---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Stockholm, 8 Maret 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. SIAPA ITU HASAN BASRI, APAKAH SEORANG MUSLIM ATAU SEORANG SEKULER ATAU SEORANG PROVOKATOR YANG PENGECUT YANG BERSEMBUNYI DIBALIK PROLETAR AOL-NYA?. Ahmad Sudirman Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA. Pada tanggal 8 Maret 1999, seorang yang menamakan dirinya Hasan Basri mengirimkan tanggapan (tanggapannya saya lampirkan di bawah) terhadap tulisan "SELAMA DAULAH ISLAM RASULULLAH DENGAN UNDANG UNDANG MADINAHNYA BELUM BERDIRI KEMBALI, MAKA SELAMA ITU SELURUH KEPENTINGAN DAN KESELAMATAN KAUM MUSLIMIN TIDAK AKAN TERJAMIN SEPENUHNYA", yang dipublisir pada tanggal 6 Maret 1999. Setelah saya membaca tanggapan saudara Hasan Basri, timbullah pertanyaan, benarkah dia seorang muslim?, seperti yang disebutkannya "Bagaimanapun saya adalah seorang muslim". Atau apakah dia seorang sekuler?, seperti yang dikatakannya "Itulah sebabnya saya tidak bosan mengkritik orang beragama yang selalu memimpikan sebuah religious state yang kekanak kanakan. Seperti si Ahmad Sudirman yang berteriak dari Swedia tentang UU madinah tentang Islamic state yang konyol, ( berteriak tentang negara Islam dari negara kristen sekuler?) ....Oleh sebab itu sudah saatnya negara kita memisahkan secara jelas antara agama dan negara...". Atau apakah dia seorang provokator yang pengecut yang bersembunyi dibalik proletar aol-nya?, seperti yang diteriakkannya "Anjing sok manise yang pemalas ini mestinya kita gampar karena mulut konyol dan otak bego yng menyamakan pembakaran gereja dengan intimidasi umat Islam terhadap Kristen. Seperti kejijikan saya pada Islam extrimis dan pragmatis yang selalu kena obsesi tentang " ke sewenang wenangan Kristen terhadap umat Islam " dan pada para muslim muslim anjing pembakar ratusa gereja itu, Saya juga muak dengan tingkah laku Kristen Anjing seperti orang yg satu ini. Ingin sekali saya menyarankan agar masyarakat muslim meninggali pulau miskin itu selama lamanya. Dan jelas setelah itu pulau busuk tidak berguna itu mesti diledakan dan dihapuskan dari peta bumi. Ingin sekali saya menyarankan agar Banser dan para ormas Islam mendarat di Ambon seperti serdadu sekutu di D-Day invasi menaklukan Nazi Jerman pada perang dunia kedua untuk menumpas preman jahanam dan menyelamatkan umat islam yang tidak bisa diselamatkan jahanam ABRI yang sudah impotent dan tidak punya kemaluan ( ABRI sibuk berkosmetik kekuasaan bagai banci ) dan membawa mereka ke tempat yang aman. Saya ingin meledak. Magma kemurkaan ini sudah mendidih dan siap meletus melontarkan rangkaian caci maki". Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* sekian. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ------ 8 Maret 1999 (Proletar) Hasan Basri Re: SELAMA DAULAH ISLAM RASULULLAH DENGAN UNDANG UNDANG MADINAHNYA BELUM BERDIRI KEMBALI, MAKA SELAMA ITU SELURUH KEPENTINGAN DAN KESELAMATAN KAUM MUSLIMIN TIDAK AKAN TERJAMIN SEPENUHNYA Bla bla bla... Setelah memposting tulisan "Life is Good " kemarin itu, saya merasa menyesal entah kenapa. Sebaiknya saya memang tidak menulis sesuatu tentang nikmatnya hidup di negeri orang, pada saat negeri sendiri sedang terbenam dalam kesusahan. Jiwa rapuh saya makin tersiksa ketika saya pulang dari kantor semalam. Seperti biasanya saya selalu mendengarkan statiun BBC yg mengudarakan berita di tengah malam mendung musim dingin yg belum juga reda disini.Tadi malam saya tersentak mendengar laporan koresponden BBC dari Ambon. Di latar belakangi suara jeritan dan tangisan putus asa dan teriakan Allahu Akbar yang serak dan terputus putus sang koresponden menceritakan tentang betapa menggilanya pembunuhan dan pembantaian antar manusia lantaran berlainan agama. Kali ini orang muslim menjadi korban, dan para Ambon kristen itu menjadi pembantai yang begitu sadisnya sampai tega memotong jemaah muslim yang sedang sholat subuh dalam mesjid. Tubuh saya lemas dan makin lemas. Apalagi setelah di antara laporan yang bernada sangat pesimis dan getir itu sayup sayup terdengar suara azan, Lalu entah kenapa tiba tiba saya sangat marah.Dan saya harus ekpresikan rasa ini sebelum saya menjadi gila... Bagaimanapun saya adalah seorang muslim. Dan saya tidak akan rela membiarkan manusia se iman yang tidak bersalah disana di bunuh seperti lalat. Saya menyetujui bahwa tantangan para anjing kristen di Ambon sana pada umat Islam dijawab dengan jihad. Ya jangan biarkan para buduk kriting dan pengangguran tidak berguna itu mempermainkan nyawa manusia muslim dengan sewenang wenang. Saya juga makin marah mendengar wawancara sang koresponden dengan seorang pemuda Ambon dalam bahasa Inggris bahwa umat kristen bangkit dan melawan karena selama ini ditekan oleh umat Islam," bahkan pemerintah membiarkan 500 gereja di bakar tahun yg lalu " kata dia sambil membenarkan perjuangan mereka menempuri masyarakat muslim di Ambon. Anjing sok manise yang pemalas ini mestinya kita gampar karena mulut konyol dan otak bego yng menyamakan pembakaran gereja dengan intimidasi umat Islam terhadap Kristen. Seperti kejijikan saya pada Islam extrimis dan pragmatis yang selalu kena obsesi tentang " ke sewenang wenangan Kristen terhadap umat Islam " dan pada para muslim muslim anjing pembakar ratusa gereja itu, Saya juga muak dengan tingkah laku Kristen Anjing seperti orang yg satu ini. Ingin sekali saya menyarankan agar masyarakat muslim meninggali pulau miskin itu selama lamanya. Dan jelas setelah itu pulau busuk tidak berguna itu mesti diledakan dan dihapuskan dari peta bumi. Ingin sekali saya menyarankan agar Banser dan para ormas Islam mendarat di Ambon seperti serdadu sekutu di D-Day invasi menaklukan Nazi Jerman pada perang dunia kedua untuk menumpas preman jahanam dan menyelamatkan umat islam yang tidak bisa diselamatkan jahanam ABRI yang sudah impotent dan tidak punya kemaluan ( ABRI sibuk berkosmetik kekuasaan bagai banci ) dan membawa mereka ke tempat yang aman. Saya ingin meledak. Magma kemurkaan ini sudah mendidih dan siap meletus melontarkan rangkaian caci maki. Tapi seperti sebuah takdir yg disiapkan, kemarahan satu arah terhadap etnis maluku ini lenyap begitu saya menemukan majalah time edisi 7 December 1998 yg saya temukan di Cox Hospital tadi, ketika saya menjenguk Alan Roach yang sedang dirawat lantaran terserang amonia. Di halaman 54 terpampang 3 foto hitam putih dan laporan Terrry Mccarthy koresponden Time Magazine tentang kerusuhan di jalan Pembangunan I Jakarta. Jiimmy Siahe, begitu nama Ambon yang pada foto pertama nampak sedang berlari putus asa berdarah darah, dibelakangnya nampak massa yang mengejar dengan parang ,tombak,dan samurai, beberapa orang juga nampak sedang mengayunkan golok pada pria berkumis yang malang ini. Di foto kedua, Jimmy nampak terlentang di aspal.Masa yang mengejarnya ternyata berhasil meringkus laki laki yang berlumuran darah ini setelah membacok tubuhnya berkali kali.Seorang pria bertopi terbalik nampak jongkok di atas tubuh Jimmy sedang sibuk menempelkan arit sebelum bersiap menyembelih leher Jimmy yang kelihatan masih setengah sadar karena tatapan matanya yg sentegah terbuka dan hampa. Dalam laporan koresponden itu, diceritakan bagaimana puluhan orang merajam dan membiarkan Jimmy mati perlahan sebelum menggorok lehernya.Seorang pengurus mesjid dan koresponden itu sendiri berusaha mencegah anarki dan pembantaian biadab ini, tapi masa yang terusik lantaran merasa agamanya di hina ( Penghancuran jendela mesjid ) tidak bisa dicegah. Beberapa orang sibuk menghujamkan tombak ke tubuh Jimmy, seseorang memotong telinga sambil tertawa seorang lainnya mencongkel mata. Sedang pria bertopi yang akhirnya menghabisi Jimmy di foto ke tiga nampak menangis terharu.Mereka merasa membunuh Jimmy adalah sebuah Jihad lantaran membela agama. Pembunuh sadis itu berdekapan dengan sesama pembunuh lainnya sambil tersiak isak." It was hard to figure out where that grief was coming from" kata Nachtwey, juru foto Times " they were almost manufacturing it to justify their actions" BIADAB..!! Saya mengakui bukan orang Ambon atau Jawa atau suku manapun biang anarki yg sedang terjadi di tanah air. Tapi penganut agama yang salah kaprah.... Ya penganut tolo yang mentuhankan agama dari pada Tuhannya sendiri adalah biang kerok segala kerusuhan ini. Itulah sebabnya saya tidak bosan mengkritik orang beragama yang selalu memimpikan sebuah religious state yang kekanak kanakan. Seperti si Ahmad Sudirman yang berteriak dari Swedia tentang UU madinah tentang Islamic state yang konyol, ( berteriak tentang negara Islam dari negara kristen sekuler?) Atau pembela Kristen di SCI yang mati matian mencoba menekan kepercayan Islam sambil berkampanye tentang Yesus dan sebangsanya. Fakta membuktikan bahwa cuma di negara negara yang mayoritas masyarakatnya sibuk memuja simbol simbol agama seperti di Arab,India,Pakistan, Aljazair dan Indonesia justru para penganutnya saling baku hantam dan membunuh manusia lantaran perbedaan agama. Begitu juga di Jugoslavia, Iran, India,Sudan .. Fakta membuktikan justru di negara sekuler yang memisahkan agama dengan negara, penganut agama justru lebih tenang dan damai dalam menjalankan ibadahnya. Bahkan di negara negara komunis seperti Cuba, China dan bekas komunis Rusia, penganut beragama yg berbeda juga masih bisa merayakan imannya secara aman. Jadi tidak salah bahwa Habibie, Adi Sasono , Sumargono dan para Islamic phobic buduk lainnya adalah memang orang gila yang ingin menjerumuskan Indonesia kedalam bencana baru bernama Islamic State. Seperti juga preman kristen di Ambon yang sinting itu, mereka mereka ini adalah segerombolan penyamun yang berkedok agama sebagai medium mencapai kekuasaan yg lebih besar. Chauvinism ( pemberhalaan terhadap state ) juga bukan milik para nasionalis bajingan yang tenggorokannya penuh ludah etos kepahlawanan tolol seperti yg terjangkit pada ABRI dan bedegul lainnya di kabinet sana. Chauvinism juga masuk dalam kalangan orang beragama. Sekelompok manusia yang kepalanya tidak berbenak, yang bisanya cuma berak melalui mulut berkoar koar tentang Islam atau Kristen tanpa mengerti bahwa diatas segala galanya moralitas adalah ukuran segala agama. Toleransi adalah batang harmonisasi kerukunan beragama. Chauvinism selalu melahirkan kebiadaban. Oleh sebab itu sudah saatnya orang yang mengaku beragama mundur dari segala macam kampanye tentang agamanya.. Oleh sebab itu sudah saatnya negara kita memisahkan secara jelas antara agama dan negara... Oleh sebab itu sudah saatnya kita berhenti mengekpos simbol simbol agama,pernik pernik agama karena semua itu mematikan kreatifitas manusia untuk bisa berpikir bebas selain mengganggu ketentraman penganut agama yang berbeda... Oleh sebab itu Jangan ada lagi pelajaran PMP dan agama di Indonesia. Jangan biarkan Panca Sila menjadikan generasi muda menjadi generasi neo chauvisnit yang cupet dalam berpikir. Dan biarkan agama cuma diajarkan oleh orang tua dan guru mengaji atau sekolah minggu di gereja. Biarkan kita merdeka dari religi dan chauvinism.. Setelah itu baru kita merasa menjadi manusia beradab bukan biadab.. Hasan Basri ------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Mar 1999 jam 05:38:45 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
