----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

DIALOG NASIONAL: PENTINGKAH ?

Bahana permintaan untuk menggelar dialog nasional dari berbagai
pihak khususnya para Tokoh Parpol Baru seolah terus bergulir, karena
dianggap sebagai salah satu jalan terbaik dalam menyelesaikan kemelut
bangsa dibidang ekonomi dan politik saat ini. Bahkan sudah ada pula
petinggi Sipil dan ABRI di jajaran pemerintahan yang ikut nimbrung
dan mengusulkan perlunya di gelar dialog nasional yang dihadiri para
tokoh nasional dari berbagai unsur/komponen bangsa agar dapat ditemukan
jalan keluar dan mempersatukan persepsi dalam bersama-sama mengatasi
terpaan badai krisis ekonomi dan politik itu.

Tapi apakah benar dialog itu akan menyelesasikan masalah ? apakah setiap
aksi yang formal-formal seperti dialog itu akan menemukan solusi terbaik
bagi terwujudnya langkah strategis dan tepat
mengatasi krisis nasional..? Benarkah yang akan berdialog itu
berkapasitas sebagai tokoh nasional..? tidakkah forum dialog itu
nanti akan menjadi sarana mempopulerkan tokoh baru yang menjadi
fasilitator atau mediator dan kemudian menghendaki lagi legitimasi untuk
diakui pula sebagai tokoh nasional ?

Pertanyaan-pertanyaan ini seolah sulit untuk dijawab karena Ia
muncul bersamaan dengan munculnya gejala yang semuanya terwujud
dalam rumusan pertanyaan di atas. Artinya, berbagai gelagat kurang sedap
tampil seiring dengan maraknya permintaan dialog nasional. Padahal Gus
Dur secara kekeluargaan sudah memulai sebuah proses
dialog nasional dengan Presiden Habibie yang ternyata lebih mengigit
hasilnya dilihat dari dimensi persaudaraan dibanding dengan dilog-dialog
formal yang lebih bermuatan politis ketimbang dimensi persatuan dan
persaudaraannya.

Banyak tokoh yang memang konsern dengan gagasan dialog nasional itu,
tapi sejauh ini tokoh tersebut sudah akrab di mata masyarakat
sebagai orang-orang avonturir yang bobotnya tingkat Jakarta ataupun
tingkat daerah tapi tampaknya menghendaki forum dialog itu sebagai
momentum melegitimasi dirinya sebagai tokoh nasional. Nakh.., kalau
begini jadinya akan repot, karena nanti mereka menuntut jadi Menteri
sebagai salah seorang tokoh nasional. Lantas berapa banyak Menteri yang
akan memimpin bangsa ini nanti, bukankah sekarang Kabinet kita sudah
merupakan Kabinet yang sangat tidak efisien di dunia jika dilihat dari
jumlah menterinya .?

Akhirnya dapat kita simpulkan bahwa dialog nasional hanya akan
melegitimasi para petualang politik menjadi tokoh nasional yang
jelas tak akan memberi jalan keluar bagi kepentingan rakyat yang sekarat
karena kelaparan kecuali untuk kepentingan dirinya sendiri.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Dec 1998 jam 09:34:06 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke