----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Genderuwo pacul

Setelah melihat berita-berita di koran dan posting-posting yang sudah dimuat di 
apakabar,saya berkesimpulan bahwa langkah-langkah Gus-Dur sangat jitu dan lebih 
mementingan kesatuan dan keutuhan bangsa dari pada kepentingan pribadi.
1.Kenapa Amin Rais kok tidak di ikutkan dalam dialog tersebut?
Karena di sini peran Amin kurang mengena,Amin bukan menjadi obyek yang dipermasalahkan.
2.Dari kejadian peristiwa Mei yang dulunya masih kabur dan tidak jelas sekarang mulai 
kelihatan siapa-siapa dalang-dalang yang berada di balik peristiwa tersebut dan kenapa 
bisa terjadi?dan siapa yang terlibat dalam kerusuhan itu sehingga Soeharto harus 
mundur dan mengangkat Habibie?
Setelah lama mengamati pergerakan politik di negeri ini yang memang kacau balau dan 
adanya unsur kesengajaan untuk tidak diungkap,baru setelah Gus Dur melakukan 
move-move politik baru kelihatan samar-samar gerakan politik di negeri ini, di mana 
konflik yang terjadi di negeri ini melibatkan ya 3 orang yang diminta Gusdur untuk 
melakukan dialog Nasional.
3.Kenapa mesti 3 orang tersebut?
  1.Habibie mewakili kelompok pemerintahan yang yuridis dan kelompok ICMI dan 
ormas-ormas di bawahnya yang mayoritas mewakili kelompok Islam yang di dalamnya banyak 
kelompok militan tanpa Habibie sadari,mereka menginginkan negara Indonesia bisa 
menjadi negara Islam,karena itu ICMI keberatan kalau Habibie melakukan dialog karena 
akan merugikan pihak ICMI yang merasa kepetingannya di wakili Habibie.
  2.Soeharto yang secara defacto masih mengusai orang-orang di pemerintahan,sehingga 
banyak kasus-kasus hukum yang tidak bisa berjalan secara mulus,karena adanya 
orang-orang Soeharto yang masih menjabat dan saratnya KKN yang diwariskan Soeharto.
  3.Wiranto yang mengusai ABRI tapi di dalam tubuh Abri masih kacau dalam 
keberpihakkannya sehingga ABRI tidak bisa solid satu sama lain tidak bisa sinkron 
dalam melihat berbagai kasus yang terjadi,sehingga tidak terjadi satu komando.
Apabila 3 orang tersebut tidak jadi dialog ramalan Gusdur mungkin bisa 
terjadi,Indonesia akan Chaos karena perebutan kekuasaan akan terjadi.
Coba kita simak peristiwa Mei.
Kalau melihat dari omongan Prabowo bahwa dia tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 
mungkin benar,tapi dia juga salah karena tidak mengambil inisiatif untuk mengamankan 
kenapa?Karena Prabowo dihadapkan pada 2 pilihan:
  1.Prabowo sebagai mantu pak Harto dan prajurit dia harus mengamankan,tapi karena dia 
sering bergaul dengan orang-orang Islam dan ingin memajukan Islam yang mayoritas di 
Indonesia sedangkan gerakan-gerakan tersebut didalangi ormas-ormas Islam(saya kira 
ICMI,CIDES terlibat karena Prabowo mengatakan waktu dia mencari Ahmad Tirtosudiro di 
mana dia melihat banyak orang CIDES berkumpul),sehingga dia bingung harus berbuat 
apa,akhirnya dia membiarkan peristiwa itu terjadi.
  2.Soeharto yang merasa dikhianati oleh orang-orangnya sendiri tidak bisa berbuat 
apa-apa ketika itu,Soeharto merasa ABRI yang dia harapkan tidak bisa berbuat apa-apa 
karena tidak solidnya ABRI,Wiranto waktu itu Pangab tapi tidak bisa menguasai 
bawahannya,apalagi sudah ada berita santer di luar adanya konflik kepentingan antara 
prabowo dengan Agum Gumelar yang sama-sama jenderal,jadi ABRI sendiri di dalam 
tubuhnya punya konflik sehingga susah untuk bersatu dan dalam satu komando,sehingga 
dia dengan terpaksa menyerahkan jabatannya kepada Habibie,dengan anggapan Habibie dari 
sipil tidak akan memperoleh dukungan yang kuat dari ABRI,dan itu terjadi sampai 
sekarang,antara Wiranto dengan Habibie tidak akan pernah akur,kalaupun akur ABRI yang 
lain tidak akan pernah setuju dan Habibie juga masih ada kerikatan dengan Soeharto 
sehinga tidak berani macam-macam meskipun Habibie mewakili ICMI yang mendongkel 
Soeharto sehingga jatuh(tidak ada pilihan lain)karena kentalnya KKN yang diwariskan 
dan diajarkan Soeharto.
Dari keseluruhan peristiwa di atas saya berkesimpulan dialog 3 orang memang 
diperlukan,sehingga kepentingan bangsa lebih di utamakan dari pada kepentingan 
kelompok(ICMI,ABRI,SOEHARTO),jadi Pak Amin nggak usah tersinggung dengan tidak di 
ikutkannya Pak Amin.
Saya merasa salut terhadap langkah-langkah GUSDUR yang membuka takbir Mei secara 
samar-samar sehingga kita tahu bagaimana gawatnya negara kita yang menuju Chaos oleh 
kepentingan-kepentingan manusia-manusia munafik yang berkedok sebagai Tuhan orang 
Indonesia tetapi mementingkan kelompoknya.
Wah memang politik itu memang kejam,jangan memakai agama Islam yang mayoritas di 
Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam,karena sudah lama Indonesia 
yang pluralitis ini menjadikan Indonesia yang dinamis  terkenal akan keramahannya 
sekarang menjadi momok yang menakutkan,karena kepentingan politik kelompok tertentu 
dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang barbar,lihatlah negara Yugoslavia yang 
hancur karena RAS,apa kita mau negara kita pecah menjadi kecil-kecil?seperti Bali mau 
merdeka sendiri,Irian jaya mau merdeka sendiri?terus apa perlu lambang negara kita 
yang membawa pita kecil Bhinekka tunggal Ika di ganti?
Saya kira agama Islam terlalu suci untuk dipolitikkan oleh manusia-manusia kotor yang 
berkedok sebagai pahlawan-pahlawan kesiangan yang memakai agama mayoritas untuk 
memenangkan kepentingannya kelompoknya dengan mengorbankan rakyat kecil,kita tidak 
bisa menyamakan negara kita dengan negara yang ada di Arab yang memang negara Islam.
Coba direnungkan kembali.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 25 Dec 1998 jam 16:49:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke