----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

DUA MAHASISWA TEWAS DALAM AKSI DI MARKAS DEPHANKAM

        JAKARTA (SiaR, 17/12/98)  Iwan Mukti Alam, mahasiswa Universitas
Gunadarma diyakini tewas setelah ikut dalam aksi demonstrasi di Markas
Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam), Jakarta Pusat, Rabu (16/12).
Jenasah Iwan menurut petugas Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ditemukan
di Pondok Gede, Jakarta Timur. Jenasah itu tewas dengan luka penuh tusukan.

        Jenasah Iwan dikenali kawan-kawannnya yang menunggui korban
luka-luka yang dirawat di RSCM karena bentrokan dengan tentara di Markas
Dephankam. Jenasah Iwan sendiri, menurut keterangan petugas RSCM,  dibawa
masuk ke kamar mayat sekitar pukul 22.00 WIB. "Menurut petugas yang membawa
jenasah ini kemari, ia ditemukan di Pondok Gede," ujar petugas RSCM itu.

        Kawan-kawan Iwan mengenali jenasah itu karena Iwan adalah salah
seorang kawan mereka yang hari itu ikut dalam aksi menentang rencana
pembentukan rakyat terlatih, sebuah kesatuan milisi sipil, dan anti
Dwifungsi ABRI. "Kami, malam itu meninggalkan kamar mayat dan tak menunggui
jenasah Iwan," ujar salah seorang mahasiswa Gunadarma.

        Nah, sekitar pukul 04.00 WIB, sejumlah mahasiswa dari Forum Kota
mendatangi kamar mayat untuk menjaga jenasah Iwan, namun jenasah mahasiswa
itu sudah raib. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh konfirmasi dari
RSCM tentang raibnya jenasah Iwan ini. Forkot kini tengah mencari tahu dan
akan mengusut keberadaan jenasah Iwan.

        Seorang mahasiswa bernama Syarief, yang belum diketahui asal
perguruan tingginya juga dilaporkan meninggal dalam aksi di Dephankam yang
dihadapi tentara secara brutal itu. Memang, aksi mahasiswa Rabu kemarin
berhasil menembus Markas Dephankam yang dijaga secara ketat oleh petugas
ABRI. Ratusan mahasiswa berhasil memasuki halaman belakang Dephankam namun
akibatnya mereka dihajar secara brutal oleh pasukan ABRI. Puluhan mahasiswa
luka-luka. Seorang diantaranya, mahasiwa bernama Ferry mengalami luka serius.

        Ferry dibawa ke Rumah Sakit POLRI Kramatjati. Karena tak memperoleh
perawatan yang memadai, pihak keluarganya, dibantu Tim Relawan untuk
Kemanusiaan pimpinan Karlina Leksono memindahkannya ke Rumah Sakit
Universitas Kristen Indonesia. "Sampai di Rumah Sakit UKI, Ferry langsung
dioperasi. Jadi tak benar pemberitaan media massa yang mengatakan Ferry
dipindah dari RSCM dan dalam keadaan stabil. Yang benar, Ferry dipindah dari
RS POLRI Kramatjati dan keadaannya gawat," ujar salah seorang anggota Tim
Relawan.

        Seorang dokter RSCM, Triya Damayanti, mengatakan Ferry dirawat di
RSCM dan dipindah ke RS UKI oleh keluarganya. "Ferry dalam keadaan stabil,"
ujarnya seperti dikutip Kompas.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Dec 1998 jam 04:54:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke