---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KADER GOLKAR BAGI-BAGI SEMBAKO DI MEDAN MEDAN (SiaR, 17/3/99). Banyak cara kader Partai Golkar untuk bergerilya melakukan praktek "money politic". Dicurigai banyak pihak kemungkinannya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan bantuan keuangan kepada partai produk Orde Soeharto itu, maka sejumlah kader Golkar di Medan, Selasa (16/3) kemarin melakukan modus lain, yakni membagi-bagikan sembako kepada masyarakat nelayan di Belawan. Dipimpin oleh Mozes Tambunan, anggota FKP-DPRD Sumut, para kader Golkar yang datang mengaku atas nama pribadi dan tak membawa-bawa atribut itu, membagi-bagikan sembako senilai Rp 250 juta. Kehadiran mereka, meskipun mengatas-namakan pribadi, tetap saja disambut aparat pemerintahan setempat, dari mulai camat, hingga lurah. Jika para aparat pemerintah setempat menggunakan safari lengkap dengan tanda lencananya, maka para kader Golkar itu, meski tak menggunakan kaos atau safari kuning, tapi menggunakan topi berlambang Golkar. Mozes Tambunan sebagaimana biasanya pembagian sembako yang sering dipertontonkan pada saat-saat akhir menjelang kejatuhan Soeharto, menghantarkan pidato pembagian sembako itu dengan kalimat-kalimat klise yang intinya, pembagian sembako itu merupakan cara mereka sebagai pribadi --yang kebetulan juga kader Golkar-- menunjukkan kepeduliannya terhadap kesulitan masyarakat Belawan. Seusai upacara pembagian sembako tersebut, sejumlah wartawan mempertanyakan motif dan tujuan dibalik acara pembagian sembako tersebut. Mozes menolak ketika disebutkan, hal tersebut merupakan salah satu praktek money politic atau kampanye terselubung yang dilakukan para kader Golkar. "Ini bukan money politics, partai-partai lain bisa melakukan hal serupa, bagi-bagi sembako seperti ini. Kalau mau silahkan saja," ucapnya menjawab pertanyaan wartawan. Ketika diingatkan, mengapa baru sekarang menjelang Pemilu, para kader Golkar itu membagi-bagi sembako, Mozes mengelak dengan menyatakan, bahwa para kader Golkar yang rata-rata pengusaha itu juga disibukkan dengan urusan kerja masing-masing, sehingga baru sekarang memikirkan untuk membagi-bagi sembako kepada mereka yang membutuhkan. Tindakan Mozes membagi-bagi sembako itu mendapatkan sorotan dari partai-partai politik lainnya. Seorang fungsionaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara pada SiaR menyatakan, tantangan Mozes agar partai-partai politik melakukan hal serupa seperti yang dilakukan Mozes, adalah ajakan yang menunjukkan arogansi sekaligus pelecehan dari kader partai yang pernah berkuasa selama 3 dekade, kepada partai-partai politik lainnya. "Partai politik mana saat ini yang sekaya Golkar? Jadi yang mungkin melakukan itu hanya Partai Golkar. Masalahnya bantuan-bantuan seperti itu kadang-kala tidak jelas berasal dari mana. Kenyataannya, kader Golkar kan sekaligus menjabat sebagai aparat pemerintah. Itu jelas money politics," ucap fungsionaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara tersebut.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Mar 1999 jam 20:28:54 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
