----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Sepertinya memang saya banyak dimusuhi dan
dicurigai setiap kali menulis mengenai agama.
Sepertinya saya adalah antek antek Yahudi dan
Nasrani yang menyamar untuk menghancurkan
Islam dari dalam ( begitu kata beberapa netter ).

Bulak balik saya bercermin, bulak balik saya
pergi keluar masuk kamar , saya tanya Vicky
" Honey...Am I a moslem or what? "
Dia menjawab  " You are a very good Muslim,
but more importanly you are a fine humanbeing.. "

Dengan bekal semangat seperti itu saya
sekarang duduk  di depan layar komputer dan
mencoba memberikan alibi mengapa saya
begitu sering memberi kritik terhadap religi,
terutama terhadap agama sendiri, Islam...

KRITIK TERHADAP KONSEP NEGARA ISLAM.

Sekaranglah saatnya saya memberikan argumen
mengapa konsep negara Islam adalah sebuah
konsep yang bukan saja tidak realistis tapi sangat
tidak masuk akal. Ketika era new millenuim tinggal
selangkah kedepan, ketika satu satunya medium
menuju sebuah kondisi masyarakat maju adalah
dengan adaptasi tehnologi, demokrasi dan menjadi
pintar didalam persaingan global, pilihan menjadikan
Indonesia sebagai negara Islam bukan saja suatu
kemunduran, tapi mala petaka..

Jelas di benak para santri dan kyai arogan yang
terlalu banyak membaca sejarah nabi tanpa mencoba
mengerti, Negara Islam adalah suatu impian, Suatu
dambaan, Tapi bagi saya, mereka itu  tidak lebih dari
sekelompok utopist yang gampang terpesona, sekumpulan
manusia yang terlalu meng idol idol sejarah kejayaan Islam,
Mencoba membuat surga artifisial di bumi yang
bernama " Islamicland" ingin menyaingi "Disneyland"

Di kepala mereka, Negara yang ideal adalah pemerintahan
Islam seperti jaman Muhammad. Atau jaman khalif khalif
sesudahnya, Tapi bila kita mencoba meneliti sedikit
kedalam sejarah , setiap kali Islam mencoba benegara
yang selalu muncul adalah pertumpahan darah,
Kekuasaan Haus darah, nepotisme, korup dan aniaya.

Memang Islam pernah jaya dengan " knowledge "
seperti Ibnu Sina dengan " Canon "nya yang dahsyat,
yang menjadi standar medical standar text book di Europa
selama 500 tahun, memang Ibnu Rushd adalah sumber
inspirasi philosopher terkenal seperto Thomas Aquinas
dan Roger Bacon, tapi sesungguhnya kemajuan Islam
itu beriringan dengan keterbukaan pemikiran orang
muslim pada paham paham agama dan budaya orang lain.
Bukan oroginal penemuan Islam sendiri.

Referensi Ibnu Rushd atau Averroes adalah Aristoteles,
Al Kharizmi, matimatikus yang terkenal dengan Al-Jabr nya
itu mengadaptasi bilangan numeral dan desimal dari India.
Jadi walaupun kita boleh berbangga dengan kemajuan
Islam, seperti di angan angan para utopis itu, kita
harus mengakui Islam tidak akan pernah maju tanpa
adaptasi, tanpa interaksi, tanpa belajar dengan bangsa
dan agama lain.

SEJARAH DARAH ITU.

Memang Muhammad sebagai publik figur, pemimpin kharsimatik
yang berhasil menyatukan suku suku di jazirah Arab.
Dan memang dalam jaman dia bangsa Arab memasuki era
pencerahan, berhala bertumbangan, paganisme dihapuskan,
Kabbah yang tadinya sebagai mekkah pengikut paganisme
polytheis dibersihkan dan dijadikan Mekkah umat Islam yang
monotheis, Muhammad memberikan kesegaran baru,dan umat
Islam maju...

Tapi  seperti sebuah simpul yang pecah, ketika Muhammad
mati, Umat Islampun mulai bertumbangan ,masing masing
saling berebutan kekuasaan, yang satu menamakan demokrasi.
Yang satu mendahulukan keturunan, tidak heran 50 Tahun
setelah kematian Muhammad , orthodoksi Islam mulai retak.

Muawiya, Gubernur Arab di Syria menolak Ali,kepokanan
Muhammad  yang meminta hak untuk menduduki kalifah
ke 4, Muawiya mengambil khalif power itu sendirian , me
mindahkan pusat kekuasaan ( ibu kota ) dari Madina ke
Damaskus dan membentuk dinasti Omyyad. dan Ali tidak
mau kalah mendirikan kehalifaan saingan di Kufa, Irak.

Ketika ketamakan dan arogansi kekuasaan tumbuh,
maka timbul juga anarki dan pertumpahan darah.

Ali mati terbunuh,
Husain (cucu Muhammad )  mati dipenggal Yazid, anak Muawiya
( kepalanya diarak dan dikirim ke Damaskus..)
Pengikut Ali yang tidak menerima penghinaan membentuk partisan
bernama Shiah, memecahkan diri dari mainstream Islam ( sunni )
Yang selamanya tidak akan pernah mengakui kepemimpinan khalip
Sunni.Shiah sendiri juga mengalami keretakan dengan timbulnya
aliran baru bernama Ismailis, Pada abad ke 11 dan 12, kaum Ismailis
inilah yang melancarkan teror dari pegunungan Persia dan Syria
dengan membunuh sesama Islam, baik orang awam, jendral,ulama
bahkan khalifah. Sebelum melancarkan kampanye pembantaian
ini mereka terkenal selalu menggunakan "makanan surga" yaitu
Hashis, akibatnya klik Ismailis ini dinamakan sebagai Hashshasin,
atau pemakan hashis, orang Barat mengambil kosa kata ini menjadi
Assassin,

Darah Islam berceceran oleh Islam sendiri,
Darah Usman yang mati terbunuh dalam mesjid.
Darah Ali, Husain, Umar,darah di padang Karbala..

Bila Muhammad bisa menyatukan Jazirah Arab,
Bila Abu Bakar dapat melanggengkan kekuasan
Islam dengan semangat represif ( menekan suku
suku kecil yang ingin memisahkan diri dari kekuasaan
Madinah ) itu bukan berarti bahwa Konsep negara
Islam bisa di ciptakan. Pada jaman itu peradaban
jelas tidak serumit sekarang, undang undang masih
dibuat secara sederhana,Al Quran memang secara
garis besar banyak menyiratkan undang undang,
tapi Quran itu lebih condong untuk memberi garis
hukum pada peradaban gurun, Dan  konsep negara
jaman sekarang beserta hukum dan perundang undangannya
jelas tidak bisa di jabarkan semua dalam Quran.

Konsep orang Islam yang selalu berkiblat pada Quran,
adalah sebuah konsep yang keliru menurut saya, karena
Quran adalah petunjuk, manusia yang mencari jalan.
Quran adalah peta, bukan destinasi..

Demokrasi barat yang telah universal, Hak hak azazi
manusia yang telah universal, Trias Politika, hak bersuara,
Pemilihan umum, Hukum pidana dan perdata, Hak Persamaan
martabat wanita dengan laki laki( Womans right ) The Right
of Man-nya  Thomas Paine, Deklarasi Amerika yang
berbunyi " We Declare that All men Created Equal " tidak ditemukan
dalam Al Quran, manusialah yang berpikir dan diajak berpikir untuk
mencari jalan atas persoalannya sendiri.Membuat Quran sebagai
sumber segala galanya adalah Men Tuhankan Al Quran,membuat
Al Quran sebagai undang undang negara adalah kematian kreatifitas
yang bertentangan dengan himbauan Tuhan pada manusia untuk
" berpikir ".

MEMANUSIAKAN MUHAMMAD.

Jelas Muhammad adalah rasul, tapi dia bukan malaikat apalagi Tuhan,
Kemunduran umat Islam umumnya adalah " kita " mempunyai ke
condongan memuliakan, meng idol ( berhala ) kan ,menganggungkan
Muhammad, semua doa dalam sholat, semua khutbah Jummat selalu
penuh dengan penggangung agungan Rasulllah ini ( utusan Allah )

Perlu di ketahui bahwa Muhammad itu telah mati, dia itu manusia
biasa ( pesuruh yang diangkat Tuhan karena berkarakter terpuji )
Tapi kebanyakan dari kita sebenarnya terlalu mengkultuskan
Muhammad diatas segala galanya.

Orang bisa menyumpah Tuhan, di film barat " Yesus F....G Christ
kata vulgar yng tidak jarang terdengar,comedian mencemooh
Tuhan hampir tiap hari di televisi dan Koran.
Stiker di mobil yang saya pernah baca tertera " F...K
Yesus ! " Teman  sesama Muslim pernah mengeluh " Sialan
Tuhan tidak pernah mengabulkan doa gue "ketika melirik nomor l
California Lotto , Tapi seberani itu kita merendahkan Tuhan, setakut
itu kita menyinggung Muhammad. Karena jauh didasar hati
semua orang Islam, Muhammad itu adalah " kekasih Tuhan "
yang kebesarannya nampak menyaingi Allah sendiri.

Muhammad adalah manusia, dia telah mati.
Tapi dikuburannya di Madinah, ribuan orang menangisi
makamnya dan berdoa meminta berkah, tidak jarang ada
yang melemparkan kertas ke Makam Rassuluhah yang
berisikan surat cinta atau surat meminta minta berkah,
seolah Muhammad masih hidup dan punya kesanggupan
untuk mengabulkan doa manusia..

Muhammad adalah manusia biasa, yang punya kelemahan.
Jika saya bisa bertemu dengan Muhammad misalnya,
saya jelas akan bertanya banyak hal pada dia, misalnya
tentang poligami, Quran memberi hak pada laki laki
untuk punya 4 Istri, Tapi kenapa misalnya Hukum Allah
itu tidak berlaku pada Muhammad sendiri ( Pada saat
dia meninggal, Istrinya  berjumlah 11 )

Kenapa juga menikahi Zainab, Istri Zaid, anak angkatnya
sendiri ( ketika menyadari Muhammad mengingini Zainab,
Zaid menceraikannya sebgai hadiah terhadap Muhammad )

Mengapa Muhammad mau mengawini  Aisyah ketika
perempuan ini masih berumur 7 tahun? Ketika disahkan
sebagai Istri dan tinggal serumah, Aisyah berumur 9 tahun.
( ketika Muhammad meninggal , umur Aisyah cuma 19 tahun ).

Saya juga ingin bertanya, mengapa Ketika Rassululah
tidak bisa menepati janji untuk adil terhadap istri, mesti
muncul ayat dari Tuhan, yang memberikan keringanan
bagi nabi untuk melanggar janji?

PENYEMBAH AGAMA.

Jelas saya tidak meragukan Muhammad sebagai rasul,
tanpa dia kita tidak mengenal ajaran Islam, tanpa dia
kita tidak tahu Allah itu apa?

Muhammad sebagai politikus dan pemimpin juga tidak
diragukan ke piawaiannya, ketika dia gagal  menarik
perhatian orang Yahudi dan Nasrani pada Islam dengan
membuat Kiblat kaum Muslimin ke Majidil Aqsa, dan berpuasa,
Secepat itu dia mengubah arah Kiblat ke Mekah dan membuat
Puasa yang berbeda dari kaum Yahudi. sebuah manuver
yang brilyan...

Muhammad telah mati, Warisannya adalah sisi baik kehidupan
dan ahlaknya sehari hari yang bisa di jadikan contoh,
Quran adalah suara Tuhan bukan suara Muhammad,
dan kita kaum muslimin hendaknya lebih banyak menyembah
Allah  dari pada menyembah Agama dan Muhammad.
Sudah waktunya berhenti menyebut junjungan, kanjeng,
dan men doakan Muhammad berlebihan. seperti di setiap
khutbah Jummat yang satu arah tanpa tanya jawab itu.
( Khutbah Jummat jaman Rasulullah  adalah tanya jawab
yang topiknya bervariasi, dari strategi perang, rencana
pembangunan proyek infrastruktur kota,sampai penyampaian
ayat ayat baru )

Muhammad telah tiada dan dia manusia,
seperti kata Abu Bakar ketika menyadari kepergian
Muhammad dia berteriak " Bila ada yang menyembah
Muhammad, ketahuilah bahwa Muhammad telah mati, tetapi bila
ada yang menyembah Allah, ketahuliah bahwa Allah itu hidup
dan selamanya hidup "

KESIMPULAN ITU.

Pemimpi sistim negara Islam adalah penyembah Agama,
yang dikuasai romantisme berlebihan terhadap Rassululah.

Penyembah agama tidak sama dengan penyembah Allah,
Orang yang menyembah Allah dalam diam akan mengagung
kan sang Khalik tanpa pernih pernik kolosal yang bernama
" Islamic State ".

Selain sejarah yang berdarah darah dari agama.
Entah Sunni melawan  Shiah, entah Protestant melawan
Katolik, Agama tidak pernah sanggup membawa kita
kedalam peradaban maju,dan jelas juga negara maju...

Karena kebanyakan dari kita orang beragama
sibuk dengan peta,tapi setelah itu tidak pernah
berupaya melangkah mencari destinasi sendiri,
kita terus menerus ketinggalan, karena sebenarnya
kebanyakan dari kita adalah Religion Worshipper
bukan penyembah Tuhan..



Hasan Basri





Sepertinya memang saya banyak dimusuhi dan
dicurigai setiap kali menulis mengenai agama.
Sepertinya saya adalah antek antek Yahudi dan
Nasrani yang menyamar untuk menghancurkan
Islam dari dalam ( begitu kata beberapa netter ).

Bulak balik saya bercermin, bulak balik saya
pergi keluar masuk kamar , saya tanya Vicky
" Honey...Am I a moslem or what? "
Dia menjawab  " You are a very good Muslim,
but more importanly you are a fine humanbeing.. "

Dengan bekal semangat seperti itu saya
sekarang duduk  di depan layar komputer dan
mencoba memberikan alibi mengapa saya
begitu sering memberi kritik terhadap religi,
terutama terhadap agama sendiri, Islam...

KRITIK TERHADAP KONSEP NEGARA ISLAM.

Sekaranglah saatnya saya memberikan argumen
mengapa konsep negara Islam adalah sebuah
konsep yang bukan saja tidak realistis tapi sangat
tidak masuk akal. Ketika era new millenuim tinggal
selangkah kedepan, ketika satu satunya medium
menuju sebuah kondisi masyarakat maju adalah
dengan adaptasi tehnologi, demokrasi dan menjadi
pintar didalam persaingan global, pilihan menjadikan
Indonesia sebagai negara Islam bukan saja suatu
kemunduran, tapi mala petaka..

Jelas di benak para santri dan kyai arogan yang
terlalu banyak membaca sejarah nabi tanpa mencoba
mengerti, Negara Islam adalah suatu impian, Suatu
dambaan, Tapi bagi saya, mereka itu  tidak lebih dari
sekelompok utopist yang gampang terpesona, sekumpulan
manusia yang terlalu meng idol idol sejarah kejayaan Islam,
Mencoba membuat surga artifisial di bumi yang
bernama " Islamicland" ingin menyaingi "Disneyland"

Di kepala mereka, Negara yang ideal adalah pemerintahan
Islam seperti jaman Muhammad. Atau jaman khalif khalif
sesudahnya, Tapi bila kita mencoba meneliti sedikit
kedalam sejarah , setiap kali Islam mencoba benegara
yang selalu muncul adalah pertumpahan darah,
Kekuasaan Haus darah, nepotisme, korup dan aniaya.

Memang Islam pernah jaya dengan " knowledge "
seperti Ibnu Sina dengan " Canon "nya yang dahsyat,
yang menjadi standar medical standar text book di Europa
selama 500 tahun, memang Ibnu Rushd adalah sumber
inspirasi philosopher terkenal seperto Thomas Aquinas
dan Roger Bacon, tapi sesungguhnya kemajuan Islam
itu beriringan dengan keterbukaan pemikiran orang
muslim pada paham paham agama dan budaya orang lain.
Bukan oroginal penemuan Islam sendiri.

Referensi Ibnu Rushd atau Averroes adalah Aristoteles,
Al Kharizmi, matimatikus yang terkenal dengan Al-Jabr nya
itu mengadaptasi bilangan numeral dan desimal dari India.
Jadi walaupun kita boleh berbangga dengan kemajuan
Islam, seperti di angan angan para utopis itu, kita
harus mengakui Islam tidak akan pernah maju tanpa
adaptasi, tanpa interaksi, tanpa belajar dengan bangsa
dan agama lain.

SEJARAH DARAH ITU.

Memang Muhammad sebagai publik figur, pemimpin kharsimatik
yang berhasil menyatukan suku suku di jazirah Arab.
Dan memang dalam jaman dia bangsa Arab memasuki era
pencerahan, berhala bertumbangan, paganisme dihapuskan,
Kabbah yang tadinya sebagai mekkah pengikut paganisme
polytheis dibersihkan dan dijadikan Mekkah umat Islam yang
monotheis, Muhammad memberikan kesegaran baru,dan umat
Islam maju...

Tapi  seperti sebuah simpul yang pecah, ketika Muhammad
mati, Umat Islampun mulai bertumbangan ,masing masing
saling berebutan kekuasaan, yang satu menamakan demokrasi.
Yang satu mendahulukan keturunan, tidak heran 50 Tahun
setelah kematian Muhammad , orthodoksi Islam mulai retak.

Muawiya, Gubernur Arab di Syria menolak Ali,kepokanan
Muhammad  yang meminta hak untuk menduduki kalifah
ke 4, Muawiya mengambil khalif power itu sendirian , me
mindahkan pusat kekuasaan ( ibu kota ) dari Madina ke
Damaskus dan membentuk dinasti Omyyad. dan Ali tidak
mau kalah mendirikan kehalifaan saingan di Kufa, Irak.

Ketika ketamakan dan arogansi kekuasaan tumbuh,
maka timbul juga anarki dan pertumpahan darah.

Ali mati terbunuh,
Husain (cucu Muhammad )  mati dipenggal Yazid, anak Muawiya
( kepalanya diarak dan dikirim ke Damaskus..
Pengikut Ali yang tidak menerima penghinaan membentuk patisan
bernama Shiah, memecahkan diri dari mainstream Islam ( sunni )
Yang selamanya tidak akan pernah mengakui kepemimpinan khalip
Sunni.Shiah sendiri juga mengalami keretakan dengan timbulnya
aliran baru bernama Ismailis, Pada abad ke 11 dan 12, kaum Ismailis
inilah yang melancarkan teror dari pegunungan Persia dan Syria
dengan membunuh sesama Islam, baik orang awam, jendral,ulama
bahkan khalifah. Sebelum melancarkan kampanye pembantaian
ini mereka terkenal selalu menggunakan "makanan surga" yaitu
Hashis, akibatnya klik Ismailis ini dinamakan sebagai Hashshasin,
atau pemakan hashis, orang Barat mengambil kosa kata ini menjadi
Assassin,

Darah Islam berceceran oleh Islam sendiri,
Darah Usman yang mati terbunuh dalam mesjid.
Darah Ali, Husain, Umar,darah di padang Karbala..

Bila Muhammad bisa menyatukan Jazirah Arab,
Bila Abu Bakar dapat melanggengkan kekuasan
Islam dengan semangat represif ( menekan suku
suku kecil yang ingin memisahkan diri dari kekuasaan
Madinah ) itu bukan berarti bahwa Konsep negara
Islam bisa di ciptakan. Pada jaman itu peradaban
jelas tidak serumit sekarang, undang undang masih
dibuat secara sederhana,Al Quran memang secara
garis besar banyak menyiratkan undang undang,
tapi Quran itu lebih condong untuk memberi garis
hukum pada peradaban gurun, Dan  konsep negara
jaman sekarang beserta hukum dan perundang undangannya
jelas tidak bisa di jabarkan semua dalam Quran.

Konsep orang Islam yang selalu berkiblat pada Quran,
adalah sebuah konsep yang keliru menurut saya, karena
Quran adalah petunjuk, manusia yang mencari jalan.
Quran adalah peta, bukan destinasi..

Demokrasi barat yang telah universal, Hak hak azazi
manusia yang telah universal, Trias Politika, hak bersuara,
Pemilihan umum, Hukum pidana dan perdata, Hak Persamaan
martabat wanita dengan laki laki( Womans right ) The Right
of Man-nya  Thomas Paine, Deklarasi Amerika yang
berbunyi " We Declare that All men Created Equal " tidak ditemukan
dalam Al Quran, manusialah yang berpikir dan diajak berpikir untuk
mencari jalan atas persoalannya sendiri.Membuat Quran sebagai
sumber segala galanya adalah Men Tuhankan Al Quran,membuat
Al Quran sebagai undang undang negara adalah kematian kreatifitas
yang bertentangan dengan himbauan Tuhan pada manusia untuk
" berpikir ".

MEMANUSIAKAN MUHAMMAD.

Jelas Muhammad adalah rasul, tapi dia bukan malaikat apalagi Tuhan,
Kemunduran umat Islam umumnya adalah " kita " mempunyai ke
condongan memuliakan, meng idol ( berhala ) kan ,menganggungkan
Muhammad, semua doa dalam sholat, semua khutbah Jummat selalu
penuh dengan penggangung agungan Rasulllah ini ( utusan Allah )

Perlu di ketahui bahwa Muhammad itu telah mati, dia itu manusia
biasa ( pesuruh yang diangkat Tuhan karena berkarakter terpuji )
Tapi kebanyakan dari kita sebenarnya terlalu mengkultuskan
Muhammad diatas segala galanya.

Orang bisa menyumpah Tuhan, di film barat " Yesus F....G Christ
kata vulgar yng tidak jarang terdengar,comedian mencemooh
Tuhan hampir tiap hari di televisi dan Koran.
Stiker di mobil yang saya pernah baca tertera " F...K
Yesus " Teman sama sama Muslim pernah mengeluh " Sialan
Tuhan tidak pernah mengabulkan doa gue "ketika melirik nomor
California, Tapi seberani itu kita merendahkan Tuhan, setakut
itu kita menyinggung Muhammad. Karena jauh didasar hati
semua orang Islam, Muhammad itu adalah " kekasih Tuhan "
yang kebesarannya nampak menyaingi Allah sendiri.

Muhammad adalah manusia, dia telah mati.
Tapi dikuburannya di Madinah, ribuan orang menangisi
makamnya dan berdoa meminta berkah, tidak jarang ada
yang melemparkan kertas ke Makam Rassuluhah yang
berisikian surat cinta atau surat meminta minta berkah,
seolah Muhammad masih hidup dan punya kesanggupan
untuk mengabulkan doa manusia..

Muhammad adalah manusia biasa, yang punya kelemahan.
Jika saya bisa bertemu dengan Muhammad misalnya,
saya jelas akan bertanya banyak hal pada dia, misalnya
tentang poligami, Quran memberi hak pada laki laki
untuk punya 4 Istri, Tapi kenapa misalnya Hukum Allah
itu tidak berlaku pada Muhammad sendiri ( Pada saat
dia meninggal, Istrinya  berjumlah 11 )

Kenapa juga menikahi Zainab, Istri Zaid, anak angkatnya
sendiri ( ketika menyadari Muhammad mengingini Zainab,
Zaid menceraikannya sebgai hadiah terhadap Muhammad )

Mengapa Muhammad mau mengawini  Aisyah ketika
perempuan ini masih berumur 7 tahun? Ketika disahkan
sebagai Istri dan tinggal serumah, Aisyah berumur 9 tahun.
( ketika Muhammad meninggal , umur Aisyah cuma 19 tahun ).

Saya juga ingin bertanya, mengapa Ketika Rassululah
tidak bisa menepati janji untuk adil terhadap istri, mesti
muncul ayat dari Tuhan, yang memberikan keringanan
bagi nabi untuk melanggar janji?

PENYEMBAH AGAMA.

Jelas saya tidak meragukan Muhammad sebagai rasul,
tanpa dia kita tidak mengenal ajaran Islam, tanpa dia
kita tidak tahu Allah itu apa?

Muhammad sebagai politikus dan pemimpin juga tidak
diragukan ke piawaiannya, ketika dia gagal  menarik
perhatian orang Yahudi dan Nasrani pada Islam dengan
membuat Kiblat kaum Muslimin ke Majidil Aqsa, dan berpuasa,
Secepat itu dia mengubah arah Kiblat ke Mekah dan membuat
Puasa yang berbeda dari kaum Yahudi. sebuah manuver
yang brilyan...

Muhammad telah mati, Warisannya adalah sisi baik kehidupan
dan ahlaknya sehari hari yang bisa di jadikan contoh,
Quran adalah suara Tuhan bukan suara Muhammad,
dan kita kaum muslimin hendaknya lebih banyak menyembah
Allah  dari pada menyembah Agama dan Muhammad.
Sudah waktunya berhenti menyebut junjungan, kanjeng,
dan men doakan Muhammad berlebihan. seperti di setiap
khutbah Jummat yang satu arah tanpa tanya jawab itu.
( Khutbah Jummat jaman Rasulullah  adalah tanya jawab
yang topiknya bervariasi, dari strategi perang, rencana
pembangunan proyek infrastruktur kota,sampai penyampaian
ayat ayat baru )

Muhammad telah tiada dan dia manusia,
seperti kata Abu Bakar ketika menyadari kepergian
Muhammad dia berteriak " Bila ada yang menyembah
Muhammad, ketahuilah bahwa Muhammad telah mati, tetapi bila
ada yang menyembah Allah, ketahuliah bahwa Allah itu hidup
dan selamanya hidup "

KESIMPULAN ITU.

Pemimpi sistim negara Islam adalah penyembah Agama,
yang dikuasai romantisme berlebihan terhadap Rassululah.

Penyembah agama tidak sama dengan penyembah Allah,
Orang yang menyembah Allah dalam diam akan mengagung
kan sang Khalik tanpa pernih pernik kolosal yang bernama
" Islamic State ".

Selain sejarah yang berdarah darah dari agama.
Entah Sunni melawan  Shiah, entah Protestant melawan
Katolik, Agama tidak pernah sanggup membawa kita
kedalam peradaban maju,dan jelas negara maju...

Karena kebanyakan dari kita orang beragama
sibuk dengan peta,tapi setelah itu tidak pernah
berupaya melangkah mencari destinasi sendiri,
kita terus menerus ketinggalan, karena sebenarnya
kebanyakan dari kita adalah Religion Worshipper
bukan penyembah Tuhan..



Hasan Basri






















------------------------------------------------------------------------
Internet FileZone: Always FREE!
Instantly store & access your valuable PC files on the net,
from any Web browser.
SIGN UP NOW - http://offers.egroups.com/click/235/0

eGroup home: http://www.eGroups.com/list/pembebasan-list
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Mar 1999 jam 03:26:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke