----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Akhirnya kitapun semakin tua bersama sang waktu.
Sepandai pandainya kita mengelak, proses decaying
selalu menyertai kemanapun kita pergi.Anda boleh
mencoba menahan laju kepastian ini dengan segala
macam vitamin, anda bisa juga operasi plastik agar
nampak selalu muda segar. Sayapun begitu. Berkali
kali mencoba manahan sebuah realita bahwa masa
muda saya sebentar lagi bakalan sirna.Terus terang
tulisan saya yang mencoba merelatifitaskan masalah
ketuaan adalah cuma sebuah penyangkalan yang sia
sia. Tua adalah muara usia. Kematian adalah lautan
kepastian yang akan menampung jutaan roh lelah
yang selama ini bergelisahan mengarungi sungai
dan jeram kehidupan.

4 Hari yang lalu odometer kolosal telah berganti.
Dan dengan itu juga angka odomoter usia kita
ikutan berubah.

Biasanya dalam setiap pergantian ini orang orang
akan selalu merenungi jalan hidup yang telah di
tempuh.Kebanyakan orang Mengukur kesuksesan
dan jumlah kekayaan. Sambil mencoba untuk meraih target
sukses yang lebih besar lagi tahun ini dan tahun
depan berikutnya.

Seorang yang berbakat filosofis atau yang frustasi
tentunya akan meneruskan pencarian terhadap makna
kehidupan .Jiwa gelisah mereka selalu bergulat
untuk menemukan diri sendiri dan tempatnya
dalam alam semesta.

Sedang saya mungkin termasuk seorang
bingung yang masih meraba raba dalam
sebuah dilema. Sekeras ambisi saya untuk
meraih mimpi besar, sekeras itu juga jiwa
saya tidak tenang dalam sebuah perburuan
menemukan identitas diri sendiri.

Tentu saja saya bukanlah seorang filsuf yang berpikiran
dalam. Pertanyaan tentang hakekat hidup itukan terdapat
pada setiap orang. Kalau mau jujur sebenarnya sejak
manusia balita sampai menjelang ajal ,pengejaran terhadap
diri sendiri terus menerus kita lakukan. Tapi setiap kali
kita merasa telah berhasil menemukan diri ini, samar
samar kita menyadari apa yang kita sandera itu adalah
cuma sesosok mahluk asing. Diri kita entah dimana melesat
lagi dalam kerimbunan rimba  metafisik yang tidak
mudah dimengerti.

Tahun ini saya mencoba untuk menjadi lebih
bijak.Inilah adalah sebuah resolusi. Semakin tua kita
harus berani menerima menang kalah dalam meraih
mimpi. Bila saya tahun lalu sering memaki dan penuh
emosi, tahun ini saya akan kurangi.Dan mudah mudahan
saya tidak lagi mudah terseret arus frustasi.

Manusia itu adalah binatang. Kadang kadang kita berprilaku
seperti monster,tidak jarang kita  bertingkah bagai malaikat.
" we may prefer to think ourselves as fallen angels but in reality
we are risen apes" itu kata Desmond Morris seorang Zoologist.

Kalimat pragmatis itu mungkin setengah salah.
Tetapi bila anda mau mengamati tingkah manusia
di jaman ini,ada setengah kebenaran akan anda dapatkan.

Kita bermasyarakat,bergaul dan berteman.
Kita belajar dan paham semua norma,etika dan agama.
Kita tahu yang membedakan salah dari kebenaran.
Tapi setelah tahu itu semua, tahukah anda bahwa
cuma manusia satu satunya species yang tega
membunuh sesama species?

Cuma manusia, mahluk yang hobby membunuh
sesamanya dengan segala macam alasan.
Dari sekedar pertarungan idiologis sampai pada
perbedaan kepercayaan. Dari perselisihan memperebut
kan kepemilikan sampai membunuh karena teman kencan.

Dan ironisnya cuma manusia juga yang mempunyai
kesanggupan teaterikal menyembunyikan karakter
asli dimata manusia manusia lainnya.Sehingga baik
buruk tabiat mereka sulit ditebak karena tabir kepribadian
artifisial ini memang selalu gampang membutakan
mata orang.

Manusia adalah mahluk yang sangat kompleks.
Sifat baik dan buruk ada disana. Sifat iblis dan
malaikat juga terdapat dalam setiap orang.
Tapi bila mau berterus terang, sifat kita sebenarnya
didominasi oleh insting hewan.Egoisme,egocentris
selfish, sifat rakus serakah dan tamak ada di diri
kita semua.

Jelas kita selalu merasa menjadi orang baik.
orang yang lurus dan normal.Kita tidak mau
disamakan dengan binatang. Karena manusia
adalah mahluk yang ditinggikan Tuhan.
Dan karena dengan berlagak baik, kita dicintai
sekian banyak orang, mendapatkan kepercayaan
dan ini jelas menguntungkan dalam bisnis yang
kita jalankan.

Dan jelas juga ada manusia yang berbuat baik
karena itu adalah sebuah pilihan,bukan sekedar
mencari sensasi menguntungkan diri sendiri.

Tapi orang yang terakhir ini kadang kadang
kita bilang orang orang abnormal yang menghindari
realita kehidupan.

Abnormal adalah relatif. seorang Normal diantara
ratusan pasien rumah sakit jiwa justru akan menjadi abnormal
didunia mereka.

Manusia itu unik, selain mahluk yang paling cerdas
manusia juga mahluk yang paling banyak menderita sakit
jiwa.Dan sakit jiwa itu ada pada diri kita semua.
Yang berkadar rendah akan menjadi pecinta orang lain.
Yang kadarnya berat, mencintai diri sendiri..

Bersama sang waktu, dalam setiap orang, jalan hidup
mereka selalu menemui persimpangan jalan.
Ada tanda tanda agar kita tidak sesat untuk sampai
ketujuan.Ada guide map bagi yang takut tersasar.
Ada batas kecepatan agar kita selamat menemui destinasi.

Kebanyakan orang memilih jalan sendiri menurut
keangkuhan mereka. Sebagian kecil mencari jalan
alternatif dan tersesat di hutan hutan. Ada juga yang
arif dan sampai ketujuan. Mereka mereka ini akan
masuk ke rumah sang Creator dengan langkah ringan.
Ada juga yang setelah tersasar kesana kemari,dgn
meraba raba, sampai juga di depan pintu rumah Tuhan.
Tapi dia frustasi karena setelah mengetuk dan lama menunggu,
Tuhan tidak juga membukakan pintunya.Dia melongok
dari lobang kunci,mencoba mencuri surga dan melihat
wajah Tuhan.

Bagi para fetishist ini pintu Tuhan sudah tertutup rapat.
Mereka sedih mereka kecewa mereka murka.
Tapi mereka lupa, setiap kali Tuhan menutup pintu
dia selalu membiarkan semua jendelanya terbuka...


Hasan Basri

Sang Fetishist

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Jan 1999 jam 11:44:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke