----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

From: Mujahidin Muda

Saya harus mengkritik? Nah, sekarang saya mengkritik Anda.

Anda tidak tinggal di Indonesia, Anda hanya mengetahui berita2
dari web, itupun terbatas pada media massa yg punya situs web.
Anda tidak bisa membayangkan rasa tidak aman dan ketakutan yg
dialami bangsa ini sekarang.

Apakah tidak mengerikan, jika balita dibantai hanya gara-gara 0,5
gram emas, nenek2 usia 81 tahun dibunuh perampok? Barusan
di Bekasi seorang perempuan yg sedang menunggu angkot diperkosa
3 pria sekaligus, padahal dia ditemani muhrimnya. Entah bagaimana
jika dia sendirian saja, mungkin diperkosa 10 pria....

Di tulisan saya, jelas kan, bahwa janji grasi untuk Suharto (yg
diberikan SESUDAH diadili, jadi logikanya semua dosa Suharto
harus diumumkan ke publik), adalah utk menghentikan semua tragedi
beruntun yg menimpa bangsa kita. Yg dimaksud 'anak buah Pak Harto'
oleh Gus Dur itu kan anak kandung Pak Harto, masak Anda nggak
nangkep? Anak2 Pak Harto akan berjuang sampai titik duit penghabisan,
ini harus dihentikan. Yang bisa menghentikan tentu cuma Bapaknya, itu
pun kalau menurut. Gus Dur sudah berusaha. Itu lebih baik ketimbang
cuma ngomong doang.

Guru ngaji di Banyuwangi bukan sekedar dibunuh, tapi dicincang.
Sampai2 di sana orang takut mengaji. Sementara di tempat
lain orang takut ke gereja. Malam Natal di Bekasi, setelah sebelumnya
ada pengrusakan beberapa gereja (tidak diberitakan media massa)
dijaga Banser NU. Bukan masalah gereja dijaga Banser NU, tapi
aparatnya ke mana? Bahkan pada aparat pun kita tak percaya. Situasi
tiadanya kepercayaan ini sungguh mengerikan. Sekarang yg mengadu
ke Komnas Ham dan KontraS bukan saja rakyat sipil tapi juga militer
papan bawah atau keluarganya militer. Jadi semuanya ketakutan, tak
ada yg bisa dipercaya. Anda di luar sih, Anda tak bisa membayangkan
rasa takut di sini. Takut karena berprofesi guru ngaji, takut ketika mau
ke gereja, takut karena Cina atau berparas mirip Cina, takut ke pasar,
takut membiarkan anak pergi sekolah sendirian, takut melihat demo, takut
ini takut itu.

Menurut pemahaman saya, tujuan tindakan Gus Dur, adalah agar
situasi di atas tidak bertambah parah, mengurangi jatuhnya
korban jiwa sia2. Mereka rakyat kecil, termasuk aparat militer bawahan,
juga rakyat kecil. Jangan ada korban lagi. Memangnya Anda kira enak bagi
Gus Dur untuk memaafkan Soeharto, dosa Harto pada NU
setumpuk. Memberi grasi dengan "imbalan" tak ada tragedi lanjutan
memang tidak setimpal, tapi sejauh ini tampaknya baru itu pemecahannya.

Anda muslim kan? Saya kutipkan ayat yg saya kira berhubungan dg
tindakan Gus Dur untuk mencegah korban lanjutan.

QS 5:32 ...dan barang siapa menyelamatkan nyawa satu orang, maka
seolah-olah ia menyelamatkan seluruh umat manusia...

Nyawa manusia sangat berharga. Membunuh orang, dalam Islam,
dipandang sebagai satu di antara empat dosa besar.

Saya ulangi, langkah Gus Dur belum tentu berhasil, tapi dia sudah
berusaha.

Salam dari Indonesia yg sedang dirundung ketakutan,
Sjamsul Bachri

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Dec 1998 jam 15:50:26 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke