---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk DUA ANGGOTA ABRI YANG DICULIK DITEMUKAN TEWAS DILI (MateBEAN, 20/3/99), Dua Anggota juru bayar dari Kodim 1628/Baucau, Sersan Kepala Kotimin dan Kopral Satu Nasikin yang diculik sekelompok pemuda di Kampung Madoma, Desa Sukaer Laran Kecamatan Vemasse, Baucau pada Minggu (7/3) lalu, ditemukan aparat gabungan bersama gereja dan masyarakat Baucau di Desa Triloka Kecamatan Baucau Kota, Kamis (18/3) lalu. Jenazah kedua korban ditemukan berdasarkan laporan dari masyarakat ke gereja. Kemudian pihak gereja meneruskan laporan tersebut ke aparat keamanan di Kodim 1628/Baucau. Peristiwa penculikan terhadao dua anggota ABRI itu dilakukan sekelompok pemuda yang melakukan swiping di Kampung Madona, Desa Sukaerlaran pada 7 Maret lalu. Ketika itu kedua korban menumpang bus dari Baucau hendak ke Dili untuk mengambil gaji pegawai dan anggota Kodim Baucau. Namun dalam perjalanan mereka diculik sejumlah pemuda yang tengah melakukan aksi penyisiran. Kasdim Baucau Kapten Inf mengatakan aparat Kodim menerima berita ditemukannya jenazah dua anggota ABRI itu sekitar pukul 04.00 Wita dini hari. Berdasarkan laporan tersebut, tim gabungan ABRI dari Kodim, BTT 406/CK, Polres Baucau, ICRC, Gereja, Brimob serta masyarakat setempat mendatangi tempat kuburan kedua jenazah itu. Keduanya diduga sebelum meninggal terlebih dahulu disiksa dan dianiaya. Serka Katimin dadanya dibelah dua sedangkan Koptu Nasikin terdapat luka-luka di tubuh dan salah satu kakinya dipatahkan. Kondisi masih utuh memakai pakaian yang dipakai ketika diculik. Kedua korban dikuburkan pada satu liang kubur dengan kedalaman satu meter. Selanjutnya dengan menggunakan mobil jenazah, kedua korban dievakuasi ke Dili untuk mendapatkan otopsi di Rumah Sakit ABRI Wira Husada Dili. Dari Baucau-Dili, mobil yang membawa dua jenazah itu dikawal ketat oleh sembilan mobil ABRI bersenjata. Selama dalam perjalanan Baucau-Dili, para pengawal yang berjumlah sekitar 40 orang personil dengan melakukan tembakan pembersihan ke udara bila rombongan pengantar jenazah memasuki wilayah yang dianggap rawan. Situasi kota Dili mencekam setelah terdengar bunyi tembakan sporadis di Kota Dili. Akibat tembakan itu, suasana di kawasan Dili Timur kacau balau. Kendaraan roda dua maupun empat berlarian tanpa arah. Sementara masyarakat ketakutan menyembunyikan diri. Tembakan sporadis itu ternyata mengenai sasaran. Seorang ibu rumah tangga Kampung Sabrakalaran, Desa Becora, Dili Timur, bernama Regina Belo (27), terkena tembakan. Timah panas itu menembus pangkal paha korban. Peristiwa yang menimpa istri Carlito Pereira itu terjadi pukul 16.30 Wita. Saat ini korban sedang dirawat secara intensif di klinik Gereja Motael, dan peluru yang bersarang di paha korban sudah dikeluarkan tim dokter di klinik itu. Keterangan yang dihimpun saksi mata menyebutkan bahwa tembakan sporadis itu tidak hanya diarahkan ke udara, namun ada juga yang ditembakan ke rumah-rumah penduduk di sepanjang jalan antara terminal Becora hingga Kuluhun. Dan seluruh satuan intelegen ABRI dikerahkan untuk mengepung Kota Dili. Akibatnya warga Kota Dili merasa ketakutan. Beberapa jalan raya diblokir aparat intelijen dibantu satuan dari Polres Dili dan semua personil Batalyon 744/SYB juga dalam keadaan siaga merah. Hingga berita ini ditulis belum ada laporan tentang korban jiwa dari tembakan sporadis tersebut.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Mar 1999 jam 15:07:31 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
