---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- From: gempur ordebaru TVRI Belum Tersentuh Reformasi Mahasiswa Memasukkan TVRI Dalam Agenda Demo TVRI selaam era Suharto memang tak lebih hanyalah alat propaganda, yang tak memiliki kredibilitas sama sekali. Setelah Suharto lengser, dan Yunus Yosfiah menjadi Menteri Penerangan, memang TVRI mulai sedikit berobah; sebagai contoh, mulai berani memberitakan aksi demo mahasiswa, atau menampilkan tokoh-tokoh kritis. Namun itu tak lama. Kini, semakin hari TVRI semakin jelas menempatkan diri pada ujud aslinya: alat propaganda serta sumber disinformasi yang tendensius. Contohnya, sewaktu KBUI bermaksud mendakan sholat tarawih serta tahlilan memperingati 40 hari Persitiwa Semanggi, TVRI nampak sekali berusaha membuat rekayasa pemberitaan yang mendiskreditkan para mahasiswa. Tadi malam, dalam selingan Persepsi, TVRI berusaha menempatkan acar mahasiswa tersebut dalam kerangka "Penyalahgunaan agama untuk kepentingan politik". Konyol sekali. Di lain pihak, praktek-praktek penyalahgunaan agama oleh kelompok-kelompok semacam KISDI, ataupun Forqon, dan Pam Swakarsa, yang jelas- jelas mencemarkan citra Islam melalui ulah politik picisan yang membawa-bawa simbol agama, sama sekali tidak disinggung TVRI. Mengherankan, TVRI dalam era Reformasi masih berani melakukan rekayasa dan disinformasi semacam itu. Ingatlah, setelah Pemilu 1999, amat mungkin TVRI tidak lagi berada dibawah penguasa sisa-sisa Orde Baru yang masih berkuasa saat ini. Itulah barangkali saatnya oknum-oknum serta mentalitas jurnalisme budak harus segera dibersihkan. Saat ini sejumlah kelompok mahasiswa telah memasukkan reformasi TVRI dalam agenda perjuangan mereka. Seusai masa puasa dan Lebaran, menurut mereka, aksi-aksi untuk "membungkam" dan "membersihkan" TVRI dari sisa-sisa Orde Baru dan dari para Soehartois akan segera dilakukan. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Dec 1998 jam 16:09:10 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
