---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk MAHASISWA DITUSUK SANGKUR DAN DISIKSA DI MUSHALA JAKARTA (SiaR,5/3/1999) ABRI kembali melakukan penyiksaan di Mushala. Kali ini korbannya adalah Mahasiswa di kampus Akademi Bahasa Asing -Akademi Bisnis Indonesia (ABA-ABI), Jl Matraman Raya. Setelah 3 orang anggota ABRI melakukan penembakan brutal terhadap jemaah yang sedang melakukan shalat subuh di Masjid Al-Huda Ambon Minggu (7/3) dan menewaskan 11 orang, hari Kamis (4/3) lalu, ABRI dari satuan Pengendali Huru-hara (PHH) kembali melakukan penyerbuan kampus ABA-ABI sampai ke tempat ibadah kampus tersebut. Beberapa mahasiswa dianiaya dan disiksa ketika mereka yang sedang shalat ashar di mushala kampus setempat. Walaupun Kadispen Mabes Polri Brigjen Pol. Togar Sianipar membantah bahwa penembakan di Ambon itu dilakukan di luar masjid dan selanjutnya dibawa ke dalam masjid, namun tampaknya kasus penusukan di mushala ABA-ABI menunjukkan bukti fakta moral ABRI yang sebenarnya. Dalam pengamatan langsung oleh SiaR di lokasi sesaat setelah kejadian, darah masih berceceran di dalam mushala dan tirai hijau pemisah antara ruang muslimin dan muslimat terkoyak koyak. Begitu pula pintu masuk mushala yang hancur berkeping-keping dan engselnya patah karena dibuka paksa. "Sungguh biadab, keji dan sama sekali tidak mencerminkan sikap orang beragama," demikian kata seorang warga jalan Pramuka yang ikut menyaksikan peristiwa tersebut. Faisal, seorang mahasiswa ABA-ABI mengatakan bahwa ia juga korban tusukan sangkur aparat ketika mencoba sembunyi di mushala dari kejaran aparat. "Saya juga melihat seorang mahasiswi yang sedang shalat ashar ditusuk dan diseret dari dalam mushala. Ssaya mendengar teriakan tentara tersebut ' Bajingan kalian �..Komunis kalian' seru tentara tersebut sambil kalap memukuli dan menyeret mahasiswa tersebut," kata aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia unit timur tersebut sambil berurai air mata. Ia berhasil meloloskan diri dengan tubuh berdarah-darah saat akan diseret anggota ABRI ke truk. Melihat kejadian yang mengenaskan itu, warga masyarakat sekitar kampus mengepung dan menolong para mahasiswa yang diseret olah ABRI. Masyarakat mulai melawan dan memukuli petugas ABRI. Saat itu 2 buah motor kendaraan operasional ABRI dibakar massa dan mereka mulai surut bertahan ke seberang jalan dengan senjata terkokang. Sementara itu Chaerullah, ketua senat Fakultas Keuangan dan Perbankan dari ABA-ABI mengecam pengrusakan sarana kuliah dan kampusnya yang dilakukan ABRI dari satuan PHH Kodam Jaya yang tergabung dalam operasi Yustisi. Chaerullah juga mengutuk dan menuntut ABRI karena perusakan sarana Mushala dan penusukan yang dilakukan di mushala di saat banyak jamaah sedang melakukan shalat ashar. Dalam pembacaan pernyataan sesaat setelah penyerbuan tersebut juga diperlihatkan handuk merah yang dipergunakan untuk membersihakan darah seorang mahasiswa korban tusukan sangkur. Handuk tersebut penuh oleh darah dan walau berwarna merah muda tampak jelas darah kental memenuhi 80% dari handuk ukuran 40 X 90 itu. Sementara itu di pintu utama gedung kuliah, satu kaca pecah berkeping- keping bekas dobrakan ABRI saat menerobos hingga ke lantai 5 gedung kuliah di Jalan Matraman Raya itu. Di lantai 2 masih penuh ceceran darah dan banyak bekas darah dari korban mahasiswa yang diseret turun dari lantai atas oleh ABRI. Sekitar pukul 16.15, bau anyir darah masih menyengat dari lantai 2. Menurut Elly Salomo dari Forkot, kurang lebih pukul 14.00 mereka sudah mendapat khabar bahwa konsentrasi aparat sekitar 15 truk di sekitar Megaria dan 4 Truk Kamra di daerah depan Polres Jakarta Pusat. "Namun entah mengapa pasukan Kamra ditarik, saat mahasiswa sedang mulai merapatkan barisan di jalan Proklamasi sekitar pukul 14.45. Kami belum sempat orasi dan militer mulai "membantai" kami hingga ke dalam kampus," cerita juru bicara Forkot ini. Ia mengancam, jika kawan-kawannya tidak segera dilepas dan militer tidak bertanggung jawab terhadap kasus ini, maka Forkot akan melakukan aksi besar besaran. Hingga Kamis malam pukul 21.30, korban di kalangan mahasiswa yang mengalami luka sangat parah dan yang berhasil diidentifikasi adalah: Sugeng (mahasiswa Untag, menderita patah pinggul, mata kiri tidak bisa melihat, bibir pecah dan muntah darah). Korban lain adalah Salmon, mahasiswa Universitas Guna Dharma menderita sesak nafas, muntah darah dan mata kanan tidak bisa melihat akibat pukulan benda tumpul berulang ulang. Sementara Fernando, mahasiswa Univ Guna Dharma mengalami retak di beberapa tulang rusuk karena injakan sepatu lars dan luka dalam yang cukup parah. Sampai Kamis malam, ke 3 mahasiswa itu dirawat di RS Polri Kramat Jati. Kondisi yang sedikit lebih baik dialami 5 orang mahasiswa yang mengalami luka-luka akibat tindak brutal anggota ABRI. Meski sempat berdarah-darah dan luka memar namun kelima mahasiswa itu hanya dirawat di Poliklinik Polisi Militer Jakarta (PMJ). Pada peristiwa itu, juga cukup banyak korban dari kalangan wartawan akibat kebrutalan ABRI. Toto Irianto, wartawan harian Pos Kota hingga Kamis malam masih terkapar di RS Husada akibat luka dalam yang parah. Begitu juga Ardiles, wartawan foto 'Wires' juga mengalami luka-luka. Bahkan ia sempat diancam agar tidak melakukan tuntutan hukum oleh beberapa perwira di PMJ. Korban lain Dimas (Wires), Morisa (GAMMA), Agus Mulyadi (Jawa Pos) dan Eddy Purnomo (AP). Hingga Kamis malam, pihak Komite Mahasiswa Bersatu (KMB) sedang melakukan sosialisasi masalah dengan KAMMI (Kesatuan Aski Mahasiswa Muslim Indonesia) yang sehari sebelumnya melakukan demo dengan izin di Dephankam, untuk bersama sama mengangkat kasus pelecehan dan penodaan tempat ibadah di kampus ABA-ABI.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Mar 1999 jam 16:42:31 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
