergi terhadap wilayah yang menjadi kuning(Golkar),sekarang saya jadi
alergi melihat warna ini berganti menjadi merah PDI perjuangan..!!(adil
kan?).Kalau dulu saya
sympati kepada perngorbanan Mega tgl 27 Juli 96,maka dengan mendengar teror
yang dilakukan oleh Mega di Menado,Lampung,dan ancaman di Surabaya dll,maka
sympati saya beralih kepada Budi Harjono. Tidak berarti saya senang dgn
partynya.
Melainkan saya hanya melihat dari segi Hukum dan Keadilan belaka...!!
Hukum dan keadilan bagi sesama,keadilan bersama...(tepo sliro).Adil kan?
Kalau mega tak mau diperlakukan sewenang2 dulu,maka seharusnya jangan balas
dendam dong....!!Kalau begitu,namanya  diktator menganti diktator...!!!bila
mega jadi
menang nantinya.!!(kolonialis Suharto berganti menjadi kolonialis Mega/Gus
Dur)
Soal keadilan dan hukum itu bukan soal emosi belaka...!!!
(?).Padahal yang dicita2kan mahasiswa adalah  DEMOKRASI!!!!!
3) Kekacauan di Ambon ternyata dicampuri oleh polah ABRI/Polisi/pemda.
Jadi sebaiknya biarlah persoalan Ambon diselesaikan oleh masyarakat Ambon
sendiri.....!!
4) Tulisan anda ttg keindahan hidup dan Negeri Amerika,saya senang sekali.
Saya juga sangat menginginkan keindahan dan kedamaian seperti yg andai
tuliskan itu terjadi juga di Indonesia.Siapa sih yang tidak ingin
kedamaian,keindahan,keadilan(bersama),kesejahteraan,kepastian
hukum,terlaksanakannya dgn baik HAM,dll??
Bila anda menyesal,maka hal itu tidak perlu,kan?

Hormat saya utk anda.!!

From: mas Tribon

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Mar 1999 jam 10:30:54 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke