----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


DEMO BAYARAN PRO SUHARTO DI KEJAKSAAN AGUNG

        JAKARTA (SiaR,5/3/1999)  Angkatan Muda Anti Anarki (AMAR) dan Front
Pemuda dan Pelajar Anti Revolusi (FPPAR)serta Komite Solidaritas Umat Islam
Indonesia (KSUII), Kamis (4/3) pagi mendatangi Kejaksaan Agung. Mereka
menuntut agar Ketua DPR-MPR Harmoko dipecat dari jabatannya, dan mengadili
semua mantan menteri Kabinet Pembangunan I hingga Pembangunan VII , karena
dianggap bersalah menjerumuskan bangsa ini ke dalam krisis berkepanjangan
saat ini.

        Kelompok-kelompok  pro Soeharto ini mendatangi Kejagung pukul 09.00
pagi dengan menggunakan sekitar 40 bus metromini. Bus Metro mini yang disewa
kebanyakan berasal dari terminal bus Senen, demikian menurut Sitanggang
seorang sopir bus tersebut. "Kami setengah hari dijanjikan bayaran Rp 250
ribu, lumayan lah," ujarnya. Saat ditanya apakah ia tahu dan mendukung
tuntutan AMAR dan FPPAR, Sitanggang menjawab bahwa  ia tidak berurusan
dengan politik. "Kami cuma tahu mereka bayar tinggi sewa bus kami, kami
antar sudah, " ujar sopir yang mengaku pendukung setia Megawati tersebut.

        Aksi AMAR dan FPPAR kali ini mengerahkan sekitar 1.500 orang. Mereka
mengeluarkan tuntutan agar Harmoko diadili dan bertanggung jawab karena
sudah memanipulasi suara rakyat dengan meminta Soeharto tetap menjadi
presiden. Tuntutan yang dibacakan seorang pemimpin FPPAR bernama Yusril
Indra, seorang pemuda Kemayoran. "Kami menuntut Kejagung menyebutkan status
Soeharto, apakah sebagai tersangka, terfitnah atau ter-fait a compli," ujar
Indra. Menurut Indra, pemeriksaan Soeharto jangan sampai dijadikan komoditi
oleh George Aditjondro dan Amien Rais yang menurutnya antek Zionis dan
menghujat  Soeharto.

       Dalam aksinya, kelompok-kelompok ini melibatkan pemuda  tanggung,
pria-pria setengah baya, dan ibu-ibu yang membawa anak. Mereka membentangkan
spanduk yang bertuliskan: Jangan Hujat Soeharto, Tangkap dan Adili
Provokator, Kejagung Bukan Untuk Kepentingan Elit-elit Tidak Bermoral dan
Provokator Zionis, Cabut Tap-tap MPR, UU dan Keppres hasil Pemilu.

        Menurut pengusutan SiaR di ternyata beberapa pemuda mengaku dibayar
Rp 15 ribu. Sementara koordinator aksinya dibayar Rp 30 ribu. Seorang
koordinator dari daerah Madani Raya, Kemayoran mengaku jika aia bisa
mengumpulkan 30 orang akan dicarterkan sebuah  Metro Mini. "Saya sendiri
dapat bonus lumayan karena udah bisa dapet tiga bus," ujarnya.

        Menurut pengakuannya masa bergerak dari Senen, Kemayoran , Mangga
Besar, Duren Sawit, Tanjung Priok dan Tanah Abang. Bahkan seorang pemuda
bernama Marcel mengaku kemarin ia juga ikut kelompok ini saat demonstrasi ke
Polda Metro Jaya mendemo Theo Syafei. "Saya cuma ikut-ikutan doang sama
temen-temen, lumayan buat duit rokok," ujar jebolan sebuah fakultas di
Universitas Sahid.

       Seorang bapak bernama Ramdan yang bekerja di Blok M mengatakan
kesannya bahwa mereka itu cuma demonstran bayaran. Para demonstran ini juga
tidak digubris aparat yang nampak berjaga dengan ogah-ogahan dan hanya
mengatur lalu lintas saja. Seorang petugas intel dari Polres Jakarta Selatan
kepada SiaR mengatakan, demosntrasi pro Suharto ini memang tidak punya izin
namun polisi hanya ditugaskan untuk menjaga ketertiban saja.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Mar 1999 jam 12:23:22 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke