---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk mata saksi SAKSI MATA Tiga belas empat belas lima belas kalender Jakarta bulan lima sembilan belas ratus sembilan delapan kedamaian meletus risau berita api menyala sumbat jalanan penuh jelata garang nafsu melata-lata riuh kota bising usaha penjarahan menjelma pikuk runyam pecahan kaca membeludak pekarangan harta benda tukang parkir tak habis pikir sarang madu rejeki toserba jadi tungku sedang masak berderak maju kelenyapan di terang siang nan mati kabung asap menjilat langit jualan jadi rebutan tetangga angkat kesempatan matilah kesucian bengkok kerukunan antar sesama dikadal rasa-jahanam pelecut kebuasan matari lolong disela lahapan api bernyala pilu jeritan : Jangan! jangan! jaaaangannn...... berasap pekik : Tuooloongngngng ..... berbarah sumpah berarang sampah berabu maki diriuh perintah timbunan rekayasa jiwa primitif datang himpit mengintip akhirnya neraka melorot surga menyempit isinya sama terbirit gambarnya ada milik saksi mata mata saksi ngeri menyaksi tak jua angkat kaki mata saksi ngeri tak ngerti seperti bayi dirasanya bunyi ingatnya jerit penyanyi lenting kecapi liuk penari mata saksi perih bulat bintang plastik semuanya ada gambarnya, milik semua Di padang nyala terpandang mereka berlari masuk berlari keluar menarik-narik tertimpa .... lenyap mengamuk jago merah kejar mengejar penuh bingar jangan sentuh aku oh jangan lalu kak-kak-kak tawa dibungkus gaduh kuping ciut lidah bisu tapi lihat kenikmatan bejat jajali makna hak pantas diujar api memijar mengamuk kasar melumat nyawa nyasar gambarnya ada milik saksi mata team relawan team pemerintahan team mahasiswa team LSM untukmu penuh memenuhi nyawa melayang tinggal angka statistik menggelepar dimeja makelar tiada yang kenal hanya satu : Mati percuma gambarnya ada milik saksi mata Kirim salam ke langit anak tiada kembali tanpa pesan tanpa nisan gadis dinista pedagang dibakar karena Cina lupa kelahiran muasal manusia sebelumnya bangsat pri-non pri kemudian ciptaan kekerdilan isi pemerintahan gambarnya ada milik saksi mata tapi hal iba aib timpaan polisi intel intelektual tentara cendikia tukang pandai jaksa hakim tunggang langgang tanya sama : Mana buktinya gambarnya ada milik saksi mata ditanah tak bertuan dibelantara kematian sisa kebakaran rimba kenistaan aib kejahatan menggelantung seperti belatung sumeti kebusukan bumi daging pemerintahan saksi mata liat pagar batas keliling bekas bakar semua ras mahasiswa sibuk tangisi kawan mati sastrawan heboh tulisi pahlawan martir reformasi dibangkai toserba seribu nyawa mengapung santapan para belatung dasar penjarah semua hormat pada mahasiswa tinggi melayang raya pemegang janji masa nanti penjinjing panji paling terkini seribu bangkai terpanggang lainnya nista bukan nyawa sampah dunia rakyat kemana engkau gambarnya ada milik saksi mata masih juga peluru duit hutang bangsa lari meradang ingin hidup seribu tahun lagi harap protes harap suara semua bahan berita negeri kurungan jayadisguna disini bicara sama jawabnya : hadapi tentara rencananya ada milik penguasa rakyat dimana engkau gambarnya ada milik mata saksi saksi mata =================== Juli-Nopember 1998| ben abel | ------------------- ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 31 Dec 1998 jam 11:47:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
